BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Menjelang perayaan Idul Adha 1446 Hijriah pada bulan Juni mendatang, permintaan jasa juru sembelih halal (Juleha) di Banyumas mulai berdatangan.
Meskipun waktu perayaan masih beberapa minggu lagi, panitia kurban di berbagai masjid sudah mulai menghubungi para Juleha untuk membantu dalam penyembelihan hewan kurban.
Salah satu Juleha di Banyumas, Surasno, mengungkapkan bahwa permintaan untuk jasa penyembelihan hewan kurban sudah mulai diterimanya.
“Panitia masjid atau panitia kurban sudah ada yang meminta saya untuk menyembelih hewan kurban di Hari Raya Idul Adha,” ungkapnya pada Jumat (16/5).
Sebagai seorang Juleha, Surasno memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa seluruh proses penyembelihan hewan kurban berjalan sesuai dengan syariat Islam.
Ia juga harus menjamin kehalalan daging kurban agar aman dan layak dikonsumsi oleh umat Muslim.
Demi memastikan hal tersebut, Surasno melakukan berbagai persiapan dengan matang, salah satunya adalah menyiapkan lebih dari satu golok tajam untuk proses penyembelihan.
“Golok yang saya bawa lebih dari satu, tergantung pada jumlah hewan yang akan disembelih di lokasi tersebut,” ujar Surasno, menambahkan bahwa jumlah golok disesuaikan dengan banyaknya hewan yang harus disembelih pada hari itu.
Biasanya, sebagai Juleha, Surasno hanya menyembelih hewan kurban di satu atau dua tempat saja dalam sehari.
Proses penyembelihan hewan kurban, terutama sapi, membutuhkan ketelitian dan waktu yang tidak sebentar.
Surasno menjelaskan bahwa jika jumlah sapi yang harus disembelih di satu lokasi cukup banyak, maka akan sangat sulit untuk melanjutkan ke tempat lain, terlebih lagi jika jaraknya jauh.
“Proses penyembelihan membutuhkan waktu, apalagi jika jumlah hewan di satu lokasi cukup banyak, sulit untuk melanjutkan ke tempat lain yang jaraknya jauh,” jelasnya.
Hal inilah yang menjadi alasan mengapa setiap Juleha perlu mempertimbangkan dengan cermat waktu, jumlah hewan yang akan disembelih, dan jarak antar lokasi sebelum menerima lebih dari satu permintaan dalam sehari.
Mengatur waktu dengan baik sangat penting agar proses penyembelihan dapat dilakukan dengan lancar dan sesuai standar kehalalan tanpa terburu-buru.
Surasno menambahkan bahwa meskipun permintaan semakin banyak, ia tetap memastikan bahwa setiap proses penyembelihan dilakukan dengan hati-hati, sesuai dengan tuntunan agama, dan tidak terburu-buru.
Sebagai Juleha, Surasno juga harus memastikan bahwa setiap tahapan dalam proses penyembelihan dilakukan dengan benar.
Dari mulai cara penyembelihan yang sesuai dengan hukum Islam, hingga memastikan bahwa setiap hewan yang disembelih dikelola dengan baik, agar daging yang dihasilkan layak untuk konsumsi umat Muslim.
Ia menyatakan bahwa meskipun permintaan untuk jasa penyembelihan semakin meningkat menjelang Idul Adha, keutamaan dalam menjalankan tugas ini adalah memastikan bahwa setiap penyembelihan dilakukan dengan penuh tanggung jawab.
“Menjadi Juleha bukan hanya soal menyembelih hewan, tapi lebih pada bagaimana memastikan semuanya sesuai dengan syariat Islam, mulai dari cara penyembelihan hingga memastikan kehalalan daging yang akan dikonsumsi,” tambahnya.
Dengan semakin banyaknya permintaan jasa Juleha menjelang Idul Adha, Surasno mengingatkan pentingnya perencanaan matang dan koordinasi antara panitia kurban dan Juleha.
Semua itu demi memastikan bahwa pelaksanaan ibadah kurban berjalan dengan lancar dan sesuai dengan syariat, serta daging yang dihasilkan benar-benar halal dan berkah bagi umat Muslim. (fij/stch)
















