BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Menjelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Perikanan dan Peternakan (Dinkannak) Kabupaten Banyumas telah menyiapkan tim pemeriksa kesehatan hewan kurban. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh hewan yang dijual dan disembelih di wilayah Banyumas benar-benar dalam kondisi sehat dan layak dikurbankan.
Plt Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dinkannak Banyumas, Sulistyo Widyashadi, mengungkapkan bahwa pemeriksaan kesehatan hewan kurban telah dimulai sebulan sebelum perayaan Idul Adha.
Fokus utama dari pemeriksaan ini adalah hewan-hewan yang berasal dari luar daerah, guna mencegah masuknya penyakit yang dapat membahayakan kesehatan hewan dan manusia.
“Tim kami bertugas memeriksa hewan, terutama yang berasal dari luar daerah. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan hewan yang akan dikurbankan benar-benar sehat,” kata Sulistyo, Jumat (16/5).
Tim pemeriksa yang terdiri dari petugas dari Puskeswan Banyumas dan Cilongok ini melakukan pemeriksaan secara langsung di berbagai lokasi pengepul ternak di kecamatan-kecamatan yang ada di Banyumas, seperti Kembaran, Kalibagor, Sumbang, Sokaraja, Wangon, dan Ajibarang.
Pemeriksaan dilakukan di lapangan untuk memastikan bahwa hewan yang akan disembelih dalam keadaan sehat dan tidak terindikasi penyakit berbahaya.
Selain pemeriksaan sebelum penyembelihan, Dinkannak juga menyiapkan tim yang akan bertugas pada Hari Raya Idul Adha, tepatnya pada saat penyembelihan hewan kurban.
Tim ini bertugas memeriksa organ tubuh hewan untuk mendeteksi penyakit yang mungkin tidak terlihat secara kasat mata, seperti kelainan pada organ dalam yang bisa membahayakan kualitas daging.
“Kalau ditemukan hewan yang terindikasi sakit, akan dicek apakah bisa disembuhkan. Jika tidak, maka akan dikarantina atau dipisahkan, lalu didata dan dilaporkan ke kami,” jelas Sulistyo lebih lanjut.
Pemeriksaan kesehatan hewan kurban juga dilakukan secara rutin di pasar hewan, dengan mengikuti arahan dari Kementerian Pertanian. Menurut peraturan yang ada, setiap hewan kurban harus bebas dari penyakit yang membahayakan, seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD).
Gejala-gejala yang dicermati dalam pemeriksaan ini meliputi demam, ingus, luka pada kuku, serta benjolan di kulit hewan. Gejala-gejala tersebut dapat menjadi indikasi adanya penyakit yang bisa mempengaruhi kualitas daging yang dikonsumsi oleh umat Muslim.
Sulistyo menambahkan, langkah pemeriksaan ini penting untuk memastikan bahwa daging kurban yang akan diterima masyarakat dalam keadaan sehat dan aman untuk dikonsumsi.
Dengan langkah pencegahan seperti ini, Dinkannak berupaya untuk menjaga kualitas daging kurban yang akan dikonsumsi oleh masyarakat, serta meminimalisir risiko penularan penyakit dari hewan ke manusia.
“Melalui pemeriksaan yang dilakukan sebelum dan pada saat penyembelihan, kami memastikan bahwa hewan kurban yang sampai ke masyarakat benar-benar aman untuk dikonsumsi. Hal ini penting untuk menjaga kesehatan umat dan menjamin ibadah kurban berjalan lancar,” ujarnya.
Dengan persiapan yang matang, diharapkan perayaan Idul Adha di Kabupaten Banyumas dapat berlangsung dengan lancar, aman, dan sehat, serta memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. (alw/stch)
















