BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Kabupaten Banyumas resmi dimulai, Senin (7/9/2026).
Kompetisi hari pertama mempertemukan peserta dari jenjang MA, SMA, dan SMK dengan persaingan yang disebut semakin kompetitif, khususnya pada jenjang MA.
Di sisi lain, jumlah peserta OMI Kabupaten Banyumas tahun ini mengalami penurunan dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya.
Jika tahun lalu jumlah peserta mencapai sekitar 1.700 murid, tahun ini total peserta tercatat sebanyak 1.321 anak.
Steering Committee (SC) OMI Kabupaten Banyumas Dwi Yuliani mengatakan, rangkaian OMI Kabupaten Banyumas berlangsung selama tiga hari dan dilaksanakan di empat titik lokasi.
Hari pertama, Senin (7/9/2026), kompetisi diikuti peserta dari jenjang MA/SMA/SMK.
Kemudian hari kedua diperuntukkan bagi peserta MTs/SMP, sedangkan hari terakhir diikuti peserta jenjang MI/SD.
“Untuk hari pertama, peserta dari jenjang MA/SMA/SMK hari ini ada 312 anak untuk mapel Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi dan Geografi,” kata Dwi saat ditemui Radarmas.
Sebanyak enam mata pelajaran menjadi bidang yang diperlombakan pada hari pertama OMI Kabupaten Banyumas.
Keenamnya meliputi Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi, dan Geografi.
Seluruh MA negeri di Kabupaten Banyumas turut mengikuti kompetisi tahun ini.
Selain peserta dari madrasah aliyah, persaingan pada jenjang yang sama juga diramaikan siswa dari sejumlah sekolah umum.
Untuk jenjang SMA, peserta berasal dari SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, SMA Negeri 4, dan SMA Negeri 5 Purwokerto. Sementara dari jenjang SMK terdapat peserta dari SMK Negeri 1 Purwokerto.
Kehadiran peserta dari SMA dan SMK tersebut membuat persaingan pada kelompok jenjang MA/SMA/SMK menjadi semakin beragam.
Dari enam mata pelajaran yang dipertandingkan pada hari pertama, Matematika menjadi bidang dengan jumlah peserta paling banyak.
Tercatat sebanyak 67 peserta mengikuti kompetisi mata pelajaran Matematika. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak dibandingkan lima bidang lainnya yang diperlombakan pada hari pertama.
Persaingan pada setiap mata pelajaran tidak hanya menjadi kesempatan bagi peserta untuk menguji kemampuan akademik, tetapi juga menjadi ajang mengukur kesiapan menghadapi kompetisi dengan peserta dari sekolah dan madrasah lain.
Bagi peserta MA, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri.
Mereka tidak hanya berhadapan dengan sesama siswa madrasah aliyah, tetapi juga peserta dari SMA dan SMK yang mengikuti kompetisi dalam kelompok jenjang yang sama.
Dwi mengatakan, meski secara keseluruhan jumlah peserta OMI Kabupaten Banyumas mengalami penurunan, persaingan di jenjang MA justru terasa semakin ketat.
Hal tersebut salah satunya dipengaruhi oleh keterlibatan peserta dari luar MA.
Peserta SMA dan SMK ikut meramaikan kompetisi sehingga persaingan pada kelompok jenjang pendidikan tersebut menjadi lebih kompetitif.
“Persaingan di jenjang MA semakin kompetitif karena peserta dari luar MA ikut meramaikan kompetisi pada jenjang yang sama,” jelas Dwi.
Kondisi tersebut menjadi warna tersendiri dalam pelaksanaan OMI Kabupaten Banyumas tahun ini.
Kompetisi tidak hanya menjadi arena bagi siswa madrasah, tetapi juga mempertemukan siswa dari sekolah umum dalam bidang-bidang akademik yang sama.
Dengan demikian, capaian peserta nantinya akan ditentukan oleh kemampuan masing-masing dalam mengerjakan materi yang dilombakan.
Rangkaian OMI Kabupaten Banyumas masih akan berlangsung hingga hari ketiga.
Setelah seluruh kompetisi selesai dilaksanakan, panitia akan melakukan proses pengolahan hasil sebelum mengumumkan peserta yang berhasil meraih prestasi.
Dwi mengatakan hasil kompetisi dijadwalkan diumumkan pada 12 September 2026.
“Hasil diumumkan 12 September,” terang dia.
Pengumuman tersebut akan dilakukan setelah seluruh rangkaian OMI Kabupaten Banyumas selesai, termasuk kompetisi untuk jenjang MTs/SMP serta MI/SD.
Tahun ini, secara keseluruhan terdapat 1.321 peserta yang mengikuti OMI Kabupaten Banyumas.
Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 1.700 murid.
Meski jumlah peserta menurun, kompetisi pada jenjang MA/SMA/SMK tetap berlangsung dengan persaingan yang ketat.
Keterlibatan siswa dari berbagai sekolah dan madrasah membuat kompetisi menjadi lebih terbuka sekaligus memberikan pengalaman bagi para peserta untuk menguji kemampuan akademiknya.
OMI Kabupaten Banyumas pun diharapkan dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi sekaligus menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat di bidang akademik. (yda/stch/dda)














