BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Kekeringan mulai berdampak pada warga Desa Karanggedang, Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap.
Menurunnya debit sumber air membuat ratusan keluarga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Berdasarkan hasil kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, sebanyak 264 kepala keluarga (KK) atau 989 jiwa terdampak kekeringan di Desa Karanggedang.
Kondisi tersebut membuat sebagian warga harus mencari sumber air dengan jarak yang lebih jauh.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, BPBD bersama pemerintah desa dan sejumlah pihak telah mulai menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap Taryo mengatakan, kesulitan air bersih terjadi karena debit sumber air yang selama ini digunakan warga mulai berkurang.
“Warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih karena debit sumber air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari mulai berkurang,” kata Taryo, Minggu (6/9/2026).
Penurunan debit tersebut berdampak langsung terhadap ketersediaan air bagi warga.
Sumber air yang sebelumnya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kini tidak lagi mencukupi kebutuhan masyarakat.
BPBD kemudian melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah warga yang terdampak sekaligus menentukan kebutuhan penanganan di lapangan.
Hasil pendataan menunjukkan dampak kekeringan tersebar di sejumlah wilayah RT di Desa Karanggedang.
Dari total 264 KK atau 989 jiwa yang terdampak, sebanyak 135 KK atau 662 jiwa berada di RT 1, RT 2, dan RT 3 RW 05.
Sementara itu, wilayah RT 4 dan RT 5 RW 05 tercatat dihuni 129 KK atau 327 jiwa yang turut mengalami dampak kekeringan.
Jumlah tersebut menunjukkan bahwa persoalan ketersediaan air bersih mulai dirasakan cukup luas di wilayah Desa Karanggedang.
Menurut Taryo, sebagian warga terpaksa mengambil air dari lokasi yang lebih jauh untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Situasi tersebut menjadi perhatian karena air merupakan kebutuhan dasar yang harus tersedia setiap hari, terutama untuk kebutuhan minum, memasak, mandi, dan keperluan rumah tangga lainnya.
Sebagai langkah penanganan awal, BPBD Cilacap bersama pemerintah desa dan sejumlah pihak telah menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak.
Setiap titik distribusi mendapatkan bantuan sebanyak 5.000 liter air bersih.
Air tersebut kemudian ditampung dan digunakan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Bantuan diharapkan dapat meringankan beban masyarakat selama sumber air utama belum kembali normal.
“Distribusi air bersih sudah dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga. Kami akan terus memantau kondisi di lapangan,” ujar Taryo.
Penyaluran bantuan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Apabila sumber air belum pulih dan kebutuhan warga masih belum tercukupi, BPBD akan kembali melakukan distribusi air bersih.
BPBD Cilacap juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama musim kemarau.
Penghematan air dinilai penting untuk menjaga ketersediaan sumber air yang masih dapat digunakan masyarakat.
Warga diharapkan memprioritaskan penggunaan air untuk kebutuhan yang paling mendesak.
Di sisi lain, BPBD akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sumber air dan perkembangan kebutuhan masyarakat.
Koordinasi juga dilakukan bersama pemerintah desa dan kecamatan untuk memastikan kondisi kekeringan dapat ditangani sesuai kebutuhan.
Pemantauan diperlukan untuk mengetahui apakah debit sumber air terus mengalami penurunan atau mulai kembali meningkat seiring perubahan kondisi cuaca.
Taryo mengatakan Desa Karanggedang merupakan salah satu wilayah yang masuk dalam daftar daerah berpotensi mengalami kekeringan di Kabupaten Cilacap.
Karena itu, kondisi penurunan debit sumber air menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama ketika musim kemarau berlangsung.
“Desa Karanggedang ini termasuk wilayah yang masuk dalam daftar daerah yang berpotensi mengalami kekeringan di Kabupaten Cilacap,” pungkasnya.
Pemerintah bersama BPBD akan terus memantau kebutuhan air bersih warga. Jika kondisi belum membaik, bantuan air bersih dapat kembali disalurkan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Dengan 264 KK atau 989 jiwa yang telah terdata terdampak, penanganan kekeringan di Desa Karanggedang menjadi salah satu perhatian BPBD Cilacap.
Masyarakat juga diminta ikut menjaga ketersediaan air dengan mengurangi penggunaan yang tidak mendesak selama kondisi sumber air masih terbatas. (jul/stch/dda)














