BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Dua pelajar asal Kabupaten Banjarnegara berhasil lolos seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026.
Prestasi tersebut menjadi catatan baru karena untuk pertama kalinya dua wakil Banjarnegara berhasil masuk jajaran Paskibraka tingkat provinsi.
Kedua pelajar tersebut adalah Zulfikar Al Habsy, siswa SMAN 1 Banjarnegara, dan Sintiya Sahilatul Muna, siswi SMA Negeri 1 Karangkobar.
Keduanya tidak hanya berhasil melewati proses seleksi, tetapi juga mendapatkan kesempatan membawa nama Banjarnegara dalam pelaksanaan upacara pengibaran bendera tingkat Jawa Tengah.
Sintiya Sahilatul Muna mendapat kepercayaan menjalankan tugas sebagai Bunga Baki dalam upacara pengibaran bendera tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Tugas tersebut menjadi kejutan bagi Sintiya. Sebelum mengetahui pembagian tugas, siswi SMA Negeri 1 Karangkobar itu mengaku memperkirakan dirinya hanya akan ditempatkan sebagai bagian dari Pasukan 17.
Namun, hasil akhirnya justru memberikan kesempatan lebih besar.
Sintiya dipercaya menjalankan salah satu tugas penting dalam rangkaian upacara pengibaran bendera tingkat Jawa Tengah.
“Perasaan saya sangat senang bisa masuk Paskibraka tingkat Provinsi Jawa Tengah dan menjadi Bunga Baki. Awalnya saya kira hanya menjadi Pasukan 17, tetapi alhamdulillah saya mendapat kesempatan menjadi Bunga Baki. Ini pengalaman yang sangat berharga bagi saya,” tutur Sintiya, Kamis (3/8/2026).
Kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi Sintiya.
Selain menjalankan tugas kenegaraan, proses menjadi Paskibraka juga memberikan pengalaman mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan kesiapan mental.
Sementara itu, Zulfikar Al Habsy juga menyampaikan rasa bangga karena mendapatkan kesempatan menjadi bagian dari Paskibraka Jawa Tengah 2026.
Siswa SMAN 1 Banjarnegara tersebut menyebut kesempatan itu sebagai kebanggaan sekaligus kehormatan.
Terlebih, dirinya dapat membawa nama Banjarnegara ke tingkat yang lebih tinggi.
“Alhamdulillah, suatu kebanggaan dan kehormatan bisa menjalani perjuangan ini dengan baik dalam pengibaran bendera Merah Putih di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Semoga ilmu yang diberikan bisa kami manfaatkan dan bermanfaat bagi masyarakat Banjarnegara,” ungkapnya.
Keberhasilan Zulfikar dan Sintiya menjadi pencapaian tersendiri bagi pembinaan generasi muda di Banjarnegara.
Keduanya harus melewati proses seleksi dan latihan sebelum akhirnya dipercaya menjadi bagian dari Paskibraka tingkat provinsi.
Keberhasilan dua pelajar tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Banjarnegara, dr Amalia Desiana. Menurut Amalia, pencapaian tersebut tidak diraih dengan mudah.
Proses seleksi dan latihan Paskibraka membutuhkan berbagai kemampuan.
Selain kondisi fisik, calon Paskibraka dituntut memiliki disiplin, mental yang kuat, kekompakan, serta rasa tanggung jawab.
Amalia menyampaikan apresiasi ketika menerima Zulfikar dan Sintiya bersama orang tua, kepala sekolah, serta Kepala Bakesbangpol Banjarnegara, Izak.
“Saya menyampaikan terima kasih atas perjuangan yang luar biasa. Terpilih menjadi Paskibraka Jawa Tengah merupakan prestasi yang membanggakan dan membawa nama Banjarnegara,” kata Amalia.
Menurutnya, pengalaman yang diperoleh selama mengikuti rangkaian latihan Paskibraka dapat menjadi bekal penting bagi kedua pelajar tersebut.
Pengalaman tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan upacara.
Nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kekompakan, dan kerja keras yang didapat selama menjalani pembinaan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk mempersiapkan masa depan.
Kepala Bakesbangpol Banjarnegara, Izak, menyebut keberhasilan Zulfikar dan Sintiya sebagai catatan penting dalam pembinaan Paskibraka di daerah.
Pasalnya, pada tahun 2026 untuk pertama kalinya Banjarnegara memiliki dua pelajar yang berhasil masuk Paskibraka tingkat Provinsi Jawa Tengah.
“Tahun 2026 ini untuk pertama kalinya dua Paskibraka Banjarnegara masuk di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Ini merupakan kebanggaan dan kehormatan bagi kita semua,” katanya.
Capaian tersebut dinilai dapat menjadi momentum untuk meningkatkan pembinaan calon Paskibraka di Banjarnegara.
Keberhasilan dua pelajar itu juga menunjukkan bahwa pelajar dari daerah memiliki kesempatan untuk bersaing dalam seleksi Paskibraka tingkat provinsi.
Izak berharap pencapaian Zulfikar dan Sintiya dapat menjadi motivasi bagi pelajar lainnya.
Ke depan, semakin banyak pelajar Banjarnegara diharapkan mampu mengikuti jejak keduanya.
Target pembinaan bahkan tidak hanya sampai tingkat Provinsi Jawa Tengah. Pelajar Banjarnegara diharapkan dapat menembus seleksi Paskibraka tingkat nasional.
Prestasi tersebut juga menjadi dorongan bagi sekolah, pemerintah daerah, keluarga, dan pihak terkait untuk terus memberikan dukungan kepada para pelajar yang memiliki potensi.
Keberhasilan Zulfikar dan Sintiya pada Paskibraka Jawa Tengah 2026 akhirnya menjadi sebuah tonggak baru bagi Banjarnegara.
Untuk pertama kalinya, dua wakil dari kabupaten tersebut berhasil masuk dalam jajaran Paskibraka tingkat Provinsi Jawa Tengah dalam satu tahun.
Bagi kedua pelajar, pengalaman tersebut bukan hanya tentang berdiri dalam barisan dan menjalankan tugas saat upacara.
Lebih dari itu, menjadi Paskibraka memberikan kesempatan untuk belajar mengenai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kebanggaan membawa nama daerah. (jud/stch/dda)














