Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
SELARAS 2026 Perkuat Ekosistem Halal dan Literasi Masyarakat Banyumas Raya
Purbalingga Gagal Tembus 20 Besar Popda Jateng 2026, Hanya Raih 3 Emas

Purbalingga Gagal Tembus 20 Besar Popda Jateng 2026, Hanya Raih 3 Emas

Purbalingga Gagal Masuk 20 Besar PopdaPurbalingga Gagal Masuk 20 Besar Popda
SUDAH BERJUANG: Kontingen Purbalingga dalam Popda Jawa Tengah 2026. Purbalingga meraih tiga emas, 13 perak, dan 14 perunggu serta finis di posisi 29 dari 35 kabupaten/kota

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Kontingen Kabupaten Purbalingga belum mampu memenuhi target masuk 20 besar pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Tengah 2026.

Meski jumlah medali meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, Purbalingga hanya finis di posisi 29 dari 35 kabupaten/kota peserta.

Dalam Popda Jawa Tengah 2026, kontingen Purbalingga mengoleksi total 30 medali, terdiri atas tiga medali emas, 13 perak, dan 14 perunggu.

Capaian tersebut sebenarnya mengalami peningkatan dibandingkan Popda 2025.

Namun, tambahan jumlah medali belum cukup untuk mendongkrak posisi Purbalingga hingga masuk 20 besar seperti yang sebelumnya ditargetkan.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purbalingga Sadono mengatakan, secara jumlah medali terdapat peningkatan yang cukup besar dibandingkan tahun lalu.

“Popda tahun 2025 hanya mendapat 16 medali. Namun, pada Popda tahun 2026 berhasil mendapatkan 30 medali,” katanya kepada Radarmas, Minggu (6/9/2026).

Jika dibandingkan dengan Popda 2025, Purbalingga memang menunjukkan perkembangan dari sisi jumlah medali.

Pada tahun sebelumnya, kontingen hanya mengumpulkan 16 medali dengan dua di antaranya berupa emas.

Tahun ini, jumlah medali meningkat menjadi 30 atau hampir dua kali lipat. Namun, peningkatan tersebut belum sejalan dengan target perolehan emas yang telah ditetapkan.

Tiga medali emas Purbalingga pada Popda Jawa Tengah 2026 masing-masing disumbangkan dari cabang olahraga panahan, karate, dan pencak silat.

Sementara itu, 13 medali perak dan 14 medali perunggu melengkapi perolehan kontingen Purbalingga.

Sebelumnya, Purbalingga menargetkan mampu mengamankan 13 medali emas, 11 perak, dan 11 perunggu.

Dengan demikian, capaian emas aktual hanya tiga keping atau sekitar 23 persen dari target emas yang telah ditetapkan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat Purbalingga belum mampu bersaing untuk menembus 20 besar klasemen Popda Jateng 2026.

Popda Jawa Tengah 2026 berlangsung pada 1–6 September 2026 dengan lokasi pertandingan tersebar di Kota Semarang dan Kabupaten Kendal.

Purbalingga mengirimkan 146 atlet untuk mengikuti ajang olahraga pelajar tingkat provinsi tersebut. Para atlet bertanding dalam 16 cabang olahraga.

Sebanyak 16 cabang olahraga yang diikuti meliputi atletik, bola voli pasir, bulu tangkis, karate, panahan, panjat tebing, pencak silat, renang, taekwondo, tenis lapangan, tenis meja, menembak, judo, tinju, balap sepeda, dan wushu.

Dengan raihan tiga emas, 13 perak, dan 14 perunggu, Purbalingga harus puas berada di peringkat 29 dari total 35 kabupaten/kota peserta.

Hasil tersebut menunjukkan masih adanya pekerjaan rumah bagi pembinaan olahraga pelajar di Purbalingga, terutama dalam meningkatkan kemampuan atlet untuk meraih medali emas.

Target perolehan medali Purbalingga pada Popda 2026 sebelumnya telah dibagi berdasarkan jenjang pendidikan atlet.

Untuk atlet tingkat SD/MI, kontingen Purbalingga menargetkan satu medali emas, satu perak, dan dua perunggu.

Sementara itu, atlet jenjang SMP/MTs ditargetkan mampu menyumbangkan lima emas, empat perak, dan empat perunggu.

Adapun atlet dari jenjang SMA/SMK/MA memiliki target paling besar, yakni tujuh medali emas, enam perak, dan lima perunggu.

Jika seluruh target tersebut dijumlahkan, Purbalingga membidik 13 emas, 11 perak, dan 11 perunggu. Namun, hasil akhir menunjukkan target tersebut belum dapat diwujudkan.

Meski demikian, peningkatan total medali dari 16 menjadi 30 menjadi catatan positif yang tetap perlu diperhatikan dalam evaluasi pembinaan atlet pelajar.

Sadono mengatakan, hasil Popda Jawa Tengah 2026 diharapkan tidak hanya dilihat dari posisi akhir klasemen.

Capaian tersebut juga perlu menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan prestasi olahraga Purbalingga ke depan.

“Hasil Popda ini diharapkan dapat menjadi evaluasi sekaligus motivasi seluruh pihak untuk prestasi olahraga yang lebih baik bagi Kabupaten Purbalingga,” lanjutnya.

Evaluasi diperlukan untuk melihat cabang olahraga mana yang mampu memberikan kontribusi maksimal sekaligus sektor yang masih membutuhkan penguatan.

Dengan jumlah atlet yang cukup besar dan keikutsertaan dalam 16 cabang olahraga, pengalaman bertanding di tingkat Jawa Tengah juga menjadi bagian penting dari proses pembinaan atlet pelajar Purbalingga.

Capaian 30 medali tahun ini setidaknya menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan Popda 2025.

Namun, minimnya perolehan emas menjadi pekerjaan rumah agar prestasi tersebut dapat dikonversi menjadi posisi yang lebih baik pada ajang berikutnya.

Target masuk 20 besar memang belum tercapai pada Popda Jateng 2026. Hasil ini diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah daerah, pelatih, sekolah, organisasi olahraga, dan para atlet untuk memperkuat pembinaan secara berkelanjutan.

Dengan evaluasi terhadap hasil pertandingan dan persiapan yang lebih matang, Purbalingga diharapkan mampu meningkatkan kualitas atlet sekaligus memperbesar peluang meraih medali emas pada kompetisi olahraga pelajar berikutnya. (tya/stch/dda)

Berita Sebelumnya
SELARAS Perkuat UMKM Banyumas Raya

SELARAS 2026 Perkuat Ekosistem Halal dan Literasi Masyarakat Banyumas Raya