Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Batasan BPJS Kesehatan, Ini Penyakit dan Layanan yang Dikecualikan
Lima Kebakaran Lahan Terjadi di Banyumas dalam Dua Hari, 2,5 Hektare Terbakar

Lima Kebakaran Lahan Terjadi di Banyumas dalam Dua Hari, 2,5 Hektare Terbakar

Lima Kebakaran Lahan dalam Dua HariLima Kebakaran Lahan dalam Dua Hari
MENYALA: Petugas gabungan memadamkan kebakaran lahan seluas 2,5 hektare di Desa Gunung Wetan, Jatilawang, Minggu (6/9) dini hari

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Kebakaran lahan kembali terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Banyumas.

Sedikitnya lima kejadian kebakaran lahan ditangani petugas dalam rentang dua hari, Sabtu hingga Minggu (5–6/9/2026).

Dari lima kejadian tersebut, empat kebakaran terjadi pada Sabtu (5/9), sedangkan satu kejadian lainnya berlangsung pada Minggu dini hari di Kecamatan Jatilawang.

Kebakaran di Jatilawang menjadi kejadian dengan luasan lahan terdampak paling besar.

Api membakar kawasan perkebunan dan pekarangan dengan luas sekitar 2,5 hektare di Grumbul Kali Duren, Desa Gunung Wetan.

Rangkaian kebakaran tersebut menjadi perhatian karena sebagian lokasi dipenuhi rerumputan dan vegetasi kering yang mudah terbakar.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyumas Abdul Ladjis mengatakan, dua dari empat kebakaran yang terjadi pada Sabtu berlangsung pada siang hari.

Kejadian pertama berlangsung di Desa Karangrau, Kecamatan Sokaraja, sekitar pukul 12.15 WIB.

Api membakar rumpun bambu di lahan warga dengan luas sekitar 200 meter persegi. Petugas berhasil mengendalikan dan memadamkan api sekitar pukul 13.15 WIB.

Setelah api padam, petugas masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak muncul kembali titik panas yang dapat memicu kebakaran susulan.

Kebakaran berikutnya terjadi di Grumbul Karangjengkol, Kelurahan Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan, sekitar pukul 13.35 WIB.

Lahan yang terbakar memiliki luas sekitar 100 meter persegi. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.15 WIB.

Abdul mengatakan penyebab kedua kebakaran tersebut masih belum diketahui. Meski demikian, tidak ada rumah maupun warga yang terdampak.

“Dua kejadian tersebut penyebabnya masih belum diketahui. Tidak ada rumah maupun warga yang terdampak,” kata Abdul.

Dua kebakaran lahan lainnya pada Sabtu terjadi mulai sore hingga malam hari dan dilaporkan UPT Damkar Banyumas.

Kebakaran pertama terjadi di kawasan Tanjung, tepatnya di depan SPBU Jalan Gerilya Barat, sekitar pukul 14.30 WIB.

Kepala UPT Damkar Banyumas Andaru Budilaksono mengatakan, api pertama kali terlihat ketika seorang warga membersihkan lahan dengan cara membakar.

Kondisi angin yang cukup kencang kemudian membuat kobaran api membesar.

Api bahkan merembet dan mendekati kawasan Telkom serta gudang yang berada di sekitar lokasi.

Petugas Damkar yang mendapatkan laporan segera menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 14.58 WIB.

Menurut Andaru, kebakaran tersebut diduga terjadi akibat kelalaian manusia.

“Kobaran api kemudian membesar setelah tertiup angin dan merembet mendekati area Telkom serta gudang di sekitar lokasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, warga awalnya membakar lahan untuk membersihkannya. Namun, api menjadi sulit dikendalikan setelah tertiup angin.

“Penyebabnya diduga karena kelalaian manusia. Saat warga membakar untuk membersihkan lahan, angin cukup besar sehingga api membesar dan merembet,” jelas Andaru.

Kebakaran lahan lainnya terjadi di kawasan Pancurawis, Kelurahan Purwokerto Selatan, pada Sabtu sekitar pukul 18.13 WIB.

Lahan milik Buntoro dengan luas sekitar 500 meter persegi terbakar. Petugas berhasil memadamkan api sekitar pukul 18.50 WIB.

“Dalam kejadian tersebut, penyebab kebakaran juga diduga akibat kelalaian manusia,” tambah Andaru.

Dalam menangani dua kebakaran tersebut, petugas Damkar bekerja bersama BPBD, Satlinmas, Polsek Purwokerto Selatan, serta masyarakat.

Selain memadamkan kobaran api, petugas juga melakukan pendinginan dan pemantauan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang kembali menyala.

Empat kebakaran lahan yang terjadi pada Sabtu tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.

Rangkaian kebakaran lahan belum berhenti. Pada Minggu (6/9) dini hari, kebakaran kembali terjadi di Grumbul Kali Duren, Desa Gunung Wetan, Kecamatan Jatilawang.

Kali ini, api membakar kawasan perkebunan dan pekarangan hingga melalap rerumputan kering. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai 2,5 hektare.

Kapolsek Jatilawang Iptu Sugiyanto mengatakan kebakaran diketahui sekitar pukul 02.30 WIB.

Warga yang melihat kobaran api kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Jatilawang.

Petugas piket bersama Bhabinkamtibmas langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

Karena api berada di area yang dipenuhi rerumputan kering, petugas bersama warga melakukan pemadaman secara manual sekaligus berupaya mencegah kobaran merambat ke kawasan lain.

“Petugas bersama warga langsung berupaya melakukan pemadaman untuk mencegah api semakin meluas,” kata Sugiyanto.

Penanganan kebakaran di Gunung Wetan kemudian diperkuat dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran dari Damkar Wangon.

Petugas gabungan bersama warga berjibaku memadamkan api di tengah kondisi lahan yang dipenuhi vegetasi kering.

Sugiyanto mengatakan lahan yang terbakar diketahui merupakan milik Sumarjo, 67, dan Wirya, 76.

“Lahan yang terbakar diketahui milik Sumarjo (67), dan Wirya (76). Syukur tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” katanya.

Petugas terus melakukan penanganan hingga memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala.

Pemantauan juga dilakukan untuk mencegah api meluas menuju permukiman maupun lahan lain yang berada di sekitar lokasi.

Rangkaian lima kebakaran lahan dalam dua hari menjadi pengingat bagi masyarakat Banyumas untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika kondisi vegetasi mulai mengering.

Kapolsek Jatilawang Iptu Sugiyanto meminta warga tidak melakukan pembakaran secara sembarangan di lahan terbuka.

Menurutnya, api dapat dengan cepat merambat ketika kondisi lahan kering. Risiko tersebut semakin sulit dikendalikan apabila kebakaran terjadi pada malam hari ketika kondisi lingkungan lebih sulit dipantau.

“Kami mengimbau warga tidak melakukan pembakaran sembarangan di lahan terbuka. Api dapat dengan cepat merambat ketika kondisi lahan kering, terlebih pada malam hari saat sulit terpantau,” ujarnya.

Masyarakat juga diharapkan segera melapor apabila melihat adanya titik api atau kebakaran lahan.

Pelaporan lebih awal dapat membantu petugas melakukan penanganan sebelum api meluas.

Lima kejadian kebakaran yang berlangsung dalam dua hari tersebut seluruhnya berhasil ditangani petugas. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka yang dilaporkan.

Namun, kejadian di Jatilawang yang membakar sekitar 2,5 hektare menunjukkan besarnya potensi kebakaran ketika api bertemu dengan rerumputan dan vegetasi yang kering.

Karena itu, kewaspadaan masyarakat dan kehati-hatian dalam menggunakan api di lahan terbuka menjadi sangat penting untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi. (zet/stch/dda)

Berita Sebelumnya
BPJS Kesehatan (4)

Batasan BPJS Kesehatan, Ini Penyakit dan Layanan yang Dikecualikan