BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Menjelang pelaksanaan Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) Ganjil Tahun Pelajaran 2026/2027, SMP Negeri 2 Kesugihan menggelar kegiatan jalan sehat dan kebersihan lingkungan sekolah.
Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh peserta didik, pendidik, serta tenaga kependidikan SMPN 2 Kesugihan.
Selain menjaga kebugaran tubuh, kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun kepedulian siswa terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi asesmen secara fisik dan mental.
Rangkaian kegiatan diawali dengan membaca Asmaul Husna bersama. Setelah itu, seluruh peserta mengikuti jalan sehat dengan menyusuri lingkungan di sekitar sekolah.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda rutin bulanan yang dilaksanakan sekolah untuk menjaga kebugaran sekaligus mempererat kebersamaan antara siswa, guru, dan tenaga kependidikan.
Kepala SMPN 2 Kesugihan, Yunis Rachman SPd MPd, mengatakan kegiatan jalan sehat dan kebersihan lingkungan memiliki sejumlah tujuan.
Selain menjaga kesehatan dan kebersihan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Menurut Yunis, persiapan menghadapi ASTS Ganjil tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik.
Kondisi fisik dan mental siswa juga perlu diperhatikan agar mereka dapat mengikuti asesmen dengan lebih baik.
“Kegiatan ini merupakan agenda rutin bulanan. Selain untuk menjaga kebugaran dan kebersihan lingkungan, jalan sehat juga kami manfaatkan untuk memperkenalkan siswa dengan lingkungan sekitar sekolah. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan menjelang pelaksanaan ASTS Ganjil,” kata Yunis.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak untuk tetap aktif bergerak sekaligus mendapatkan suasana belajar yang lebih bervariasi.
Jalan sehat di lingkungan sekitar sekolah juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengenal lingkungan yang berada di sekitar tempat mereka menuntut ilmu.
Sebelum berjalan bersama, kegiatan diawali dengan membaca Asmaul Husna. Seluruh peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan mengikuti kegiatan tersebut secara bersama-sama.
Pembacaan Asmaul Husna menjadi bagian dari upaya sekolah membangun kebiasaan keagamaan di lingkungan pendidikan.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi siswa untuk mempersiapkan diri secara batin sebelum menjalani rangkaian aktivitas berikutnya.
Setelah kegiatan keagamaan selesai, siswa dan seluruh warga sekolah kemudian mengikuti jalan sehat.
Kegiatan dilakukan dalam suasana kebersamaan. Para siswa berjalan mengikuti rute yang berada di sekitar sekolah sambil tetap menjaga ketertiban.
Bagi sekolah, kegiatan semacam ini bukan hanya berkaitan dengan aktivitas fisik.
Jalan sehat juga menjadi kesempatan untuk membangun interaksi positif antara siswa dengan teman-temannya maupun dengan para guru.
Selain jalan sehat, SMPN 2 Kesugihan juga menggelar kegiatan kebersihan lingkungan sekolah.
Para siswa dilibatkan dalam kegiatan bersih-bersih sebagai bagian dari pembentukan kebiasaan menjaga lingkungan.
Kegiatan tersebut diharapkan membuat siswa semakin terbiasa menjaga kebersihan ruang belajar dan lingkungan sekolah.
Kebersihan juga menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana sekolah yang nyaman.
Dengan melibatkan siswa secara langsung, sekolah tidak hanya memberikan pemahaman mengenai pentingnya kebersihan melalui teori.
Peserta didik juga mendapatkan pengalaman untuk mempraktikkan kepedulian terhadap lingkungan.
Kebiasaan tersebut diharapkan dapat terbawa dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Yunis mengatakan sekolah ingin memastikan siswa tidak hanya memiliki kesiapan akademik menjelang pelaksanaan ASTS Ganjil.
Kesiapan fisik, kesehatan, mental, serta kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi bagian dari pendidikan yang perlu dibangun secara berkelanjutan.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya siap secara akademik menghadapi asesmen, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kesehatan, kebersihan, dan lingkungan,” pungkasnya.
Menurutnya, pembentukan kebiasaan positif pada siswa perlu dilakukan melalui kegiatan yang dapat mereka ikuti secara langsung.
Jalan sehat dan kegiatan kebersihan menjadi salah satu sarana untuk menanamkan kebiasaan tersebut.
Kegiatan jalan sehat di SMPN 2 Kesugihan bukan kegiatan yang hanya dilakukan menjelang asesmen. Sekolah menjadikannya sebagai agenda rutin bulanan.
Melalui agenda tersebut, sekolah berupaya menjaga kebugaran warga sekolah sekaligus memberikan ruang untuk membangun kebersamaan.
Jalan sehat juga dapat menjadi kegiatan penyegar di tengah rutinitas pembelajaran.
Siswa memperoleh kesempatan untuk beraktivitas di luar ruang kelas sembari mengenal lingkungan sekitar sekolah.
Sementara kegiatan kebersihan menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan sekolah agar tetap nyaman digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Menjelang ASTS Ganjil Tahun Pelajaran 2026/2027, rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan bekal positif bagi siswa.
Mereka tidak hanya dipersiapkan untuk menghadapi asesmen dari sisi akademik, tetapi juga diarahkan memiliki kebiasaan hidup sehat, menjaga kebersihan, serta membangun kebersamaan.
Dengan demikian, kegiatan jalan sehat dan bersih-bersih lingkungan sekolah menjadi bagian dari pendidikan karakter yang dilakukan secara nyata.
SMPN 2 Kesugihan berharap kebiasaan positif tersebut terus tumbuh dan menjadi bagian dari keseharian peserta didik. (wln/stch/dda)














