BANYUMASEKSPRES.ID, Tradisi medali bulu tangkis Indonesia di Asian Games yang sempat terhenti sejak 2022 menjadi motivasi tersendiri bagi kontingen Merah Putih untuk kembali naik podium pada Asian Games 2026.
Setelah konsisten mengamankan medali sejak 1994, termasuk medali emas, Indonesia kini membawa tekad untuk menghidupkan kembali tradisi tersebut.
Harapan itu salah satunya datang dari tunggal putri Putri Kusuma Wardani dan tunggal putra Alwi Farhan yang dipersiapkan menjadi bagian dari kekuatan Indonesia.
Keduanya menyadari persaingan di Asian Games 2026 tidak akan mudah.
Namun, persiapan matang dan evaluasi dari pertandingan sebelumnya menjadi modal penting sebelum menghadapi kompetisi empat tahunan tersebut.
Putri Kusuma Wardani menyebut persiapan yang dijalani bersama Pelatnas sejauh ini berjalan lancar dan kondusif.
Berbagai evaluasi dari pertandingan sebelumnya juga terus dilakukan untuk memperbaiki kekurangan yang masih dimiliki.
Menurut Putri, evaluasi menjadi bagian penting untuk meningkatkan kemampuan sebelum tampil di Asian Games 2026.
“Yang pasti, kekurangan dari pertandingan sebelumnya menuju pertandingan Asian Games lebih ditingkatkan lagi,” ujar Putri.
Tunggal putri yang kini menempati peringkat ketujuh dunia BWF itu pun mengincar posisi di podium Asian Games 2026.
Target tersebut juga sejalan dengan sasaran PP PBSI yang membidik medali dari ajang tersebut.
“Untuk target dari PBSI sendiri, yang pastinya medali,” tegasnya.
Putri memahami persaingan di sektor tunggal putri bakal berlangsung ketat. Kekuatan pemain-pemain Asia dinilai cukup merata sehingga setiap pertandingan berpotensi menghadirkan tantangan besar.
Kondisi tersebut membuat persiapan menjadi faktor penting bagi setiap pemain.
Selain kemampuan individu, Putri juga melihat kekompakan tim Indonesia sebagai salah satu modal untuk menghadapi persaingan.
Putri menilai komposisi tim bulu tangkis Indonesia cukup kuat untuk menghadapi Asian Games 2026.
Kekompakan antarpemain juga semakin terbentuk karena mereka telah beberapa kali menjalani pertandingan secara beregu bersama.
Pengalaman tersebut membuat para pemain memiliki kesempatan untuk membangun chemistry, baik antara sektor tunggal maupun ganda.
“Tapi, dengan komposisi yang ada, cukup kuat sih. Kami juga sudah lumayan dua atau tiga kali berregu bersama-sama. Jadi, sudah ketemu chemistry-nya di antara satu dan yang lain, baik tunggal maupun ganda,” imbuh Putri.
Kekompakan tersebut diharapkan bisa menjadi kekuatan tambahan bagi Indonesia ketika menghadapi negara-negara Asia yang memiliki tradisi kuat di cabang bulu tangkis.
Bagi Putri, target meraih medali bukan sekadar ambisi pribadi. Ia juga membawa misi untuk membantu Indonesia kembali mempertahankan reputasinya sebagai salah satu kekuatan utama bulu tangkis Asia.
Berbeda dengan Putri, Asian Games 2026 akan menjadi pengalaman pertama bagi Alwi Farhan.
Tunggal putra yang kini berada di peringkat ke-11 dunia tersebut akan menjalani debut di ajang multiolahraga terbesar di Asia itu.
Meski baru pertama kali tampil, Alwi tidak hanya mempersiapkan aspek teknis.
Kondisi mental, fisik, dan pikiran juga menjadi perhatian utama menjelang pertandingan.
Persiapan menyeluruh dinilai penting karena atmosfer pertandingan Asian Games berbeda dengan turnamen individual yang biasa diikuti para pemain.
Alwi mengungkapkan persiapannya sejauh ini berjalan dengan baik. Ia berusaha menjaga kondisi sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi tantangan di Asian Games 2026.
“Alhamdulillah sejauh ini persiapannya cukup bagus,” ujar Alwi.
Sebagai pemain muda yang akan menjalani debut, pengalaman bertanding di level internasional menjadi modal penting bagi Alwi.
Ia diharapkan mampu menjaga fokus dan tampil maksimal ketika mendapat kesempatan memperkuat Indonesia.
Selain target pribadi, Alwi juga mengungkapkan ambisi tim beregu putra Indonesia. Sektor tersebut membidik medali emas pada Asian Games 2026.
Target tersebut menunjukkan tingginya harapan yang dibebankan kepada skuad bulu tangkis Indonesia.
Persaingan beregu putra diprediksi berlangsung sengit karena sejumlah negara Asia memiliki pemain-pemain dengan kualitas tinggi.
Indonesia pun perlu mengandalkan kedalaman skuad, kekompakan, serta kesiapan setiap pemain untuk mencapai target tersebut.
Bagi Alwi, debut di Asian Games menjadi kesempatan penting untuk menambah pengalaman sekaligus membantu tim mencapai sasaran yang telah ditetapkan.
Terhentinya tradisi medali bulu tangkis Indonesia sejak 2022 menjadi catatan yang ingin segera diperbaiki.
Asian Games 2026 menjadi momentum bagi para pemain untuk kembali membawa cabang olahraga tersebut ke podium.
Putri Kusuma Wardani dan Alwi Farhan menjadi dua nama yang membawa harapan tersebut dari sektor tunggal.
Putri datang dengan pengalaman dan peringkat dunia yang cukup tinggi, sedangkan Alwi akan menghadapi Asian Games pertamanya dengan persiapan dari berbagai aspek.
Dengan persiapan yang terus dilakukan, evaluasi pertandingan, serta kekompakan tim yang semakin terbentuk, Indonesia berharap dapat bersaing untuk merebut medali.
Target medali yang dicanangkan PP PBSI sekaligus menjadi motivasi bagi para pemain untuk memberikan penampilan terbaik.
Sementara itu, ambisi emas dari tim beregu putra menunjukkan bahwa Indonesia tidak sekadar ingin berpartisipasi, tetapi berusaha kembali menunjukkan kekuatannya di panggung olahraga Asia.
Asian Games 2026 pun menjadi kesempatan bagi generasi baru bulu tangkis Indonesia untuk melanjutkan kembali tradisi prestasi yang pernah terjaga selama bertahun-tahun. (*/stch/dda)














