Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Kecelakaan Maut Terjadi 5 Hari Berturut-turut, Warga Papringan Banyumas Gelar Tahlilan Massal
Polisi Vietnam Gerebek Jaringan Perdagangan Daging Kucing, 500 Hewan Diselamatkan di Ho Chi Minh City

Polisi Vietnam Gerebek Jaringan Perdagangan Daging Kucing, 500 Hewan Diselamatkan di Ho Chi Minh City

500 Kucing Diselamatkan dari Perdagangan Daging500 Kucing Diselamatkan dari Perdagangan Daging
EVAKUASI: Satu dari 500 kucing yang diselamatkan Polisi dari rumah potong di Vietnam

BANYUMASEKSPRES.ID, VIETNAM – Dalam sebuah operasi besar yang mengguncang Ho Chi Minh City, polisi Vietnam berhasil membongkar salah satu jaringan perdagangan daging kucing terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Lebih dari 500 ekor kucing berhasil diselamatkan dari praktik pencurian hewan peliharaan yang meresahkan masyarakat.

Operasi ini berlangsung selama beberapa hari dan melibatkan penangkapan sembilan orang yang diduga terlibat dalam aktivitas ilegal tersebut.

Berdasarkan laporan dari Associated Press (AP) yang diteruskan oleh Kyodo, sejumlah 40 kucing telah berhasil dipertemukan kembali dengan pemiliknya.

Sayangnya, tidak semua kucing selamat; banyak di antaranya ditemukan dalam keadaan memprihatinkan dan beberapa dilaporkan telah mati.

Saat penggerebekan, petugas menemukan sekitar 400 kucing hidup yang ditampung dalam 45 kandang, serta sekitar 80 bangkai kucing yang disimpan dalam kotak pendingin berisi es.

Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa para pelaku mendapatkan kucing-kucing tersebut dari berbagai daerah di Vietnam selatan, termasuk Ho Chi Minh City, Tay Ninh, dan An Giang.

Hewan-hewan malang ini diduga akan dijual ke pasar daging kucing, di mana daging kucing dijual dengan harga sekitar 70.000 dong Vietnam per kilogram, atau setara dengan Rp 43 ribu.

Setelah operasi penyelamatan selesai, tim dokter hewan bersama relawan segera memberikan perawatan kepada ratusan kucing yang berhasil diselamatkan.

Sebuah pusat penampungan sementara pun didirikan di fasilitas yang dikelola oleh Divisi Polisi Kriminal Ho Chi Minh City untuk menampung kucing-kucing tersebut hingga mereka dapat kembali ke pemiliknya.

Pejabat Kepolisian Nguyen The Bao menjelaskan bahwa orang-orang yang kehilangan kucing mereka dapat datang ke kantor polisi untuk mengidentifikasi hewan peliharaan mereka dan membantu proses penyelidikan lebih lanjut.

“Kami berharap dengan adanya kerjasama dari masyarakat, kami bisa menangkap lebih banyak pelaku dan mencegah kejadian serupa terulang,” ujarnya pada surat kabar Tuoi Tre.

Sementara itu, organisasi perlindungan hewan bernama Humane World for Animals menanggapi kasus tersebut dengan serius.

Mereka menyatakan bahwa insiden ini menunjukkan masih besarnya perdagangan daging kucing di Vietnam.

Diperkirakan ribuan kucing dicuri dan diperdagangkan setiap bulan oleh jaringan-jaringan ilegal seperti ini.

Dalam operasi penyelamatan ini, beberapa kucing diketahui sedang hamil dan bahkan ada anak-anak kucing yang lahir di bawah pengawasan polisi.

Chris Gindelhumer, seorang relawan dari Vietnam Cat Welfare, menyaksikan banyak momen emosional selama proses penyelamatan berlangsung.

Banyak keluarga datang mencari hewan peliharaan mereka yang hilang selama berbulan-bulan.

“Sayangnya tidak sedikit keluarga harus pulang dengan rasa kecewa karena tidak menemukan kucing yang mereka cari,” ungkap Gindelhumer.

Situasi ini mencerminkan betapa kuatnya ikatan antara manusia dan hewan peliharaan mereka, serta kesedihan yang dirasakan ketika anggota keluarga berbulu tersebut hilang atau menjadi korban pencurian.

Konsumsi daging anjing dan kucing hingga kini masih legal di Vietnam meskipun pedagang diwajibkan untuk memiliki izin yang membuktikan asal-usul hewan yang mereka jual.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Vietnam mulai memperkuat aturan perlindungan terhadap hewan peliharaan untuk mencegah praktik-praktik ilegal seperti ini terjadi lagi.

Perdagangan daging kucing adalah isu sensitif di Vietnam dan menjadi sorotan banyak kalangan pecinta hewan domestik maupun internasional.

Masyarakat semakin menyadari pentingnya perlindungan terhadap hewan peliharaan dan dampak negatif dari perdagangan ilegal tersebut terhadap populasi hewan serta kesehatan masyarakat.

Kasus ini juga memicu diskusi lebih luas tentang etika konsumsi hewan peliharaan seperti anjing dan kucing di negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Di tengah pertumbuhan kesadaran akan hak-hak hewan dan perlunya regulasi lebih ketat terhadap perdagangan hewan peliharaan, langkah-langkah konkret dari pemerintah serta organisasi masyarakat sipil sangat dibutuhkan untuk melindungi hak-hak makhluk hidup ini.

Dengan adanya penggerebekan ini, harapan baru muncul bagi para pecinta hewan di Vietnam bahwa tindakan tegas akan terus dilakukan untuk memberantas praktik-praktik tidak manusiawi semacam itu. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Lima Hari Lima Kecelakaan

Kecelakaan Maut Terjadi 5 Hari Berturut-turut, Warga Papringan Banyumas Gelar Tahlilan Massal