BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Persiapan atlet difabel Banyumas menuju dua ajang olahraga bergengsi, Peparpeda dan Peparprov Jawa Tengah 2026, tengah dilakukan secara intensif.
Meskipun latihan terus digencarkan, National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Banyumas masih menghadapi tantangan serius terkait anggaran untuk memberangkatkan para atlet ke kompetisi tersebut.
Ketua NPCI Banyumas, Suwondo Geni, menyatakan bahwa saat ini seluruh atlet sedang menjalani pemusatan latihan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan teknik, fisik, dan mental bertanding.
Latihan mandiri diharuskan dilakukan setiap hari, sementara latihan bersama dijadwalkan sebanyak tiga kali dalam seminggu.
“Kalau ingin menjadi juara, prestasi itu harus diciptakan. Tidak bisa datang begitu saja, tetapi harus melalui latihan yang disiplin dan berkelanjutan,” ujarnya pada Jumat (19/6).
Proses latihan yang konsisten menjadi modal utama bagi para atlet untuk meraih hasil terbaik dalam setiap kejuaraan.
NPCI Banyumas saat ini membina atlet di sembilan cabang olahraga berbeda, termasuk atletik, renang dengan tiga nomor gaya, bulu tangkis, tenis meja, goalball untuk tunanetra, angkat berat, dan catur.
Dukungan dari 16 pelatih yang menangani masing-masing cabang olahraga sangat penting dalam memastikan bahwa perkembangan kemampuan atlet dapat berjalan optimal menjelang kompetisi tingkat provinsi.
Dalam waktu dekat, para atlet pelajar dari tingkat SMP dan SMA akan lebih dulu mengikuti Peparpeda yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Agustus 2026 di Solo.
Setelah itu, fokus pembinaan akan berlanjut menuju Peparprov Jawa Tengah yang dijadwalkan digelar pada 26-28 November 2026 di Semarang.
NPCI Banyumas menargetkan penampilan terbaik dari para atlet unggulannya dalam dua ajang tersebut.
Sejumlah atlet diharapkan mampu menyumbangkan prestasi maksimal bagi Banyumas.
Meski demikian, Suwondo menegaskan bahwa pembinaan yang dilakukan NPCI tidak hanya berorientasi pada perolehan medali.
Organisasi ini juga berupaya menjadikan olahraga sebagai jalan bagi atlet difabel untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
Sebagian besar atlet difabel yang bergabung berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah.
Oleh karena itu, NPCI memberikan pembinaan dan pendidikan agar prestasi olahraga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kesejahteraan hidup.
“Kami ingin atlet tidak hanya berprestasi tetapi juga mampu mengangkat taraf hidupnya melalui hasil yang mereka capai sendiri,” jelas Suwondo.
Menurutnya, keberhasilan atlet harus mampu memberikan dampak nyata terhadap kehidupan mereka di masa depan.
Namun di balik persiapan matang yang telah dilakukan, NPCI Banyumas masih menghadapi kendala anggaran yang serius terkait biaya pemberangkatan atlet menuju Peparpeda dan Peparprov.
“Jujur saja, sampai saat ini kami belum ada anggaran untuk pemberangkatan para atlet,” ungkap Suwondo dengan nada prihatin.
Kondisi ini menjadi tantangan besar yang perlu segera ditangani agar para atlet dapat mengikuti kompetisi dengan maksimal.
Pihak NPCI Banyumas terus berupaya memperjuangkan dukungan pendanaan dari Pemerintah Kabupaten Banyumas dengan harapan agar pembinaan atlet difabel dapat memperoleh perhatian lebih besar dari pemerintah daerah.
Keberadaan dukungan finansial sangat krusial bagi kelangsungan program pelatihan dan keberhasilan partisipasi para atlet difabel dalam kompetisi mendatang.
Sebagai organisasi yang peduli terhadap perkembangan olahraga bagi penyandang disabilitas, NPCI Banyumas tidak hanya fokus pada aspek kompetitif semata.
Mereka memiliki visi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan yang inklusif bagi semua individu tanpa memandang latar belakang atau kondisi fisik mereka.
Dengan demikian, proses pembinaan ini diharapkan dapat menghasilkan individu-individu tangguh yang tidak hanya berprestasi di arena olahraga tetapi juga mampu berkontribusi positif dalam masyarakat.
Suwondo menambahkan pentingnya kesadaran kolektif baik dari masyarakat maupun pemerintah tentang potensi luar biasa yang dimiliki oleh atlet difabel.
Melalui penguatan program pelatihan serta dukungan dana yang memadai, harapannya prestasi gemilang dapat terus diraih oleh para atlet difabel asal Banyumas. (zet/stch/dda)
















