BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang berlokasi di Kemranggon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, telah berhasil mengelola aset hingga mencapai angka Rp 1,3 miliar.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari kepercayaan masyarakat setempat yang terus berkembang seiring dengan layanan yang diberikan oleh koperasi.
Layanan tersebut secara khusus ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga, terutama para petani yang menjadi tulang punggung ekonomi desa.
Ketua KDKMP Kemranggon, Anton Budi Brahmantyo, menyatakan bahwa koperasi ini memiliki 522 anggota yang aktif.
Awalnya, koperasi ini dibentuk melalui kerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Margo Mulyo, yang lebih dulu memulai unit usaha simpan pinjam.
Dari langkah awal tersebut, partisipasi masyarakat semakin meningkat berkat adanya simpanan pokok sebesar Rp 100 ribu dan simpanan wajib sebesar Rp 10 ribu per bulan, serta berbagai bentuk simpanan sukarela lainnya.
“Unit usaha yang berjalan saat itu adalah simpan pinjam, kemudian kami fokus mengembangkan usaha tersebut di koperasi. Dari situ partisipasi masyarakat terus tumbuh sampai sekarang,” ungkap Anton.
Salah satu kunci utama dalam perkembangan koperasi ini adalah kemampuan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Anton menekankan bahwa keberhasilan koperasi bukan hanya ditentukan oleh program-program yang ada, melainkan sejauh mana manfaat tersebut dirasakan oleh para anggotanya.
Di antara berbagai layanan yang ditawarkan, keterlibatan koperasi sebagai titik serap dan penyalur pupuk subsidi bagi petani menjadi salah satu kontribusi signifikan.
Selain itu, koperasi juga mengelola sub pangkalan gas LPG untuk memenuhi kebutuhan energi warga.
“Pekerjaan mayoritas masyarakat di Kemranggon adalah di sektor pertanian. Ketika koperasi bisa membantu kebutuhan pupuk subsidi dan LPG, masyarakat merasakan manfaatnya secara langsung. Dari situ kepercayaan masyarakat terus tumbuh,” jelasnya lebih lanjut.
Kepercayaan ini telah mendorong semakin banyak warga untuk bergabung sebagai anggota koperasi dan berpartisipasi dalam penguatan modal usaha.
Saat ini, dana yang dikelola oleh KDKMP Kemranggon tidak hanya difokuskan pada kegiatan simpan pinjam saja.
Mereka telah memperluas jangkauan dengan mengembangkan sejumlah unit usaha lain seperti jasa logistik menggunakan armada dump truk, pengelolaan kandang ternak, kemitraan usaha dengan anggota, hingga pengelolaan lahan kas desa seluas sekitar setengah hektare.
Hal ini menunjukkan komitmen nyata dari koperasi untuk meningkatkan perekonomian desa secara keseluruhan.
Anton menambahkan bahwa perkembangan pesat ini tidak dapat terlepas dari sinergi yang kuat antara pemerintah desa, BUMDes, dan koperasi dalam menggali potensi ekonomi lokal.
Melalui kerja sama tersebut, mereka mampu menciptakan peluang baru bagi masyarakat agar dapat meningkatkan taraf hidup mereka.
Ke depan, KDKMP Kemranggon memiliki rencana ambisius untuk memperkuat sektor pertanian yang menjadi potensi utama desa.
Setelah berhasil memiliki gudang dan menjadi penyalur pupuk subsidi, koperasi berharap dapat mengembangkan unit usaha penggilingan padi atau rice mill.
Dengan langkah ini, diharapkan rantai usaha pertanian mulai dari sarana produksi hingga pengolahan hasil panen dapat dikelola secara lebih terintegratif dan memberikan nilai tambah bagi para petani setempat. (far/stch/dda)














