Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Simak Tanda-Tanda Tubuh Kekurangan Kalsium
Polres Kebumen Selidiki Penemuan Mayat Perempuan di Sungai Lukulo, Identitas Korban Masih Misterius
Kementerian PU Temukan Dugaan Surat Sakit Palsu, Menteri Dody Ambil Alih Persetujuan Cuti

Polres Kebumen Selidiki Penemuan Mayat Perempuan di Sungai Lukulo, Identitas Korban Masih Misterius

Mayat Perempuan tanpa Identitas Ditemukan di LukuloMayat Perempuan tanpa Identitas Ditemukan di Lukulo
PENEMUAN: Sesosok mayat perempuan ditemukan di aliran Sungai Lukulo, tepatnya di bawah Jembatan Mangir, Desa Wonotirto, Kecamatan Karanggayam

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Warga Desa Wonotirto, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan yang mengapung di aliran Sungai Lukulo, tepatnya di bawah Jembatan Mangir.

Hingga kini, identitas korban masih belum diketahui sehingga kepolisian meminta bantuan masyarakat untuk membantu proses identifikasi.

Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, jenazah perempuan tersebut ditemukan pada Minggu (19/7/2026).

Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan awal, korban belum berhasil diidentifikasi karena tidak ditemukan data yang mengarah pada identitasnya.

“Kami mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga, khususnya perempuan dengan ciri-ciri yang kami sampaikan, agar segera datang ke Polres Kebumen atau RSUD dr. Soedirman. Informasi dari masyarakat sangat kami harapkan untuk membantu mengungkap identitas korban,” ujar AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama.

Penemuan mayat perempuan itu bermula ketika perangkat Desa Wonotirto menerima laporan dari warga mengenai adanya sesosok tubuh yang mengapung di Sungai Lukulo.

Setelah dipastikan korban telah meninggal dunia, perangkat desa segera melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Karanggayam.

Petugas kepolisian bersama tim terkait kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi jenazah, serta mengumpulkan sejumlah informasi dari saksi-saksi di sekitar lokasi penemuan.

Berdasarkan hasil identifikasi sementara, korban diperkirakan memiliki tinggi badan sekitar 160 sentimeter dengan rambut hitam lurus sepanjang kurang lebih 30 sentimeter.

Polisi juga menemukan ciri khusus pada bagian gigi korban, yakni gigi depan bagian atas sudah tidak ada, sedangkan gigi depan bagian bawah tersisa empat buah.

Selain itu, di pergelangan tangan kanan korban ditemukan lebih dari lima gelang karet yang dikenakan bersamaan dengan sebuah gelang manik-manik.

Ciri tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali identitas korban apabila pernah melihat atau mengenalnya.

Saat ditemukan, korban mengenakan pakaian berlapis dalam jumlah cukup banyak.

Di antaranya jas hujan hijau, daster batik hijau bermotif bunga, kemeja kotak-kotak berwarna kuning, kaus hitam bertuliskan “Wrangler”, kaus hitam bergambar bunga, daster hitam bermotif bunga emas, kaus kuning bertuliskan “Boomble bee”, hem bergaris abu-abu, daster bergaris merah, serta hem batik berwarna cokelat.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan jenazah telah mengalami proses pembusukan.

Tim medis memperkirakan korban meninggal dunia lebih dari tiga hari sebelum ditemukan di aliran Sungai Lukulo.

Dari hasil pemeriksaan awal juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada tindak pidana.

Polisi memastikan tidak ada luka akibat benda tajam, benda tumpul, maupun bekas jeratan pada leher korban.

Meski demikian, penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian perempuan tersebut.

Keterangan dari sejumlah saksi menyebutkan bahwa sekitar sepekan sebelum penemuan jenazah, warga sempat melihat seorang perempuan yang diduga mengalami gangguan kejiwaan berada di sekitar wilayah Desa Wonotirto.

Informasi tersebut kini masih didalami oleh penyidik guna mengetahui apakah perempuan yang dilihat warga merupakan korban yang ditemukan di Sungai Lukulo.

Sementara itu, dugaan awal menyebut korban kemungkinan terpeleset saat berada di sekitar Jembatan Mangir hingga akhirnya jatuh ke sungai.

Namun, kepolisian menegaskan bahwa dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan masih menjadi bagian dari proses penyelidikan.

Polres Kebumen mengajak masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau memiliki informasi terkait identitas korban untuk segera melapor.

Informasi sekecil apa pun dinilai sangat penting guna membantu proses identifikasi sekaligus mengungkap rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Hingga proses penyelidikan selesai, jenazah masih berada di RSUD dr. Soedirman Kebumen untuk kepentingan identifikasi lebih lanjut.

Polisi berharap kerja sama masyarakat dapat mempercepat pengungkapan identitas korban sehingga keluarga dapat segera memperoleh kepastian mengenai keberadaan anggota keluarganya. (cah/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Inilah Pentingnya Konsumsi Kalsium

Simak Tanda-Tanda Tubuh Kekurangan Kalsium

Berita Selanjutnya
Meneteri PU Temukan Surat Izin Bodong

Kementerian PU Temukan Dugaan Surat Sakit Palsu, Menteri Dody Ambil Alih Persetujuan Cuti