BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Niat seorang mahasiswi UIN SAIZU Purwokerto menyimpan sweater ke dalam jok motor justru berujung pada kejadian yang cukup merepotkan.
Kunci sepeda motor miliknya tanpa sengaja ikut masuk ke dalam jok dan kemudian terkunci.
Peristiwa tersebut dialami Fitri Aulia saat berada di lingkungan UIN SAIZU Purwokerto, Kamis (10/9).
Ketika itu, Fitri hendak mengikuti perkuliahan dan memasukkan sweater ke dalam jok sepeda motor.
Namun, ia tidak menyadari bahwa kunci motor masih tersimpan di dalam saku sweater. Akibatnya, setelah jok ditutup, kunci motor ikut terkunci di dalam.
Persoalan tersebut baru disadari Fitri setelah mata kuliah yang diikutinya selesai.
Karena tidak dapat membuka jok dan mengambil kunci, ia kemudian meminta bantuan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Banyumas.
Kejadian bermula ketika Fitri hendak mengikuti perkuliahan di lingkungan UIN SAIZU Purwokerto.
Saat itu, sweater yang dibawanya dimasukkan ke dalam jok sepeda motor. Cara tersebut dilakukan agar sweater tidak perlu dibawa selama mengikuti kegiatan perkuliahan.
Tanpa disadari, kunci motor masih berada di dalam saku sweater. Setelah jok ditutup, kunci tersebut otomatis ikut tersimpan di dalam ruang jok.
Fitri kemudian mengikuti perkuliahan seperti biasa. Ia baru menyadari kunci motor tertinggal di dalam jok setelah mata kuliah selesai.
Situasi tersebut membuat Fitri harus mencari bantuan agar jok sepeda motornya dapat dibuka tanpa menimbulkan kerusakan.
Alih-alih mencoba membuka jok secara paksa, Fitri memilih mendatangi kantor Damkar Banyumas untuk meminta pertolongan petugas.
Petugas Rescue Damkar Banyumas, Bagas, mengatakan pihaknya menerima laporan dari Fitri sekitar pukul 14.56 WIB.
Menurut Bagas, kejadian tersebut bermula ketika pelapor hendak mengikuti perkuliahan dan memasukkan sweater ke dalam jok motor.
“Pelapor hendak kuliah, kemudian memasukkan sweater ke dalam jok. Ternyata kuncinya masih ada di saku sweater dan ikut masuk ke dalam jok,” kata Bagas.
Setelah menerima laporan, petugas langsung melakukan penanganan. Petugas berupaya membuka jok motor dengan cara yang tidak merusak bagian kendaraan.
Penanganan dilakukan menggunakan peralatan khusus berupa pump wedge atau pompa airbag.
Alat tersebut digunakan untuk memberikan celah pada bagian tertentu sehingga petugas dapat membantu membuka jok yang terkunci.
Cara tersebut memungkinkan jok dibuka tanpa harus merusak atau membongkar bagian kendaraan secara paksa.
Proses penanganan berlangsung setelah Fitri melaporkan kejadian tersebut kepada petugas Damkar Banyumas.
Bagas mengatakan petugas langsung melakukan pertolongan begitu laporan diterima.
Menurutnya, penanganan dilakukan dengan cepat agar Fitri dapat segera mengambil kunci dan kembali menggunakan sepeda motornya.
“Begitu melapor langsung kami tangani, sat-set, bras-bres. Akhirnya kuncinya bisa diambil dan motor dapat digunakan kembali,” ujarnya.
Penggunaan pump wedge menjadi salah satu cara yang digunakan petugas untuk membuat celah pada jok motor.
Setelah celah terbentuk, petugas dapat melakukan proses pembukaan dengan lebih aman.
Kunci motor yang sebelumnya tertinggal di dalam saku sweater akhirnya berhasil diambil. Sepeda motor pun dapat kembali digunakan oleh Fitri.
Peristiwa yang dialami Fitri menjadi pengingat bahwa barang yang dimasukkan ke dalam jok motor sebaiknya diperiksa terlebih dahulu, terutama barang yang memiliki saku.
Kunci kendaraan merupakan benda penting yang sering dibawa tanpa disadari masih tersimpan di saku pakaian, tas, atau barang lainnya.
Ketika barang tersebut dimasukkan ke dalam jok dan jok langsung ditutup, kunci bisa ikut terkunci.
Dalam kondisi seperti itu, membuka jok secara paksa berisiko menyebabkan bagian kendaraan mengalami kerusakan.
Karena itu, meminta bantuan pihak yang memiliki peralatan dan pengalaman dapat menjadi pilihan yang lebih aman.
Petugas Damkar tidak hanya menangani kejadian kebakaran. Dalam praktiknya, petugas rescue juga dapat memberikan bantuan pada berbagai kondisi kedaruratan tertentu yang membutuhkan penanganan menggunakan peralatan khusus.
Kejadian di lingkungan UIN SAIZU Purwokerto tersebut akhirnya dapat diselesaikan tanpa kerusakan pada sepeda motor.
Fitri pun bisa kembali menggunakan kendaraannya setelah kunci yang tertinggal berhasil diambil.
Peristiwa ini terbilang sederhana, tetapi menunjukkan bagaimana kejadian kecil dapat membuat seseorang membutuhkan bantuan ketika akses terhadap kendaraan tiba-tiba terhambat.
Bagi pengguna sepeda motor, memastikan kunci tidak tertinggal di dalam jok sebelum jok ditutup menjadi langkah sederhana untuk mencegah kejadian serupa. (zet/stch/dda)














