BANYUMASEKSPRES.ID, Kalsium dikenal sebagai salah satu mineral penting untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi. Namun, manfaatnya tidak berhenti di situ.
Mineral ini juga berperan dalam menjaga fungsi otot, sistem saraf, kerja jantung, proses pembekuan darah, hingga membantu pelepasan hormon di dalam tubuh.
Sayangnya, banyak orang menganggap kekurangan kalsium hanya ditandai dengan tulang yang rapuh. Maka dari itu, masyarakat diwajibkan untuk mengetahui pentingnya konsumsi kalsium.
Padahal, tubuh memberikan sinyal lebih awal yang kerap tidak disadari atau dianggap sebagai keluhan biasa. Jika kondisi ini berlangsung dalam waktu lama, risiko gangguan kesehatan dapat meningkat.
Mengacu pada informasi yang dipublikasikan Eating Well, ahli gizi Roxana Ehsani, M.S., RD, CSSD, LDN menjelaskan bahwa kalsium merupakan mineral paling melimpah di dalam tubuh manusia.
Selain membangun kekuatan tulang dan gigi, kalsium juga mendukung kontraksi otot, transmisi sinyal saraf, pembekuan darah, hingga menjaga ritme kerja jantung.

Oleh karena itu, mengenali tanda-tanda kekurangan kalsium sejak dini menjadi langkah penting agar kondisi ini dapat segera ditangani.
Selain itu, inilah pola hidup sehat yang bisa diterapkan remaja hindari potensi adanya diabetes.
1. Otot Sering Mengalami Kram atau Kejang
Salah satu gejala yang paling sering muncul saat tubuh kekurangan kalsium adalah otot yang mudah kram atau mengalami kejang.
Kalsium memiliki peran penting dalam membantu otot berkontraksi dan kembali rileks secara normal.
Ketika kadar mineral ini menurun, proses tersebut dapat terganggu sehingga memicu rasa kaku, kedutan, atau kram yang muncul berulang, terutama setelah beraktivitas.
Jika keluhan ini terjadi tanpa penyebab yang jelas dan berlangsung cukup lama, ada baiknya mengevaluasi kembali asupan kalsium harian.
2. Kesehatan Gigi Mulai Menurun
Tak hanya tulang, kondisi gigi juga dapat menjadi indikator apakah kebutuhan kalsium tubuh sudah terpenuhi atau belum.
Gigi yang mudah rapuh, akar gigi melemah, hingga gusi yang lebih sensitif atau sering mengalami iritasi dapat menjadi salah satu tanda tubuh kekurangan mineral ini.
Hal tersebut terjadi karena sebagian besar struktur gigi tersusun dari kalsium fosfat yang berfungsi menjaga kekuatan dan ketahanan gigi.
Menjaga asupan kalsium secara rutin dapat membantu mempertahankan kesehatan gigi dalam jangka panjang.
3. Kesemutan atau Mati Rasa pada Tangan dan Kaki
Kesemutan yang sering muncul di tangan, kaki, atau bahkan di sekitar mulut tidak selalu disebabkan oleh posisi tubuh yang salah.
Dalam beberapa kasus, kondisi tersebut juga bisa berkaitan dengan kadar kalsium yang rendah. Kalsium membantu saraf mengirimkan sinyal ke seluruh tubuh.
Ketika jumlahnya tidak mencukupi, proses penghantaran impuls listrik pada saraf dapat terganggu sehingga memunculkan sensasi kesemutan, mati rasa, atau rasa seperti tertusuk jarum.
Meski demikian, gejala ini juga dapat disebabkan oleh berbagai kondisi medis lain, sehingga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut apabila terjadi secara terus-menerus.
4. Detak Jantung Melambat dan Tekanan Darah Menurun
Kalsium termasuk salah satu elektrolit yang berperan dalam menjaga fungsi jantung tetap optimal. Mineral ini membantu mengatur kontraksi otot jantung sehingga irama detaknya tetap stabil.
Saat kadar kalsium dalam darah terlalu rendah atau mengalami hipokalsemia, sebagian orang dapat mengalami detak jantung yang lebih lambat dari biasanya disertai tekanan darah rendah.
Pada kondisi tertentu, keluhan tersebut juga dapat disertai rasa lemas, mudah lelah, atau pusing. Karena gejalanya cukup umum, pemeriksaan medis diperlukan memastikan penyebab yang mendasarinya.
5. Cedera Tulang Terjadi Berulang
Tubuh menyimpan sekitar 99 persen cadangan kalsium di dalam tulang. Oleh karena itu, asupan kalsium menjadi bagian penting bagi tubuh dalam menopang pergerakan.
Saat asupan dari makanan tidak mencukupi, tubuh akan mengambil cadangan tersebut untuk mempertahankan kadar kalsium dalam darah agar fungsi organ tetap berjalan normal.
Jika kondisi ini berlangsung waktu lama, kepadatan tulang dapat berkurang sehingga meningkatkan risiko cedera, retak tulang, atau patah tulang, terutama pada orang yang aktif berolahraga maupun lansia.
Cedera tulang yang sering kambuh tanpa penyebab yang jelas sebaiknya tidak dianggap sepele karena dapat menjadi salah satu indikasi tubuh kekurangan kalsium.
Cara Memenuhi Kebutuhan Kalsium Sehari-hari
Kebutuhan kalsium tidak selalu harus dipenuhi melalui susu sapi atau produk olahannya. Beragam bahan makanan lain juga mengandung kalsium yang cukup tinggi.
Beberapa sumber kalsium yang dapat dimasukkan ke dalam menu harian antara lain tahu, sarden, salmon kalengan, susu kedelai yang telah diperkaya kalsium, jus jeruk fortifikasi, hingga sereal gandum utuh.
Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat menyarankan konsumsi suplemen kalsium yang dikombinasikan dengan vitamin D.
Vitamin D berfungsi membantu tubuh menyerap kalsium secara lebih optimal sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal.
Perlu diingat bahwa gejala kekurangan kalsium sering kali menyerupai berbagai gangguan kesehatan lainnya.
Oleh sebab itu, apabila mengalami keluhan seperti kram otot berulang, kesemutan, atau masalah tulang yang tidak kunjung membaik, sebaiknya lakukan konsultasi dengan tenaga kesehatan.
Pemeriksaan darah dapat membantu memastikan apakah kadar kalsium berada dalam batas normal sekaligus menentukan penanganan yang paling tepat. (*/nds)














