Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Viral! Pria Jepang Habiskan 2,2 Miliar untuk Operasi agar Mirip Anjing, Benarkah?

Habiskan Rp 2,2 Miliar demi Mirip AnjingHabiskan Rp 2,2 Miliar demi Mirip Anjing
TENGKURAP: Tampilan pria asal Jepang, Jaso yang menyerupai anjing

BANYUMASEKSPRES.ID, JEPANG – Media sosial kembali diramaikan video seorang pria asal Jepang bernama Jaso yang disebut menghabiskan hingga Rp2,2 miliar untuk mengubah penampilannya agar menyerupai seekor anjing.

Video tersebut memperlihatkan sosok pria dengan tampilan dan gerakan yang sangat mirip dengan anjing sehingga menarik perhatian pengguna media sosial.

Klaim mengenai pria Jepang tersebut kemudian menyebar luas dan memunculkan berbagai reaksi.

Jaso disebut sebagai pria berusia 26 tahun sekaligus seorang miliarder yang rela mengeluarkan biaya besar untuk mendapatkan penampilan menyerupai hewan.

Informasi tersebut salah satunya diberitakan oleh Free Press Journal.

Dalam narasi yang beredar, Jaso dikabarkan menjalani sejumlah prosedur medis untuk mengubah bentuk tubuhnya hingga memiliki penampilan seperti anjing.

Namun, klaim tersebut hingga kini masih belum dapat dipastikan kebenarannya.

Tidak ditemukan konfirmasi resmi maupun bukti medis yang menunjukkan bahwa Jaso benar-benar menjalani operasi untuk mengubah tubuh manusia menjadi menyerupai anjing.

Justru, sejumlah laporan yang beredar menyebut kemungkinan lain.

Penampilan Jaso yang sangat realistis diduga berasal dari penggunaan kostum anjing superrealistis, bukan melalui operasi atau perubahan permanen pada tubuh.

Jaso disebut memesan sebuah kostum khusus dengan harga sekitar 2 juta yen atau jika dikonversikan sekitar Rp200 jutaan.

Kostum tersebut diklaim dibuat dengan tingkat detail tinggi sehingga mampu membuat pemakainya terlihat seperti seekor anjing sungguhan.

Kostum semacam itu dapat dirancang menyerupai bentuk tubuh dan karakteristik hewan tertentu.

Dengan teknologi pembuatan kostum yang semakin berkembang, hasil akhirnya dapat terlihat sangat realistis, terutama ketika digunakan dalam video dengan sudut pengambilan gambar tertentu.

Karena itu, klaim bahwa Jaso mengeluarkan Rp2,2 miliar untuk menjalani operasi agar menjadi anjing perlu dipertanyakan.

Angka tersebut jauh berbeda dengan informasi mengenai biaya kostum yang disebut berada di kisaran Rp200 jutaan.

Selain dugaan penggunaan kostum, muncul pula spekulasi bahwa video viral tersebut berkaitan dengan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Sejumlah kejanggalan pada video disebut menjadi salah satu alasan munculnya dugaan bahwa visual yang beredar tidak sepenuhnya merupakan rekaman nyata.

Namun, dugaan penggunaan AI tersebut juga belum dapat dipastikan. Tidak ada keterangan resmi yang memastikan video tersebut dibuat menggunakan teknologi AI, diedit secara digital, atau merupakan dokumentasi asli.

Identitas Jaso, waktu pengambilan video, lokasi pembuatan video, hingga metode yang sebenarnya digunakan untuk menghasilkan penampilan tersebut juga belum sepenuhnya terverifikasi.

Kondisi tersebut membuat informasi mengenai pria Jepang mirip anjing sebaiknya tidak langsung dipercaya sebagai fakta.

Video yang viral di media sosial dapat dengan mudah dipotong, diedit, diberi narasi baru, atau dibagikan ulang tanpa konteks yang lengkap.

Terlebih, klaim mengenai seseorang yang menghabiskan miliaran rupiah untuk mengubah tubuhnya menjadi seperti hewan merupakan informasi yang sangat sensasional.

Narasi seperti itu berpotensi menarik perhatian besar dan membuat sebuah video lebih mudah menyebar.

Perbedaan antara informasi yang terverifikasi dan klaim media sosial menjadi penting dalam kasus Jaso.

Sampai ada bukti medis, pernyataan langsung dari orang yang bersangkutan, atau sumber resmi yang menjelaskan prosedur yang dilakukan, klaim bahwa dirinya menjalani operasi senilai Rp2,2 miliar sebaiknya dianggap belum terbukti.

Jika benar menggunakan kostum anjing superrealistis, fenomena tersebut justru menunjukkan perkembangan teknologi dan industri pembuatan kostum yang mampu menghasilkan tampilan hewan dengan tingkat kemiripan sangat tinggi.

Sementara jika terdapat unsur manipulasi digital atau AI, kasus ini kembali menunjukkan bagaimana teknologi dapat menghasilkan video yang terlihat meyakinkan meskipun konteks sebenarnya berbeda.

Bagi pengguna media sosial, fenomena video Jaso menjadi pengingat agar tidak mudah percaya pada informasi viral hanya karena visualnya terlihat nyata.

Pemeriksaan sumber asli, tanggal video, konteks unggahan, serta keterangan dari pihak terkait perlu dilakukan sebelum sebuah klaim dianggap sebagai fakta.

Hingga kini, belum ada bukti kuat yang memastikan Jaso benar-benar menjalani operasi senilai Rp2,2 miliar untuk mengubah tubuhnya menjadi anjing.

Informasi mengenai penggunaan kostum superrealistis maupun dugaan teknologi AI juga masih membutuhkan verifikasi lebih lanjut.

Dengan demikian, video pria Jepang yang disebut menghabiskan Rp2,2 miliar untuk menjadi anjing masih berada pada ranah klaim viral.

Masyarakat disarankan tidak langsung menyebarkan informasi tersebut sebagai fakta sebelum terdapat bukti dan klarifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Veda Amankan Posisi Kesembilan

Klasemen Moto3 2026: Veda Ega Pratama Masih di Posisi 6 Usai GP Inggris

Berita Selanjutnya
Makam Sutrimo Dibongkar Hari Ini

Polresta Banyumas Kawal Ekshumasi Sutrimo, Keluarga Harap Fakta Kematian Terungkap