BANYUMASEKSPRES.ID, Bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tengah mencari tambahan modal usaha, Bank Negara Indonesia (BNI) kembali menghadirkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2025.
Program ini dirancang untuk mendukung pertumbuhan sektor UMKM dengan penawaran kredit tanpa jaminan tambahan dan bunga yang kompetitif.
BNI resmi meluncurkan kembali program KUR ini pada Agustus 2025 sebagai langkah strategis perbankan untuk memperluas akses pembiayaan.
Skema pinjaman yang ditawarkan sangat menarik, mulai dari Rp10 juta hingga Rp100 juta, dengan tenor fleksibel maksimal lima tahun.
Program ini diharapkan dapat menjadi solusi pembiayaan terjangkau yang membantu pelaku usaha mengembangkan bisnis secara berkelanjutan tanpa terbebani bunga tinggi.
Melalui KUR BNI 2025, debitur dapat menikmati suku bunga efektif berkisar 6–9 persen per tahun.
Penetapan suku bunga dilakukan berdasarkan evaluasi pihak cabang terhadap profil pemohon. Hal ini bertujuan agar setiap nasabah mendapatkan skema cicilan yang adil dan sesuai kemampuan.
Plafon Pinjaman KUR BNI 2025

Salah satu produk unggulan program ini adalah KUR Mikro, yang menawarkan plafon kredit hingga Rp100 juta.
Tenor pinjaman mencapai maksimal 60 bulan atau lima tahun, sehingga memberi keleluasaan bagi pelaku usaha mengatur arus kas.
Menariknya, pengajuan pinjaman hingga Rp100 juta tidak memerlukan jaminan tambahan, sehingga akses permodalan semakin terbuka.
BNI juga menyediakan simulasi cicilan agar calon nasabah bisa memperkirakan kemampuan bayar sebelum mengajukan pinjaman.
Misalnya, untuk pinjaman Rp10 juta, cicilan per bulan sekitar Rp860 ribu dengan tenor 12 bulan. Jika memilih tenor 60 bulan, cicilan menjadi sekitar Rp190 ribu per bulan.
Untuk plafon Rp25 juta, cicilan bulanan mulai dari Rp2,1 juta pada tenor 12 bulan.
Sedangkan pada tenor lima tahun, cicilan per bulan hanya sekitar Rp519 ribu. Skema ini tentu meringankan beban pelaku usaha kecil yang baru merintis.
Pada plafon Rp50 juta, cicilan per bulan sekitar Rp4,3 juta dengan tenor satu tahun. Jika memilih tenor maksimal 60 bulan, cicilan menjadi sekitar Rp1 juta per bulan.
Opsi ini sangat cocok bagi pelaku UMKM yang membutuhkan modal lebih besar dengan angsuran tetap terjangkau.
Untuk plafon Rp75 juta, angsuran per bulan diperkirakan sekitar Rp6,4 juta pada tenor 12 bulan. Sementara untuk tenor 60 bulan, cicilan hanya sekitar Rp1,45 juta.
Bagi usaha yang ingin memperluas skala bisnisnya, opsi ini memberi ruang pengelolaan keuangan yang lebih leluasa.
Pilihan plafon tertinggi Rp100 juta memiliki cicilan bulanan sekitar Rp8,6 juta jika diambil dengan tenor 12 bulan.
Namun, apabila memilih tenor maksimal lima tahun, cicilan per bulan turun menjadi sekitar Rp1,9 juta. Ini membuktikan fleksibilitas skema KUR BNI yang tetap ramah bagi pelaku UMKM.
Persyaratan dan Dokumen Pengajuan
Untuk mengajukan KUR BNI 2025, calon debitur hanya perlu menyiapkan dokumen identitas dan legalitas usaha, seperti KTP, KK, dan Nomor Induk Berusaha (NIB) atau izin usaha.
Bagi pemohon pinjaman di atas Rp50 juta, diperlukan juga NPWP sebagai kelengkapan administrasi.
BNI mempermudah proses pengajuan dengan dua pilihan cara, yakni datang langsung ke kantor cabang terdekat atau mengajukan secara online melalui platform digital resmi BNI.
Dengan dokumen yang lengkap, proses verifikasi dan persetujuan kredit dapat berjalan cepat. Nominal cicilan yang telah disebutkan bisa berbeda tergantung margin bunga dan kebijakan terbaru BNI.
Oleh karena itu, nasabah disarankan untuk selalu memeriksa informasi resmi melalui cabang atau kanal digital BNI sebelum mengajukan pinjaman.
Program KUR BNI 2025 bukan hanya sekadar fasilitas kredit, tetapi juga bagian dari upaya nyata perbankan mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat.
Dengan plafon hingga Rp100 juta, bunga rendah, dan cicilan ringan, program ini memberi kesempatan lebih luas bagi UMKM untuk berkembang dan meningkatkan daya saing.
KUR BNI 2025 menjadi salah satu langkah konkret mendukung permodalan usaha produktif di Indonesia.
Dengan strategi yang tepat, pelaku UMKM bisa memanfaatkan fasilitas ini untuk memperbesar skala bisnis tanpa terbebani risiko finansial berlebih.(taa)
















