BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Festival UMKM dan Parade Budaya yang diadakan di Desa Sigeblog, Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara, tidak hanya berfungsi sebagai ajang untuk mempromosikan potensi lokal.
Acara ini juga menjadi wadah penting untuk membuka dialog dan diskusi terkait permasalahan mendasar yang dihadapi oleh desa, khususnya mengenai kerusakan infrastruktur jalan.
Festival ini berlangsung selama empat hari mulai dari Kamis hingga Minggu (6-9/8) dan secara resmi dibuka oleh Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana.
Dalam sambutannya, Amalia memberikan apresiasi tinggi terhadap peran aktif pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam menyemarakkan kegiatan tersebut.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena UMKM lokal dapat tampil dan dikenalkan kepada publik. Masyarakat pun menjadi lebih dekat dengan produk-produk unggulan desa,” ungkapnya pada Jumat (8/8).
Lebih lanjut, Amalia menyinggung tantangan utama pembangunan di Banjarnegara yang masih berkutat pada buruknya infrastruktur jalan yang merata di hampir seluruh wilayah.
“Saat mencalonkan diri, saya memang berkomitmen memperbaiki jalan, termasuk di Sigeblog. Namun kondisi keuangan daerah sangat terbatas. Sekitar 50 persen jalan di Banjarnegara rusak. Semua minta dibangun, semua minta jalannya halus,” jelas Amalia dengan menekankan betapa pentingnya perencanaan yang matang dalam menghadapi tantangan ini.
Amalia menegaskan bahwa pembangunan akan dilakukan secara bertahap berdasarkan skala prioritas yang telah ditetapkan.
“Kami mohon masyarakat bersabar. Pemerintah, baik eksekutif maupun legislatif, berupaya maksimal. PR-nya banyak tetapi akan kami selesaikan satu per satu,” tambahnya dengan penuh keyakinan.
Sementara itu, Kepala Desa Sigeblog, Ahmad Bandi menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar acara seremonial atau hiburan belaka. Menurutnya, terdapat misi besar untuk menggerakkan ekonomi masyarakat desa melalui sektor UMKM.
“Festival ini kami desain sebagai ruang promosi dan pemberdayaan pelaku UMKM. Mereka kami libatkan dalam pameran produk, bazar, lomba sampai pertunjukan seni,” jelas Bandi dengan semangat memajukan ekonomi lokal.
Dia juga menyebut bahwa festival tahunan ini merupakan bagian dari upaya desa untuk mendorong warganya agar bangga terhadap produk sendiri.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi desa. Maka kami terus beri ruang dan peluang salah satunya lewat gelaran budaya ini sebagai bagian dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia,” pungkasnya penuh optimisme.
Dalam kunjungannya ke Festival UMKM tersebut, Bupati Banjarnegara Amalia Desiana tampak berdialog hangat dengan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah serta masyarakat setempat.
Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM.
Festival UMKM dan Parade Budaya di Desa Sigeblog telah berhasil memunculkan interaksi positif antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menyelesaikan isu-isu mendasar seperti infrastruktur sembari tetap mempromosikan potensi ekonomi lokal.
Acara semacam ini diharapkan dapat menjadi momentum penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di wilayah tersebut sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Festival yang mengedepankan partisipasi aktif dari warga setempat juga membuktikan bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat menjadi kunci sukses dalam mencapai tujuan pembangunan daerah yang lebih baik dan berkelanjutan. (jud/stch)
















