Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
82 WNI Bermasalah Dipulangkan dari Malaysia, Ada yang Hampir 9 Tahun Tinggal di Sana
Permukiman Padat di Wonosobo Terbakar, Petugas Berjibaku Cegah Api Merembet

Permukiman Padat di Wonosobo Terbakar, Petugas Berjibaku Cegah Api Merembet

Kebakaran Hebat hanguskan 10 RumahKebakaran Hebat hanguskan 10 Rumah
KEBAKARAN: Kobaran api membakar rumah warga di Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Wonosobo, Sabtu (12/9)

BANYUMASEKSPRES.ID, WONOSOBO – Kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Sabtu (12/9) pagi.

Sedikitnya 10 rumah warga terdampak dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.00 WIB tersebut.

Kobaran api dengan cepat membesar dan mengancam bangunan lain di sekitar lokasi.

Hingga pukul 10.40 WIB, petugas pemadam kebakaran bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo, relawan, dan warga masih berjibaku melakukan pemadaman.

Sejumlah titik api dilaporkan masih berkobar. Petugas terus berupaya melokalisasi kobaran agar api tidak merembet ke rumah maupun bangunan lain yang berada di kawasan permukiman tersebut.

Kepala BPBD Wonosobo, Sumekto Hendro Kustanto, membenarkan adanya kebakaran yang melanda permukiman warga di Desa Tieng.

Menurut Sumekto, tim pemadam kebakaran telah bergerak menuju lokasi dan melakukan penanganan.

Namun, proses pemadaman masih menghadapi sejumlah kendala sehingga api belum sepenuhnya berhasil dikendalikan.

“Tim pemadam kebakaran sudah bergeser dan berada di lokasi untuk melakukan penanganan. Namun, hingga saat ini api belum sepenuhnya berhasil dikendalikan karena kendala di lapangan,” ujar Sumekto.

Kondisi permukiman yang padat menjadi salah satu tantangan utama bagi petugas.

Jarak antarrumah yang berdekatan membuat kobaran api berpotensi dengan cepat menjalar ke bangunan di sekitarnya.

Karena itu, petugas tidak hanya berfokus memadamkan titik api, tetapi juga berupaya melakukan pelokalisasian agar kebakaran tidak semakin meluas.

Dalam kejadian tersebut, sedikitnya 10 rumah warga dilaporkan terdampak. Sejumlah bangunan bahkan mengalami kerusakan berat setelah dilalap kobaran api.

Petugas pemadam kebakaran bersama unsur terkait masih melakukan pemadaman di sejumlah titik.

Setelah api berhasil dikendalikan, proses akan dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak terdapat bara api yang berpotensi kembali menyala.

Pendinginan menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran, terutama di kawasan permukiman yang memiliki banyak bangunan berdekatan.

Bara yang masih tersisa dapat memicu munculnya kembali api dan membahayakan bangunan di sekitar lokasi.

Hingga berita ini ditulis, petugas masih melakukan penanganan di lokasi kejadian.

Data mengenai jumlah rumah yang mengalami kerusakan serta warga yang terdampak juga masih dalam proses pendataan.

Di tengah proses penanganan kebakaran, hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun warga yang mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut.

Petugas dan pihak terkait masih melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi di lokasi tetap aman.

Warga juga turut membantu proses penanganan kebakaran serta mendukung petugas dalam mencegah api menjalar ke bangunan lainnya.

Meski demikian, kondisi permukiman yang padat membuat kewaspadaan tetap diperlukan sampai seluruh titik api benar-benar padam dan proses pendinginan selesai dilakukan.

Sementara itu, penyebab kebakaran di Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Wonosobo, hingga kini belum diketahui secara pasti.

Aparat dan pihak terkait masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber awal api serta faktor yang menyebabkan kobaran dengan cepat membesar.

BPBD Wonosobo terus memantau perkembangan situasi di lokasi. Fokus utama petugas saat ini adalah mengendalikan seluruh titik api, melakukan pendinginan, serta memastikan kebakaran tidak meluas ke permukiman lain.

Masyarakat di sekitar lokasi juga diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas selama proses penanganan berlangsung.

Kebakaran yang terjadi di tengah permukiman padat tersebut menjadi perhatian karena jarak antarbangunan yang relatif berdekatan dapat meningkatkan risiko penyebaran api.

Penanganan cepat diperlukan agar kobaran tidak menjangkau lebih banyak rumah warga. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
82 WNI Bermasalah Dipulangkan dari Malaysia

82 WNI Bermasalah Dipulangkan dari Malaysia, Ada yang Hampir 9 Tahun Tinggal di Sana