Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Diana Pungky Kecewa Mantan Asisten 30 Tahun Diduga Bawa Uang Miliaran
Kunjungan Wisata Purbalingga Baru 1,8 Juta hingga Juli, Target 3,6 Juta Masih Dikejar

Kunjungan Wisata Purbalingga Baru 1,8 Juta hingga Juli, Target 3,6 Juta Masih Dikejar

Kunjungan Wisata Belum MaksimalKunjungan Wisata Belum Maksimal
BELUM MAKSIMAL: Wisatawan berada di objek wisata Sanggaluri Park Purbalingga

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Kinerja sektor pariwisata Kabupaten Purbalingga sepanjang 2026 masih menghadapi tantangan.

Hingga Juli, jumlah kunjungan wisatawan tercatat mencapai sekitar 1,8 juta orang, atau baru separuh dari target kunjungan yang ditetapkan pemerintah daerah tahun ini.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purbalingga Sadono mengatakan, Pemkab Purbalingga menargetkan sebanyak 3,6 juta kunjungan wisatawan sepanjang 2026.

Dengan realisasi hingga Juli yang baru mencapai 1,8 juta kunjungan, masih terdapat sekitar 1,8 juta kunjungan yang perlu dikejar hingga akhir tahun.

“Jumlah kunjungan wisatawan baru tercapai 1,8 juta orang. Sedangkan target kunjungan wisatawan di Kabupaten Purbalingga tahun 2026 adalah 3,6 juta orang,” kata Sadono kepada Radarmas, Jumat (21/8/2026).

Capaian tersebut menunjukkan sektor pariwisata Purbalingga masih membutuhkan dorongan untuk meningkatkan jumlah wisatawan pada sisa tahun berjalan.

Dinporapar Purbalingga kini menyiapkan strategi untuk mendorong peningkatan kunjungan wisatawan pada periode berikutnya.

Salah satu momentum yang diharapkan mampu memberikan kontribusi besar adalah libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Periode libur akhir tahun dinilai menjadi salah satu kesempatan penting untuk menarik wisatawan, terutama ketika masyarakat memiliki waktu lebih banyak untuk melakukan perjalanan.

“Liburan yang akan menjadi andalan Kabupaten Purbalingga memenuhi target adalah libur Natal dan Tahun Baru pada akhir tahun ini,” ujar Sadono.

Namun, apabila mengacu pada capaian hingga Juli, tantangan untuk memenuhi target 3,6 juta kunjungan masih cukup besar.

Pemerintah daerah perlu mendorong kunjungan tidak hanya pada periode liburan panjang, tetapi juga pada hari-hari biasa.

Peningkatan daya tarik destinasi, kegiatan pariwisata, promosi, serta penguatan pengalaman wisatawan menjadi sejumlah faktor yang dapat berpengaruh terhadap keberlanjutan kunjungan sepanjang tahun.

Purbalingga sebenarnya sempat mencatat performa cukup baik pada momentum libur Lebaran 2026.

Berdasarkan rilis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Purbalingga mencatat 240.944 kunjungan wisatawan selama periode libur Lebaran.

Capaian tersebut menempatkan Purbalingga di posisi kedelapan dalam daftar 10 daerah dengan jumlah kunjungan wisatawan tertinggi di Jawa Tengah.

Purbalingga juga menjadi satu-satunya daerah dari wilayah eks Karesidenan Banyumas yang masuk dalam daftar 10 besar tersebut.

Capaian itu menunjukkan bahwa Purbalingga memiliki potensi untuk menarik wisatawan dalam jumlah besar ketika momentum liburan mampu dimanfaatkan secara optimal.

Meski demikian, tingginya jumlah kunjungan selama Lebaran belum sepenuhnya menunjukkan kuatnya posisi destinasi wisata Purbalingga di tingkat Jawa Tengah.

Sebab, berdasarkan data yang sama, tidak ada satu pun Daya Tarik Wisata (DTW) asal Purbalingga yang masuk dalam daftar 10 destinasi wisata terpopuler selama momentum libur Lebaran.

Salah satu destinasi wisata yang menjadi andalan Purbalingga, Owabong, bahkan belum mampu menembus daftar 10 besar DTW terpopuler di Jawa Tengah pada periode tersebut.

Posisi Owabong masih berada di bawah Kawasan Dieng Banjarnegara yang menempati peringkat ke-10 destinasi wisata terpopuler Jawa Tengah.

Kondisi tersebut menjadi catatan tersendiri. Pasalnya, Kabupaten Banjarnegara tidak masuk dalam daftar 10 daerah dengan jumlah kunjungan wisatawan tertinggi selama libur Lebaran, sementara Purbalingga justru berada di posisi kedelapan.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa tingginya jumlah kunjungan ke suatu daerah belum tentu berbanding lurus dengan tingginya kunjungan ke destinasi tertentu.

Ada kemungkinan wisatawan yang datang ke Purbalingga tersebar di berbagai objek wisata maupun aktivitas lain sehingga tidak terkonsentrasi pada satu destinasi unggulan.

Dengan target 3,6 juta kunjungan pada 2026, pekerjaan rumah sektor pariwisata Purbalingga bukan hanya mendatangkan wisatawan pada momentum libur panjang.

Pemerintah daerah juga perlu menjaga agar arus kunjungan tetap stabil sepanjang tahun.

Capaian 1,8 juta wisatawan hingga Juli berarti target tahunan baru terealisasi sekitar 50 persen.

Dengan demikian, masih terdapat sekitar 1,8 juta kunjungan yang harus dicapai sampai akhir Desember.

Momentum Natal dan Tahun Baru diharapkan dapat menjadi salah satu pengungkit utama.

Namun, pencapaian target juga akan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah daerah dan pengelola destinasi dalam mempertahankan minat wisatawan.

Promosi destinasi, pengembangan atraksi baru, peningkatan fasilitas, serta penyelenggaraan kegiatan yang mampu menarik wisatawan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pariwisata.

Selain mengejar jumlah kunjungan, kualitas destinasi juga menjadi aspek penting.

Masuknya destinasi Purbalingga dalam daftar wisata populer Jawa Tengah dapat menjadi indikator tambahan untuk melihat seberapa kuat daya tarik masing-masing objek wisata di tengah persaingan antardaerah.

Dengan waktu yang tersisa hingga akhir 2026, sektor pariwisata Purbalingga masih memiliki peluang mengejar target.

Namun, diperlukan peningkatan kunjungan yang konsisten agar target 3,6 juta wisatawan tidak hanya bergantung pada lonjakan saat libur akhir tahun.(tya/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Tiga Dekade Dikhianati Mantan Asisten

Diana Pungky Kecewa Mantan Asisten 30 Tahun Diduga Bawa Uang Miliaran