Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

500 Warga Kebumen Pergi ke Jakarta, Dukung MBG dan Tolak Aksi Provokasi

Tolak Provokasi, Ratusan Warga Kebumen ke JakartaTolak Provokasi, Ratusan Warga Kebumen ke Jakarta
BERTOLAK KE JAKARTA: Sejumlah elemen masyarakat Kabupaten Kebumen siap berangkat ke Jakarta untuk menolak sejumlah bentuk aksi provokasi

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Sejumlah elemen masyarakat Kabupaten Kebumen menyatakan siap berangkat ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi terkait pentingnya menjaga persatuan bangsa.

Massa yang dipersiapkan berjumlah sekitar 500 warga Kebumen dan dikoordinasikan oleh DPD Tani Merdeka Kabupaten Kebumen.

Keberangkatan tersebut direncanakan untuk mengikuti aksi damai di Jakarta. Mereka ingin menyuarakan penolakan terhadap berbagai bentuk provokasi yang dinilai berpotensi memecah belah masyarakat serta mengganggu persatuan bangsa.

Selain menyampaikan aspirasi mengenai persatuan, massa dari Kebumen juga akan memberikan dukungan terhadap sejumlah program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Program yang mendapat perhatian di antaranya swasembada pangan, perbaikan distribusi pupuk bersubsidi, serta program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Kebumen, Parjono, mengatakan warga yang akan berangkat ke Jakarta berasal dari berbagai latar belakang.

Tidak hanya petani, tetapi juga pedagang, sopir, buruh bangunan, buruh peternakan lele, tukang becak hingga relawan Prabowo Subianto.

Menurut Parjono, keberagaman latar belakang peserta menunjukkan bahwa aspirasi yang dibawa bukan hanya berasal dari satu kelompok masyarakat.

Mereka ingin menyampaikan dukungan terhadap program pemerintah sekaligus mengajak masyarakat menjaga situasi tetap kondusif.

Parjono menjelaskan, rencana keberangkatan warga Kebumen ke Jakarta juga menjadi respons atas aksi penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis yang sebelumnya digelar mahasiswa di sekitar kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada 18 Agustus 2026.

Ia mengatakan masyarakat Kebumen yang akan berangkat ingin menyampaikan pandangan bahwa program MBG tetap memiliki manfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak.

Namun, menurutnya, pelaksanaan program tersebut tetap perlu mendapatkan evaluasi dan pengawasan agar berjalan semakin baik.

“Kami warga Kebumen dari elemen petani, pedagang, sopir, buruh dan para relawan sangat mendukung terhadap program strategis pemerintah Presiden Prabowo Subianto seperti MBG karena sangat dibutuhkan anak-anak,” ujar Parjono, Sabtu (22/8/2026).

Parjono menilai evaluasi terhadap pelaksanaan MBG diperlukan, terutama berkaitan dengan tata kelola program.

Salah satu hal yang menurutnya perlu mendapatkan perhatian adalah pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menurut dia, persoalan yang muncul dalam pelaksanaan MBG seharusnya menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem, bukan menjadi alasan untuk menghentikan program secara keseluruhan.

DPD Tani Merdeka Kabupaten Kebumen menyatakan dukungannya terhadap keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis.

Namun, dukungan tersebut disertai dorongan agar pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap seluruh SPPG yang terlibat dalam pelaksanaan program.

“Langkah baiknya dibutuhkan evaluasi tata kelola termasuk melakukan evaluasi terhadap seluruh SPPG,” kata Parjono.

Ia menegaskan bahwa masyarakat yang akan berangkat ke Jakarta tidak bermaksud meminta program MBG dihentikan.

Sebaliknya, mereka menginginkan program tersebut terus berjalan dengan sistem pengawasan yang lebih baik.

“Bukan Program MBG-nya yang harus dihentikan, namun pengawasan SPPG harus lebih ditingkatkan karena Program MBG sangat dibutuhkan anak-anak,” ujarnya.

Program MBG menjadi salah satu program pemerintah yang mendapatkan perhatian masyarakat karena berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi anak.

Karena itu, pelaksanaan di lapangan dinilai perlu terus dievaluasi agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh penerima.

Rencana keberangkatan ke Jakarta tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Selain DPD Tani Merdeka Kebumen, terdapat Aliansi Kebumen Bersatu, kelompok petani, pedagang, nelayan, buruh, serta relawan Prabowo.

Parjono mengatakan jumlah massa yang disiapkan untuk berangkat mencapai sekitar 500 orang.

Mereka akan membawa pesan mengenai pentingnya menjaga persatuan dan menolak aksi yang berpotensi memicu provokasi.

“Kami DPD Tani Merdeka Kebumen bersama Aliansi Kebumen Bersatu, petani, pedagang, nelayan dan para Relawan Prabowo siap berangkat ke Jakarta untuk menggelar aksi damai, jaga Jakarta, jaga Indonesia,” jelasnya.

Menurutnya, aksi tersebut akan dilakukan secara damai. Peserta diharapkan dapat menyampaikan aspirasi tanpa menimbulkan gangguan keamanan maupun konflik dengan kelompok masyarakat lainnya.

Pesan menjaga persatuan menjadi salah satu fokus utama keberangkatan warga Kebumen.

Mereka menilai perbedaan pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi, tetapi penyampaian aspirasi tetap harus dilakukan secara tertib dan tidak memicu perpecahan.

Selain menyuarakan penolakan terhadap provokasi, warga Kebumen yang akan berangkat juga menyatakan dukungan terhadap berbagai program prioritas pemerintah. Salah satunya adalah upaya mewujudkan swasembada pangan.

Bagi masyarakat yang bekerja di sektor pertanian, kebijakan pemerintah mengenai pangan dan pupuk menjadi perhatian penting.

Distribusi pupuk bersubsidi yang lebih baik diharapkan dapat membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga biaya produksi tetap terkendali.

Dukungan juga diberikan terhadap program MBG. Masyarakat berharap program tersebut dapat terus diperbaiki melalui evaluasi dan pengawasan sehingga tujuan peningkatan kualitas gizi anak dapat tercapai.

Dengan demikian, aksi yang direncanakan warga Kebumen tidak hanya berkaitan dengan dukungan politik terhadap pemerintahan Prabowo Subianto, tetapi juga membawa sejumlah aspirasi mengenai program yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Parjono menyebut keberangkatan tersebut sebagai upaya menjaga persatuan dan menyampaikan dukungan secara damai.

Sebanyak 500 warga Kebumen yang berasal dari berbagai elemen masyarakat kini disiapkan untuk bertolak ke Jakarta.

Mereka akan membawa pesan “jaga Jakarta, jaga Indonesia” sekaligus menyerukan pentingnya menjaga persatuan bangsa.

Rencana tersebut menunjukkan adanya kelompok masyarakat yang memilih menyampaikan dukungan terhadap program pemerintah melalui aksi damai.

Di sisi lain, mereka juga menekankan perlunya evaluasi terhadap pelaksanaan program, terutama MBG, agar berbagai persoalan di lapangan dapat segera diperbaiki tanpa menghilangkan manfaat yang dirasakan masyarakat. (cah/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Akhmad Sodiq Resmi Tersangka

KPK Tetapkan 6 Tersangka Kasus Pemerasan PMB Unsoed, Rektor hingga Pihak Swasta Ditahan

Berita Selanjutnya
Siswi SMP Muhammadiyah 2 Cilacap Melaju ke GADA Bercahaya

Dhia Syarafana Terpilih Jadi Wakil Cilacap Utara di GADA Bercahaya Angkatan XXXIII 2026