BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Sekolah transisi Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) II Banyumas mulai digunakan untuk kegiatan belajar mengajar sejak 18 Agustus 2026.
Pada pekan pertama operasional, Dinas Pendidikan Banyumas melakukan pengecekan sarana dan prasarana untuk memastikan kebutuhan murid serta guru dapat terpenuhi.
Hasil pengecekan menunjukkan secara umum tidak ditemukan kendala berarti pada fasilitas sekolah.
Namun, ketersediaan air bersih menjadi salah satu catatan yang perlu segera diperhatikan agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan nyaman.
Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinas Pendidikan Banyumas, Yusup, SH, MPA, mengatakan pengecekan dilakukan sejak hari pertama sekolah transisi SNT II mulai digunakan.
Menurutnya, kondisi sarana dan prasarana secara umum masih dapat mendukung kegiatan sekolah.
Meski demikian, terdapat beberapa hal yang perlu mendapat perhatian, termasuk fasilitas pendingin ruangan dan sistem penyediaan air bersih.
“Selain itu perlu pompa air memastikan kecukupan air bersih bagi puluhan murid dan guru cukup,” kata Yusup.
Ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan penting di sekolah, terlebih fasilitas tersebut digunakan oleh puluhan murid dan guru setiap hari.
Karena itu, Dinas Pendidikan Banyumas menilai keberadaan pompa air diperlukan untuk memastikan pasokan air tetap mencukupi selama aktivitas sekolah berlangsung.
Ketersediaan air tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan sanitasi, tetapi juga mendukung kenyamanan warga sekolah selama mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Selain persoalan air bersih, pengecekan juga menemukan bahwa belum seluruh air conditioner (AC) di ruang guru dapat beroperasi.
Yusup mengatakan, kondisi tersebut kemungkinan berkaitan dengan keterbatasan daya listrik yang tersedia di sekolah transisi.
Meski demikian, secara umum kondisi sarana dan prasarana sekolah masih dapat digunakan untuk mendukung operasional awal.
Dinas Pendidikan Banyumas terus melakukan pemantauan agar kebutuhan dasar sekolah dapat terpenuhi selama gedung transisi digunakan.
Catatan lainnya berkaitan dengan pagar bagian depan sekolah transisi. Pagar tersebut masih dipertahankan sehingga ruang parkir dan akses keluar masuk kendaraan roda empat menjadi lebih terbatas.
Yusup membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, kendaraan roda empat masih dapat masuk ke area sekolah, tetapi ruang geraknya tidak terlalu leluasa.
“Parkir dua mobil masuk. Memang untuk keluar masuk kurang leluasa,” ungkapnya.
Pagar tersebut sengaja tidak dibongkar karena mempertimbangkan faktor keamanan lingkungan sekolah.
Dengan adanya pagar, area sekolah tetap memiliki pembatas yang dapat membantu menjaga keamanan murid dan fasilitas selama kegiatan berlangsung.
Kondisi tersebut menjadi salah satu keterbatasan yang harus diterima selama sekolah transisi digunakan.
Namun, sekolah transisi memang dirancang sebagai fasilitas sementara sehingga sejumlah keterbatasan tersebut tidak diproyeksikan menjadi kondisi permanen.
Sekolah transisi SNT II Banyumas tidak akan digunakan sebagai fasilitas utama dalam jangka panjang.
Pemerintah telah merencanakan pembangunan gedung reguler SNT II Banyumas mulai Oktober 2026.
Dengan adanya rencana pembangunan tersebut, sekolah transisi berfungsi sebagai tempat sementara agar kegiatan pendidikan tetap dapat berjalan sebelum gedung utama selesai dan siap digunakan.
Selama masa transisi, Dinas Pendidikan Banyumas melakukan sejumlah pekerjaan untuk memastikan fasilitas yang tersedia dapat mendukung kebutuhan sekolah.
Dinas Pendidikan Banyumas melakukan rehabilitasi gedung serta melengkapi sejumlah sarana dan prasarana. Fasilitas yang dilengkapi antara lain televisi, AC, kipas angin, serta mebelair.
Penyediaan fasilitas tersebut dilakukan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar selama sekolah transisi masih digunakan.
“Penjagaan juga bukan lagi di dinas. Sudah ada petugas keamanan sendiri,” pungkas Yusup.
Setelah gedung reguler SNT II Banyumas selesai dan ditempati, pengelolaan operasional sekolah selanjutnya akan mengikuti pembagian tanggung jawab yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Dengan demikian, Dinas Pendidikan Banyumas saat ini berfokus memastikan sekolah transisi dapat digunakan dengan baik, sembari menunggu pembangunan gedung reguler dimulai.
Pengecekan sarana dan prasarana pada masa awal operasional juga menjadi bagian penting untuk mengetahui kebutuhan yang masih harus diperbaiki.
Salah satunya adalah memastikan ketersediaan air bersih bagi seluruh warga sekolah.
Di sisi lain, fasilitas seperti AC dan akses kendaraan akan terus menjadi bagian dari evaluasi selama sekolah transisi digunakan.
Secara keseluruhan, operasional sekolah transisi SNT II Banyumas telah berjalan, meski masih terdapat sejumlah catatan teknis.
Pemerintah daerah diharapkan dapat memastikan kebutuhan dasar murid dan guru tetap terpenuhi sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara nyaman hingga gedung reguler siap digunakan. (yda/stch/dda)














