BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Sebanyak 113 satuan pendidikan di Kabupaten Banjarnegara masuk dalam program revitalisasi sekolah tahun 2026 melalui anggaran APBN Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Program tersebut mencakup tiga jenjang pendidikan, yakni Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Revitalisasi diarahkan untuk membantu memperbaiki sarana dan prasarana sekolah yang membutuhkan penanganan.
Kabid SMP Dindikpora Banjarnegara, Doko Harwanto, mengatakan dari 113 satuan pendidikan tersebut terdiri atas 40 PAUD, 56 SD, dan 17 SMP.
Khusus jenjang SMP, pemerintah pusat sebelumnya menetapkan kuota sebanyak 20 sekolah.
Dindikpora Banjarnegara kemudian melakukan penyusunan skala prioritas untuk menentukan sekolah yang paling membutuhkan bantuan.
Penentuan prioritas dilakukan dengan melihat tingkat kerusakan bangunan berdasarkan data sarana dan prasarana yang tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Data tersebut kemudian dibandingkan dengan kondisi sebenarnya melalui observasi dan kunjungan langsung ke sekolah.
“Dari data Dapodik muncul tingkat kerusakan setiap sekolah. Kemudian kami sandingkan dengan data faktual hasil observasi dan kunjungan ke sekolah-sekolah. Dari situ kami buat skala prioritas dari peringkat 1 sampai 20 sesuai kuota SMP,” kata Doko.
Usulan tersebut selanjutnya melalui proses verifikasi dan validasi dari Kemendikdasmen.
Dari 20 sekolah yang sebelumnya diusulkan, sebanyak 17 sekolah saat ini telah masuk dalam daftar penerima bantuan dan diharapkan memperoleh program revitalisasi.
Doko menjelaskan, sebagian sekolah bahkan sudah menerima dan menggunakan anggaran bantuan.
Hingga saat ini, terdapat sembilan sekolah yang programnya sudah berjalan dan dananya telah ditransfer ke masing-masing satuan pendidikan.
“Yang sudah fix dan sudah berjalan serta sudah transfer ke sekolah itu ada sembilan sekolah. Yang lainnya masih proses PKS atau perjanjian kerja sama antara kementerian dan satuan pendidikan,” ujarnya.
Besaran anggaran revitalisasi tidak sama untuk setiap sekolah. Nilainya disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi bangunan yang akan mendapatkan penanganan.
Untuk jenjang SMP, bantuan revitalisasi berada pada kisaran Rp236 juta hingga Rp1,4 miliar.
Besaran tersebut menyesuaikan tingkat kebutuhan masing-masing sekolah.
Selain SMP, program revitalisasi juga menyasar 56 SD dan 40 PAUD yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Banjarnegara.
Menurut Doko, penerima bantuan revitalisasi cukup tersebar sehingga program tidak hanya terpusat pada wilayah tertentu.
“Cukup rata dan menyebar,” kata Doko.
Salah satu sekolah yang memperoleh penanganan cukup besar adalah SMP Satu Atap 4 Pandanarum. Pelaksanaan revitalisasi di sekolah tersebut kini telah mencapai sekitar 70 persen.
Proyek tersebut ditargetkan dapat rampung pada Oktober mendatang sehingga fasilitas yang diperbaiki dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Program revitalisasi sekolah dilaksanakan secara swakelola oleh masing-masing satuan pendidikan.
Pelaksanaan pembangunan harus mengikuti petunjuk teknis yang telah ditetapkan pemerintah.
Sekolah penerima bantuan juga diwajibkan membentuk panitia pembangunan.
Dalam pelaksanaannya, panitia tidak hanya melibatkan unsur sekolah, tetapi juga komite sekolah dan tokoh masyarakat.
Pelibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat mendukung transparansi sekaligus memastikan proses pembangunan berjalan sesuai kebutuhan sekolah.
Program revitalisasi menjadi salah satu upaya pemerintah meningkatkan kualitas sarana pendidikan.
Kondisi bangunan dan fasilitas sekolah yang memadai dinilai penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.
Meski demikian, jumlah sekolah yang mendapatkan bantuan tahun ini masih terbatas dibandingkan kebutuhan di lapangan.
Dindikpora Banjarnegara berharap cakupan program dapat diperluas pada tahun berikutnya.
Doko mengatakan masih terdapat sekolah lain yang membutuhkan perbaikan sarana dan prasarana.
Karena itu, pemerintah daerah berharap dukungan anggaran untuk revitalisasi dapat ditingkatkan.
“Kalau harapan kami minimal bisa sampai 40-50 sekolah yang mendapat bantuan revitalisasi. Namun karena keterbatasan anggaran pemerintah, akhirnya jumlahnya disesuaikan agar anggaran yang disiapkan bisa mencukupi,” pungkasnya.
Dengan adanya program revitalisasi pada 113 satuan pendidikan tersebut, pemerintah diharapkan dapat membantu memperbaiki kondisi fasilitas pendidikan secara bertahap.
Perbaikan yang dilakukan juga diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi peserta didik serta mendukung proses pembelajaran yang lebih baik.
Di sisi lain, evaluasi terhadap sekolah yang telah mendapatkan bantuan juga penting dilakukan agar pembangunan sesuai dengan rencana dan memberikan hasil yang optimal.
Program revitalisasi sekolah di Banjarnegara tahun 2026 pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik.
Perbaikan sarana pendidikan juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang lebih layak, aman, dan mendukung kegiatan belajar mengajar. (far/stch/dda)














