Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Hari Jadi ke-397 Kabupaten Kebumen Digelar Meriah, 397 Pelajar Tampilkan Tiga Tarian Tradisional

Dimeriahkan 397 Penari hingga 3.000 Porsi Nasi TempelangDimeriahkan 397 Penari hingga 3.000 Porsi Nasi Tempelang
PUNCAK HARI JADI: Festival Kuliner menjadi salah satu rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-397 Kabupaten Kebumen yang disentralkan di Alun-alun Kebumen

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Kebumen ke-397 bakal berlangsung semarak.

Pemerintah Kabupaten Kebumen tidak hanya menyiapkan upacara peringatan, tetapi juga menghadirkan pertunjukan seni yang melibatkan ratusan pelajar serta tradisi makan bersama ribuan warga.

Sebanyak 397 pelajar SMP dan SMA se-Kabupaten Kebumen akan tampil membawakan tiga kesenian tradisional, yakni Tari Lawet, Tari Cepetan, dan Tari Kuda Lumping.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan 3.000 porsi nasi tempelang untuk kegiatan Kembul Bucana pada puncak peringatan Hari Jadi, Jumat (21/8/2026).

Rangkaian kegiatan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Sasana Pambiwara, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kebumen, Rabu (19/8).

Konferensi pers dihadiri Kepala Dinas Kominfo Kebumen Hj. Wahyu Siswanti SE MSi, Sekretaris Diskominfo Kebumen Andri Kurniawan SSTP, serta Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Kebumen Muhammad Al Ghaniy Akbar.

Muhammad Al Ghaniy Akbar mengatakan, peringatan Hari Jadi Kabupaten Kebumen tidak hanya ditujukan sebagai agenda seremonial.

Momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk menjaga tradisi, memperkuat kebersamaan, dan meningkatkan rasa bangga masyarakat terhadap daerah.

“Kita ingin Hari Jadi Kebumen bukan hanya menjadi sebuah peringatan, tetapi juga menjadi momentum untuk menjaga tradisi, memperkuat kebersamaan, dan menumbuhkan rasa bangga terhadap daerah,” katanya.

Rangkaian Hari Jadi Kebumen ke-397 telah dimulai Rabu (19/8) dengan kegiatan ziarah ke makam para leluhur serta bupati terdahulu.

Kegiatan kemudian berlanjut pada Kamis (20/8) melalui prosesi penjamasan pusaka Kabupaten Kebumen.

Tradisi tersebut menjadi bagian dari ritual membersihkan pusaka peninggalan yang diwariskan secara turun-temurun dari para bupati terdahulu.

Pada malam harinya, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama, pembacaan Yasin dan tahlil yang dipusatkan di Pendopo Kabumian.

Selain itu, Semaan Al-Qur’an juga digelar di Rumah Berdaya lantai 1 Kompleks Pendopo Kabumian.

Berbagai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa peringatan Hari Jadi Kebumen tidak hanya mengedepankan hiburan, tetapi juga mempertahankan nilai budaya dan tradisi yang telah berkembang di masyarakat.

Puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Kebumen 2026 akan berlangsung Jumat (21/8).

Upacara peringatan akan menggunakan pakaian adat dan bahasa Jawa. Setelah upacara selesai, masyarakat akan disuguhi pertunjukan tiga kesenian tradisional khas yang melibatkan ratusan pelajar.

Sebanyak 397 pelajar tingkat SMP dan SMA dari berbagai wilayah di Kabupaten Kebumen akan membawakan Tari Lawet, Tari Cepetan, dan Tari Kuda Lumping.

Jumlah penari sengaja disesuaikan dengan usia Kabupaten Kebumen yang memasuki tahun ke-397.

Pertunjukan tersebut nantinya akan ditutup dengan flashmob yang menggabungkan ketiga tarian.

Konsep tersebut diharapkan membuat pertunjukan semakin menarik sekaligus memberikan pengalaman kepada para pelajar untuk terlibat langsung dalam pelestarian kebudayaan daerah.

Pelibatan generasi muda juga menjadi bagian penting dalam upaya menjaga keberadaan kesenian tradisional agar tetap dikenal dan diteruskan oleh generasi berikutnya.

Setelah pertunjukan seni, masyarakat akan mengikuti Kembul Bucana, yaitu tradisi makan bersama yang menjadi salah satu agenda utama dalam perayaan Hari Jadi Kebumen tahun ini.

Bupati Kebumen bersama masyarakat akan makan bersama di halaman Pendopo Kabumian. Sebanyak 3.000 porsi nasi tempelang telah disiapkan untuk kegiatan tersebut.

Menariknya, seluruh peserta akan mendapatkan menu makanan yang sama.

Setiap porsi nasi tempelang terdiri dari nasi yang dibungkus menggunakan daun pisang, telur dadar, oseng mi, dan tempe orek.

Konsep tersebut memiliki makna tersendiri. Kesamaan menu antara pemerintah dan masyarakat menjadi simbol kebersamaan serta kesetaraan.

“Menu yang disiapkan sama untuk seluruh peserta. Ini menjadi simbol kebersamaan dan kesetaraan, karena masyarakat dan pemerintah bisa duduk bersama dan menikmati hidangan yang sama,” ujarnya.

Kembul Bucana sekaligus memperlihatkan bahwa tradisi dalam peringatan Hari Jadi Kebumen tidak hanya diwujudkan melalui ritual dan pertunjukan budaya, tetapi juga melalui interaksi langsung antara pemerintah dan masyarakat.

Rangkaian Hari Jadi Kabupaten Kebumen ke-397 belum berakhir setelah puncak peringatan pada Jumat.

Kegiatan akan ditutup pada Sabtu (22/8) melalui Kirab Budaya. Kirab tersebut mengambil rute dari Pendopo Kabumian menuju Tugu Lawet dan kemudian kembali ke Alun-alun Kebumen.

Kirab akan semakin meriah dengan kehadiran Grebeg Gunungan yang berisi berbagai hasil bumi, termasuk sayuran dan buah-buahan.

Grebeg Gunungan menjadi simbol rasa syukur masyarakat sekaligus bagian dari upaya mempertahankan tradisi budaya Kabupaten Kebumen.

Dengan rangkaian kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kebumen berharap peringatan Hari Jadi ke-397 tidak sekadar menjadi agenda tahunan.

Berbagai pertunjukan seni, ritual budaya, makan bersama, hingga kirab diharapkan dapat memperkuat kebersamaan sekaligus mengenalkan kekayaan budaya Kebumen kepada generasi muda. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Kuota Sertifikat Halal Gratis Habis

Kuota Sertifikat Halal Gratis 2026 Ludes, Pelaku UMKM Kini Masuk Daftar Tunggu

Berita Selanjutnya
Batas Bawah Ojol Diusulkan Rp 10.200 per Perjalanan

Tarif Ojol Diusulkan Rp10.200, Pemerintah Masih Finalisasi Aturan Potongan 8 Persen