Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Irish Bella Bagikan Kondisi Rumah Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau
Bantuan Air Bersih Kebumen Bertambah, Kini Menjangkau 33 Desa di 14 Kecamatan

Bantuan Air Bersih Kebumen Bertambah, Kini Menjangkau 33 Desa di 14 Kecamatan

Krisis Meluas, Pemkab Tambah Droping Air BersihKrisis Meluas, Pemkab Tambah Droping Air Bersih
BANTUAN: Pemkab Kebumen kembali melanjutkan pogram bantuan air bersih bagi warga membutuhkan

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Pemerintah Kabupaten Kebumen kembali memperluas penyaluran bantuan air bersih bagi warga yang terdampak kesulitan air selama musim kemarau.

Memasuki awal September 2026, cakupan distribusi kini mencapai 33 desa di 14 kecamatan.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan penyaluran sebelumnya yang menjangkau 30 desa di 12 kecamatan.

Hingga saat ini, total air bersih yang telah disalurkan mencapai 910 ribu liter.

Bantuan tersebut telah diterima sekitar 3.240 kepala keluarga atau 43.520 jiwa yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Kebumen.

Humas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen Heri Purwoto mengatakan, jumlah desa yang mendapatkan bantuan terus bertambah sejak program penyaluran air bersih dimulai pada 4 Agustus 2026.

“Desa-desa penerima bantuan air bersih tersebar di 14 kecamatan, sebagian besar di dataran tinggi,” kata Heri, Senin (7/9/2026).

Kecamatan Karanggayam menjadi salah satu wilayah dengan kebutuhan air bersih yang cukup tinggi dibandingkan sejumlah kecamatan lainnya.

Di wilayah tersebut, bantuan telah disalurkan ke beberapa desa yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Desa Kalirejo tercatat telah menerima 18 tangki air bersih, sedangkan Desa Clapar mendapatkan 14 tangki.

Penyaluran dilakukan secara bertahap menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan kondisi wilayah.

Sebagian besar desa penerima berada di kawasan dataran tinggi yang terdampak keterbatasan sumber air selama musim kemarau.

Bertambahnya jumlah desa penerima menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih masih menjadi perhatian pemerintah daerah.

Penanganan pun terus dilakukan agar warga yang mengalami kesulitan air tetap mendapatkan pasokan untuk kebutuhan sehari-hari.

Dari total 910 ribu liter air bersih yang telah didistribusikan, sebagian berasal dari anggaran Pemerintah Kabupaten Kebumen.

Heri menjelaskan, sebanyak 444 ribu liter air bersih dibiayai melalui APBD Kabupaten Kebumen.

Sementara itu, sebanyak 466 ribu liter lainnya berasal dari sumbangan berbagai pihak.

Dukungan dari berbagai pihak tersebut turut memperkuat upaya pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat selama musim kemarau.

Selain menggunakan anggaran daerah, BPBD Kebumen juga menerima bantuan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Bantuan CSR berasal dari berbagai unsur, mulai badan usaha milik pemerintah, perusahaan swasta, hingga lembaga pemerintah yang menyalurkan bantuan melalui kegiatan bakti sosial.

Menurut Heri, kontribusi tersebut memberikan manfaat dalam penanganan persoalan air bersih sekaligus membantu mengurangi beban anggaran daerah.

Keterlibatan pihak swasta dan berbagai lembaga melalui program CSR menjadi salah satu dukungan penting dalam distribusi air bersih.

Dengan adanya tambahan pasokan dari luar APBD, pemerintah daerah memiliki sumber dukungan lain untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Heri mengatakan bantuan tersebut turut membantu menghemat anggaran yang bersumber dari APBD Kabupaten Kebumen untuk penanganan kesulitan air bersih selama musim kemarau.

Kerja sama tersebut juga menunjukkan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam menghadapi dampak musim kemarau.

Pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan anggaran daerah, tetapi juga membuka ruang bagi dunia usaha maupun lembaga lain untuk berkontribusi.

Dalam pelaksanaannya, BPBD Kebumen menggunakan dua metode penyaluran air bersih.

Metode pertama dilakukan dengan mengisi bak penampungan yang telah disiapkan di lokasi penerima.

Bak tersebut kemudian digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air secara bersama-sama.

Metode kedua dilakukan dengan menyalurkan air secara langsung kepada penerima manfaat di lokasi yang telah ditentukan oleh pemerintah desa.

Penentuan lokasi penyaluran dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Dengan metode tersebut, distribusi diharapkan dapat menjangkau warga secara lebih efektif.

Program bantuan air bersih sendiri telah dimulai sejak 4 Agustus 2026. Seiring berlangsungnya musim kemarau, cakupan penerima terus bertambah.

Dari sebelumnya 30 desa di 12 kecamatan, kini bantuan telah menjangkau 33 desa di 14 kecamatan.

Total 910 ribu liter air bersih telah disalurkan untuk membantu 3.240 kepala keluarga atau 43.520 jiwa.

Pemerintah Kabupaten Kebumen melalui BPBD masih melanjutkan penyaluran bantuan untuk memenuhi kebutuhan warga yang mengalami kesulitan air bersih selama musim kemarau. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Rumah Dipenuhi Abu Vulkanik

Irish Bella Bagikan Kondisi Rumah Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau