Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Basarnas Kerahkan 17 Kapal dan 5 Pesawat Cari Korban KMP Virgo Transport 8

Basarnas Kerahkan 17 Kapal dan Lima PesawatBasarnas Kerahkan 17 Kapal dan Lima Pesawat
EVAKUASI: TNI AL mengevakuasi 22 korban selamat dari kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa pada Senin (14/9)

BANYUMASEKSPRES.ID, SURABAYA – Pemerintah memperkuat operasi pencarian dan pertolongan atau SAR untuk mencari korban kecelakaan KMP Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa.

Lebih dari 600 personel gabungan dikerahkan untuk memperluas pencarian, termasuk dengan menyiapkan operasi bawah laut.

KMP Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9/2026) saat dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin.

Pada hari kedua pencarian, pemerintah menambah kekuatan personel dan armada untuk memperbesar peluang menemukan korban yang masih belum diketahui keberadaannya.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan penambahan kekuatan tersebut melibatkan berbagai unsur.

Pemerintah berharap tambahan personel dan armada dapat membuat proses pencarian berjalan lebih optimal.

“Hari ini kita mendapatkan tambahan kekuatan untuk melakukan operasi SAR dari beberapa pihak, sehingga diharapkan operasi yang dilakukan akan semakin baik dan lebih besar lagi untuk kita berupaya semaksimal mungkin,” kata Dudy, Senin (14/9).

Berdasarkan perkembangan resmi Kementerian Perhubungan pada hari kedua operasi, sebanyak 114 orang telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia. Sementara itu, 129 orang lainnya masih dalam pencarian.

Penambahan personel menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memperluas area pencarian korban KMP Virgo Transport 8.

Ratusan petugas dari berbagai instansi dilibatkan dalam operasi yang berlangsung di tengah kondisi laut yang masih menjadi tantangan bagi tim SAR.

Dudy mengatakan prioritas pemerintah adalah melakukan pencarian dan penyelamatan terhadap seluruh korban yang masih belum ditemukan.

Karena itu, kekuatan operasi terus ditambah agar penyisiran dapat dilakukan secara lebih luas.

Selain pencarian di permukaan laut, tim juga mulai menyiapkan kemampuan untuk melakukan pencarian di bawah air.

Operasi tersebut membutuhkan koordinasi banyak unsur karena lokasi kecelakaan berada di wilayah perairan Laut Jawa.

Kondisi cuaca dan gelombang juga menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan dalam setiap tahapan pencarian.

Pemerintah memastikan keselamatan personel tetap menjadi bagian penting dalam pelaksanaan operasi.

Dengan jumlah petugas yang semakin banyak, koordinasi dan penerapan prosedur keselamatan menjadi perhatian agar proses pencarian dapat berlangsung secara optimal.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syafii mengatakan operasi pencarian diperkuat dengan armada laut dan udara.

Sebanyak lima pesawat dari unsur Basarnas, Polri, TNI Angkatan Laut, dan BNPB dikerahkan untuk mendukung pencarian.

Sementara dari unsur laut terdapat 17 kapal yang digunakan dalam operasi SAR.

Armada tersebut digunakan untuk melakukan penyisiran di sekitar lokasi kecelakaan sekaligus mendukung proses evakuasi dan pencarian korban.

Penguatan unsur laut juga melibatkan sejumlah kapal TNI AL. Berdasarkan keterangan TNI, beberapa unsur yang dikerahkan antara lain KRI I Gusti Ngurah Rai-332, KRI Nala-363, KRI Pulau Fani-732, KRI Canopus-936, dan KAL Kumai II-13-51. TNI AL juga menyiapkan pesawat CN-235 MPA dan sejumlah helikopter untuk mendukung operasi.

Dengan tambahan armada tersebut, jangkauan pencarian diharapkan semakin luas.

Tim SAR tidak hanya melakukan pemantauan dari kapal, tetapi juga memanfaatkan unsur udara untuk membantu menemukan kemungkinan keberadaan korban.

Selain pencarian dari permukaan, operasi bawah laut menjadi salah satu fokus dalam penguatan SAR KMP Virgo Transport 8.

Muhammad Syafii mengatakan personel khusus disiapkan untuk mendukung operasi bawah air.

Unsur yang dilibatkan antara lain Basarnas Special Group, Komando Pasukan Katak atau Kopaska TNI AL, serta tim penyelam.

Pengerahan tim khusus tersebut dilakukan untuk meningkatkan kemampuan pencarian apabila kondisi di lokasi memungkinkan dilakukannya operasi bawah laut.

Namun, operasi bawah air tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Kondisi gelombang, arus, jarak pandang, dan faktor keselamatan lainnya harus diperhitungkan sebelum penyelam diterjunkan.

Syafii memastikan seluruh proses pencarian akan tetap mengutamakan keselamatan.

“Kita berharap dari kapal ini kita nanti bisa melaksanakan operasi underwater dengan optimal,” ujarnya.

Ia menambahkan kondisi cuaca menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan pelaksanaan pencarian bawah air.

Operasi akan dilakukan dengan menyesuaikan kondisi lapangan dan prosedur keselamatan.

Selain perkembangan operasi SAR, pemerintah juga memberikan penjelasan mengenai kondisi kapal sebelum mengalami kecelakaan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa berdasarkan informasi yang diterima pemerintah, KMP Virgo Transport 8 tidak mengalami kelebihan muatan atau overload ketika berlayar menuju Banjarmasin.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah muncul perhatian publik mengenai kemungkinan kapal mengalami kelebihan kapasitas.

“Perlu diketahui, KMP Virgo Transport 8 berlayar dalam kondisi tidak overload. Namun demikian, kita tunggu investigasi menyeluruh dari KNKT untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan kapal tersebut,” jelas Dudy.

Pemerintah belum menetapkan penyebab pasti kecelakaan. Investigasi akan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT sesuai kewenangannya.

Dengan demikian, berbagai dugaan mengenai penyebab kecelakaan masih perlu menunggu hasil investigasi resmi.

Pemerintah meminta proses pencarian dan penyelamatan tetap menjadi prioritas sembari penyelidikan dilakukan.

KMP Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan ketika sedang menjalani pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin.

Kapal kemudian mengalami masalah di sekitar perairan Masalembo, Laut Jawa.

Berdasarkan data yang disampaikan Kementerian Perhubungan, kapal membawa ratusan orang dan kendaraan.

Data manifes yang dikutip berbagai laporan mencatat kapal membawa 243 orang, termasuk penumpang, kru, serta pengemudi dan kernet kendaraan. Kapal juga mengangkut 89 unit kendaraan.

Kecelakaan tersebut kemudian memicu operasi SAR besar-besaran. Kapal-kapal di sekitar lokasi turut membantu melakukan evakuasi, sementara unsur Basarnas, TNI, Polri, BNPB, dan instansi terkait memperkuat pencarian.

Pada hari kedua operasi, sebanyak 108 orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat dan enam orang meninggal dunia.

Sementara 129 orang lainnya masih dalam pencarian.

Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian dengan mengoptimalkan seluruh unsur yang tersedia.

Penambahan personel hingga lebih dari 600 orang diharapkan dapat mempercepat proses pencarian korban.

TNI AL juga mengerahkan tim khusus, termasuk Kopaska dan tim penyelaman untuk mendukung pencarian bawah air.

Unsur kapal dan udara dikerahkan secara terpadu untuk menyisir area kecelakaan.

Namun, operasi tetap harus mempertimbangkan keselamatan petugas.

Kondisi laut yang berubah-ubah dapat memengaruhi kemampuan tim dalam melakukan penyisiran maupun penyelaman.

Muhammad Syafii menegaskan keselamatan menjadi dasar utama dalam setiap tahapan operasi.

Tim SAR akan menyesuaikan metode pencarian dengan situasi di lapangan sehingga upaya menemukan korban dapat dilakukan secara maksimal tanpa mengabaikan keselamatan ratusan personel yang terlibat.

Pemerintah berharap tambahan kekuatan tersebut dapat meningkatkan peluang menemukan korban yang masih dalam pencarian.

Operasi akan terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur hingga seluruh kemampuan yang tersedia dapat dimanfaatkan.

Sementara itu, penyebab kecelakaan KMP Virgo Transport 8 masih menunggu hasil investigasi KNKT.

Pemerintah memastikan proses penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh untuk mengetahui faktor yang menyebabkan kecelakaan kapal tersebut.

Untuk saat ini, fokus utama pemerintah dan tim SAR tetap pada pencarian, penyelamatan, evakuasi, serta pendataan korban KMP Virgo Transport 8. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Status Awas Kekeringan Banyumas Diperpanjang

Kekeringan Banyumas Meluas, Status Awas Diperpanjang hingga 20 September 2026

Berita Selanjutnya
Kartu Merah Foden Dipertanyakan Keane

Roy Keane Bela Phil Foden, Kartu Merah di Derbi MU vs Man City Jadi Sorotan