Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Dua Musim Jadi Tim Musafir, Persak Kebumen Ingin Pulang ke Stadion Chandradimuka

Persak tak Ingin Jadi "Tim Musafir" LagiPersak tak Ingin Jadi "Tim Musafir" Lagi
Manajer Persak Kebumen, Arif Budiman

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Dalam dua musim terakhir keikutsertaan kesebelasan Persak Kebumen di kompetisi yang diselenggarakan oleh PSSI, tim yang dijuluki Lajoksa ini menghadapi tantangan yang cukup sulit, yaitu belum bisa bermain di kandang sendiri.

Meskipun menggelar pertandingan dengan status sebagai tim tuan rumah, Persak terpaksa harus menggunakan stadion milik daerah lain.

Keadaan ini tentu menjadi perhatian serius bagi manajemen dan para pendukung setia mereka, yang berharap agar permainan dapat kembali ke Stadion Chandradimuka, markas kebanggaan mereka, pada musim depan.

Manajemen Persak Kebumen menyatakan harapan tinggi agar renovasi Stadion Chandradimuka dapat selesai tepat waktu dan resmi digunakan untuk pertandingan pada musim kompetisi 2026/2027 mendatang.

Hal ini diungkapkan oleh Manajer tim, Arif Budiman, dalam sebuah pernyataan pada (19/5).

“Dalam dua musim ini, kami selalu menjadi bahan candaan teman-teman manajemen tim lain di Jawa Tengah. Dalam setiap pertemuan antar manajer, kami sering disoraki sebagai ‘Persak tim Musafir’,” ungkapnya dengan nada sedikit bercanda namun penuh rasa frustrasi.

Keberadaan stadion yang tidak memadai untuk bermain kandang secara langsung berdampak pada sejumlah aspek non-teknis lainnya.

Salah satu dampak signifikan adalah masalah finansial yang dihadapi oleh klub.

Dengan harus berpindah-pindah lokasi untuk bertanding, Persak Kebumen harus mengeluarkan biaya tambahan yang tidak sedikit.

Selain itu, mereka juga kehilangan potensi pemasukan dari penjualan tiket pertandingan yang seharusnya bisa didapatkan jika bermain di kandang sendiri.

“Dengan kompetisi yang berlangsung panjang ini, kami harus memutar otak mencari pendanaan tambahan,” lanjut Arif Budiman.

Beliau menambahkan bahwa dana bantuan dari Pemerintah Kabupaten Kebumen belum mencukupi kebutuhan operasional tim.

Bahkan menjelang putaran nasional, Persak Kebumen mengalami kesulitan dalam hal pembiayaan.

“Istilahnya kami ‘cengep-cengep’,” tutur Arif dengan nada mengeluh namun tetap optimis.

Beruntung bagi mereka, ada beberapa pihak rekanan yang bersedia membantu meskipun dalam situasi keuangan yang sulit.

Meskipun demikian, kondisi tersebut tidak mematahkan semangat juang para pemain dan pelatih untuk memberikan performa terbaik di lapangan.

Tim tetap berkomitmen untuk mencapai target lolos ke Liga 3 pada musim mendatang.

“Kami tentunya sangat membutuhkan doa dan dukungan dari seluruh pendukung serta warga Kebumen,” ungkap Arif Budiman dengan penuh harap.

Dalam konteks sepak bola Indonesia, situasi seperti yang dialami Persak Kebumen bukanlah hal baru.

Banyak klub lain juga mengalami kesulitan serupa terkait infrastruktur dan dukungan finansial.

Namun, keinginan untuk membangun stadion sendiri dan berkumpul bersama pendukung adalah hal yang mutlak diperlukan untuk menciptakan atmosfer positif bagi perkembangan tim.

Persak Kebumen memiliki sejarah panjang dan dukungan fanatik dari masyarakat lokal.

Masyarakat Kebumen tentu ingin melihat tim kebanggaan mereka tampil maksimal di hadapan pendukungnya sendiri tanpa harus berpindah-pindah lokasi stadion.

Ini adalah harapan yang sangat wajar mengingat pentingnya dukungan emosional dari suporter selama pertandingan berlangsung.

Kondisi saat ini menuntut manajemen untuk lebih kreatif dalam menggali sumber pendanaan alternatif demi memastikan keberlangsungan klub ke depan.

Inovasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak dapat menjadi solusi cerdas untuk mengatasi tantangan finansial ini.

Misalnya, kerja sama dengan sponsor lokal atau pelaksanaan event-event menarik di luar pertandingan resmi dapat membantu meningkatkan pendapatan serta memperkenalkan klub kepada lebih banyak orang.

Selain itu, penting bagi manajemen Persak untuk menjalin komunikasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Kebumen guna mendapatkan dukungan anggaran yang lebih besar atau fasilitas lainnya untuk pengembangan klub jangka panjang.

Membangun kemitraan strategis dengan berbagai lembaga atau perusahaan swasta juga bisa membuka peluang baru dalam hal sponsorship dan pemasaran klub.

Satu hal yang pasti adalah semangat juang para pemain dan pelatih Persak Kebumen tidak pernah surut meskipun menghadapi berbagai rintangan.

Mereka terus berlatih keras dan menjaga fokus agar dapat memberikan penampilan terbaik dalam setiap laga meski harus bertanding jauh dari markas sendiri.

Optimisme tetap terjaga di kalangan tim mengenai peluang lolos ke Liga 3 pada musim mendatang.

Dengan persiapan matang dan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat Kebumen, harapan tersebut bukanlah hal mustahil untuk diwujudkan. (cah/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Anggaran MBG Dipangkas Rp67 Triliun

Fokus Perbaiki Tata Kelola, Pemerintah Resmi Pangkas Anggaran MBG hingga 67 Triliun

Berita Selanjutnya
Alun alun Disiapkan untuk Salat Id

Persiapan Salat Idul Adha, DLH Banyumas Lakukan Perawatan Area Alun-Alun Purwokerto