BANYUMASEKSPRES.ID, Penyanyi sekaligus selebritas Ashanty membagikan kisah perjalanan spiritualnya setelah menunaikan ibadah haji pada 2026.
Penampilannya yang kini konsisten mengenakan hijab mendapat banyak perhatian dan apresiasi dari masyarakat.
Namun di balik perubahan tersebut, Ashanty mengungkapkan bahwa proses berhijab bukanlah sesuatu yang mudah dan penuh dengan berbagai ujian.
Sejak pulang dari Tanah Suci, istri musisi Anang Hermansyah itu memilih mengenakan hijab dalam setiap aktivitasnya.
Keputusan tersebut bukan diambil secara tiba-tiba, melainkan melalui proses perenungan yang panjang serta perjalanan spiritual yang semakin mendalam setelah menjalankan ibadah haji.
Dalam keterangannya saat ditemui di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Ashanty mengaku masih terus belajar menjaga keistiqamahan.
Menurutnya, setiap manusia memiliki ujian masing-masing, termasuk dalam mempertahankan komitmen untuk terus memperbaiki diri.
Ia bahkan mengaku sering berdialog dengan dirinya sendiri dan memohon petunjuk kepada Allah SWT sebelum benar-benar mantap mengenakan hijab.
“Aku tuh banyak banget pertanyaannya ke Allah sebenarnya. Kayak ‘Aku siap enggak ya berhijab?’ atau ‘Aku bakal sanggup enggak ya?’. Tapi ya itu proseslah ya. Saya mohon doanya saja agar bisa tetap istiqamah berhijab,” ujar Ashanty.
Perempuan yang telah hampir dua bulan mengenakan hijab tersebut menilai hijrah bukanlah perjalanan yang instan.
Baginya, menjadi pribadi yang lebih baik membutuhkan proses panjang, kesabaran, serta komitmen untuk terus memperbaiki diri sedikit demi sedikit.
Ashanty juga mengungkapkan bahwa godaan terbesar justru datang setelah dirinya pulang dari ibadah haji.
Saat mulai merapikan lemari pakaian di rumah, ia menemukan banyak koleksi busana yang masih baru dan bahkan sebagian masih memiliki label harga.
Melihat pakaian-pakaian tersebut sempat membuatnya merasa sayang karena sebagian besar merupakan koleksi favorit yang belum pernah digunakan.
Momen tersebut membuat Ashanty sempat terlintas keinginan untuk kembali tampil seperti dulu agar bisa mengenakan pakaian-pakaian tersebut. Apalagi ketika melihat kembali foto-foto lamanya dengan rambut tergerai.
“Pas bersih-bersih, baju-baju lama aku masih ada labelnya. Aku kayak yang, ‘Aduh, sayang ya.’ Sempat terpikir lepas hijab juga karena lihat foto-foto lama. Tapi akhirnya mikir lagi, ‘Mau kejar dunia sampai mana sih?'” ungkapnya.
Meski demikian, pikiran tersebut hanya berlangsung sesaat. Setelah merenung, Ashanty kembali menguatkan niatnya bahwa berhijab bukan sekadar perubahan penampilan, melainkan bagian dari ikhtiar untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Menurutnya, perjalanan menjadi pribadi yang lebih baik merupakan proses seumur hidup.
Karena itu, ia tidak ingin membebani dirinya dengan tuntutan untuk menjadi sempurna dalam waktu singkat.
Ashanty juga mengaku sangat bersyukur karena mendapatkan dukungan penuh dari keluarga dan orang-orang terdekat.
Dukungan tersebut menjadi salah satu sumber kekuatan untuk tetap mempertahankan komitmennya mengenakan hijab.
Perjalanan spiritual Ashanty semakin kuat setelah dirinya berhasil menunaikan ibadah haji bersama sang suami, Anang Hermansyah.
Pasangan tersebut diketahui berangkat ke Tanah Suci pada 19 Mei 2026 setelah melalui penantian yang cukup panjang.
Sebelumnya, Ashanty telah mendaftarkan diri melalui program Haji Plus sejak 2018.
Saat itu ia dijadwalkan berangkat pada 2024. Namun, keberangkatannya harus tertunda karena berbagai alasan.
“Aku daftar Haji Plus sejak tahun 2018. Seharusnya berangkat tahun 2024. Tapi memang kalau Tuhan bilang belum waktunya ya tidak akan berangkat,” kata pelantun lagu Jodohku itu.
Penundaan tersebut sempat membuat Ashanty harus bersabar menunggu kepastian keberangkatan.
Meski demikian, ia meyakini bahwa setiap orang memiliki waktu terbaik yang telah ditentukan Allah SWT untuk menjalankan ibadah ke Tanah Suci.
Ketika akhirnya memperoleh kesempatan berhaji pada 2026, Ashanty mengaku sangat bahagia dan bersyukur.
Pengalaman selama berada di Makkah dan Madinah memberikan ketenangan batin sekaligus mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan.
Melalui media sosial pribadinya, Ashanty juga sempat membagikan bahwa ibadah haji menjadi salah satu pengalaman paling berharga dalam hidupnya.
Ia merasa lebih tenang, lebih bersyukur, dan semakin dekat dengan Allah SWT.
Pengalaman spiritual tersebut akhirnya menjadi titik balik yang memperkuat keputusannya untuk mengenakan hijab sepulang dari Tanah Suci.
Meski mengakui masih menghadapi berbagai godaan dan keraguan sebagai manusia biasa, Ashanty berharap dapat terus menjaga komitmennya.
Ia juga meminta doa dari masyarakat agar selalu diberikan kekuatan untuk istiqamah menjalani hijrah serta terus memperbaiki diri sebagai bagian dari perjalanan hidupnya menuju pribadi yang lebih baik. (*/stch/dda)














