BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Cabang Kebumen menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan harga telur ayam ras sesuai Harga Acuan Pemerintah (HAP) demi meningkatkan kesejahteraan peternak.
Langkah tersebut menjadi salah satu program prioritas pengurus baru Pinsar Cabang Kebumen periode 2026–2031 setelah resmi dilantik di Pendopo Kabumian Kebumen pada Selasa (4/8/2026).
Di tengah kenaikan harga pakan dan melemahnya harga jual telur di tingkat peternak, Pinsar menilai penerapan harga sesuai HAP menjadi solusi penting agar usaha peternakan ayam petelur tetap bertahan.
Organisasi tersebut juga siap menjembatani peternak lokal dengan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) agar penyerapan hasil produksi semakin optimal.
Ketua Pinsar Cabang Kebumen, Azis Hardiyono, mengatakan kepengurusan yang baru akan segera menjalankan sejumlah program kerja yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan peternak.
Salah satu fokus utamanya adalah mengawal agar harga telur di pasaran kembali mengacu pada Harga Acuan Pemerintah.
“Kami akan langsung bergerak untuk kesejahteraan para peternak ayam petelur di Kabupaten Kebumen,” katanya, Kamis (6/8/2026).
Menurut Azis, harga telur yang berada di bawah HAP membuat banyak peternak mengalami kerugian karena tidak mampu menutup biaya produksi.
Kondisi tersebut semakin berat dengan tingginya harga pakan yang menjadi komponen terbesar dalam usaha peternakan ayam petelur.
Ia menjelaskan, apabila harga telur kembali sesuai HAP, peternak memiliki peluang memperoleh keuntungan yang lebih layak sehingga usaha mereka dapat terus berjalan secara berkelanjutan.
“Dengan harga telur sesuai HAP diharapkan peternak bisa menutup biaya produksi dan tidak terus-terusan merugi,” ujarnya.
Azis menambahkan, upaya tersebut juga sejalan dengan arahan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang meminta dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis memprioritaskan pembelian telur dari peternak lokal dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.
Menurutnya, kebijakan tersebut dapat menjadi peluang besar bagi peternak ayam petelur di Kebumen untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan pendapatan.
Oleh karena itu, Pinsar siap memfasilitasi kerja sama antara peternak dan dapur MBG di berbagai wilayah.
“Hal ini juga sesuai dengan instruksi kepala BGN yang memerintahkan agar dapur SPPG harus membeli telur ke peternak lokal sesuai harga pemerintah,” paparnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, Pinsar Cabang Kebumen akan berperan sebagai penghubung apabila pengelola dapur MBG mengalami kesulitan menemukan peternak lokal yang mampu memenuhi kebutuhan pasokan telur.
Organisasi tersebut mengaku telah memiliki data peternak ayam petelur di Kabupaten Kebumen sehingga dapat membantu proses koordinasi maupun distribusi hasil produksi ke dapur MBG.
“Pinsar Cabang Kebumen siap menjembatani bagi dapur MBG yang akan mengambil telur ke peternak lokal. Apabila dapur kesulitan mencari peternak lokal, kami ada datanya. Kami siap untuk berkoordinasi,” jelas Azis.
Selain memperjuangkan harga telur, kepengurusan baru Pinsar juga membuka kesempatan bagi para pelaku usaha perunggasan di Kebumen untuk bergabung menjadi anggota organisasi.
Melalui wadah tersebut, para peternak diharapkan dapat saling berbagi informasi, berdiskusi mengenai perkembangan usaha, serta memperkuat koordinasi dalam menghadapi berbagai tantangan industri perunggasan.
Azis berharap semakin banyak peternak yang bergabung sehingga komunikasi antarpelaku usaha menjadi lebih baik.
Dengan organisasi yang semakin kuat, berbagai aspirasi peternak juga diharapkan dapat diperjuangkan secara lebih efektif kepada pemerintah maupun pihak terkait lainnya.
Melalui berbagai program yang telah disiapkan, Pinsar Cabang Kebumen optimistis mampu membantu meningkatkan kesejahteraan peternak ayam petelur di daerah tersebut.
Sinergi antara organisasi, pemerintah, dan program Makan Bergizi Gratis diharapkan tidak hanya menjaga stabilitas harga telur sesuai HAP, tetapi juga memperkuat keberlangsungan usaha peternakan lokal serta mendorong pertumbuhan sektor perunggasan di Kabupaten Kebumen. (mam/stch/dda)














