Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Istana Tegaskan Surpres Pergantian Kapolri dan Gubernur BI Belum Terbit
Trans Banyumas Bakal Dipasangi Iklan, Dishub Bidik Tambahan Pendapatan hingga 20 Persen

Trans Banyumas Bakal Dipasangi Iklan, Dishub Bidik Tambahan Pendapatan hingga 20 Persen

Trans Banyumas Bidik Pendapatan dari IklanTrans Banyumas Bidik Pendapatan dari Iklan
RAPAT: Kabid Angkutan dalam FKP Dishub Banyumas berkomitmen menyempurnakan Perbup sewaktu migrasi pembiayaan layanan dari pusat ke daerah dimana didalamnya termasuk mengatur regulasi pemasangan iklan di Trans Banyumas

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Dinas Perhubungan (Dishub) Banyumas tengah menyiapkan skema pemasangan iklan pada layanan Trans Banyumas.

Langkah tersebut menjadi bagian dari roadmap pemerintah daerah untuk menggali sumber pendapatan baru di luar tarif penumpang.

Pemasangan iklan dinilai memiliki potensi cukup besar karena minat dari pihak yang ingin memanfaatkan armada maupun layanan Trans Banyumas sebagai media promosi mulai bermunculan.

Pendapatan non-tarif tersebut nantinya diharapkan dapat memperkuat pengelolaan transportasi umum di Banyumas.

Kepala Bidang Angkutan Dishub Banyumas, Mufti Hakim, mengatakan regulasi mengenai pemasangan iklan di Trans Banyumas sebenarnya sudah tersedia.

Namun, pelaksanaan di lapangan masih membutuhkan penyempurnaan dan koordinasi lebih lanjut.

Koordinasi tersebut terutama berkaitan dengan proses perizinan, mekanisme kerja sama, serta pihak yang nantinya akan menjadi pengelola pemasangan iklan.

Selain itu, skema pemasangan iklan untuk jangka waktu panjang juga masih perlu disesuaikan dengan kondisi pengelolaan Trans Banyumas saat ini.

“Tahun ini masih terdapat dua pengelola Trans Banyumas, yakni pengelolaan dari pusat yang sedang dimigrasikan ke daerah,” kata Mufti.

Menurutnya, Dishub Banyumas akan menyempurnakan regulasi sekaligus menyesuaikan tarif pemasangan iklan.

Dengan penyempurnaan tersebut, peluang pendapatan dari sektor non-tarif diharapkan dapat segera direalisasikan.

“Kami akan sempurnakan. Untuk tarif iklan disesuaikan. Mudah-mudahan secepatnya terlaksana,” ujarnya.

Kepala Seksi Angkutan Dishub Banyumas, Muhammad Eka, menjelaskan bahwa pada tahap awal pengelolaan Trans Banyumas, pihaknya lebih dahulu memprioritaskan proses migrasi pembiayaan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah.

Proses migrasi pembiayaan tersebut telah berjalan selama sekitar tiga bulan.

Eka menyebut proses tersebut berlangsung aman dan lancar sehingga Dishub kemudian mulai menyusun berbagai strategi untuk meningkatkan pengelolaan layanan Trans Banyumas.

“Selama berjalan di tahap awal migrasi, Dishub juga coba menganalisis dan membuat roadmap. Salah satu roadmapnya itu menggali pemasukan non tarif dari iklan. Kebetulan sudah banyak sekali yang berminat memasang iklan di Trans Banyumas,” terang Eka.

Pemasukan dari iklan tersebut dinilai dapat menjadi salah satu sumber pendapatan tambahan bagi Trans Banyumas.

Jika skema tersebut sudah berjalan dan pendapatan non-tarif mulai masuk, Dishub memperkirakan pendapatan Trans Banyumas dapat meningkat sekitar 10 hingga 20 persen.

Potensi tersebut cukup terbuka karena sejumlah pihak disebut telah menunjukkan minat untuk memasang iklan pada layanan transportasi tersebut.

Namun, realisasi pemasangan iklan tetap harus mengikuti aturan dan mekanisme kerja sama yang sedang disiapkan pemerintah daerah.

Selain menggali pendapatan melalui iklan, Dishub Banyumas juga menyiapkan roadmap lain untuk meningkatkan pemanfaatan Trans Banyumas.

Salah satunya adalah penjajakan rerouting atau perubahan rute dengan melibatkan angkutan konvensional sebagai feeder.

Konsep tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan Trans Banyumas.

Angkutan konvensional nantinya dapat berperan sebagai penghubung bagi masyarakat yang berada di wilayah yang belum terjangkau langsung oleh rute utama Trans Banyumas.

Namun, penerapan skema tersebut membutuhkan edukasi dan sosialisasi secara masif.

Dishub berharap masyarakat dapat memberikan dukungan partisipatif sehingga keberadaan Trans Banyumas semakin optimal digunakan sebagai transportasi umum.

Upaya meningkatkan okupansi penumpang juga menjadi perhatian Dishub.

Pemerintah daerah tidak hanya berupaya mencari sumber pendapatan baru, tetapi juga terus mengevaluasi kualitas pelayanan agar semakin banyak masyarakat memilih menggunakan transportasi umum.

Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah menyediakan mekanisme pembayaran tarif secara tunai menggunakan kupon.

Skema tersebut ditujukan bagi masyarakat yang masih kurang berminat menggunakan sistem pembayaran cashless.

Kupon pembayaran nantinya dapat dibeli di sejumlah titik yang telah ditentukan.

Dengan adanya alternatif pembayaran tersebut, masyarakat yang belum terbiasa menggunakan transaksi digital tetap dapat memanfaatkan layanan Trans Banyumas.

“Kami terus berusaha membuat program mengoptimalkan kualitas layanan dan okupansi penumpang. Tarif berbayar cash pun dipikirkan melalui kupon yang bisa dibeli di beberapa titik untuk melayani masyarakat yang kurang berminat membayar tarif secara cashless,” pungkas Eka.

Dengan berbagai strategi tersebut, Dishub Banyumas berupaya membuat pengelolaan Trans Banyumas semakin mandiri dan berkelanjutan.

Pendapatan dari iklan menjadi salah satu opsi untuk mengurangi ketergantungan pada pendapatan tarif penumpang.

Jika skema iklan berhasil diterapkan, Trans Banyumas tidak hanya menjadi layanan transportasi bagi masyarakat, tetapi juga memiliki potensi sumber pendapatan non-tarif.

Tambahan pendapatan tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas layanan sekaligus menjaga keberlanjutan operasional transportasi umum di Banyumas.

Dishub Banyumas masih akan menyempurnakan regulasi dan mekanisme pemasangan iklan sebelum program tersebut diterapkan secara optimal.

Pemerintah daerah juga terus menyiapkan berbagai program lain agar Trans Banyumas semakin diminati masyarakat dan mampu meningkatkan jumlah penumpang. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Istana Pastikan Belum Ada Surpres

Istana Tegaskan Surpres Pergantian Kapolri dan Gubernur BI Belum Terbit