Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Inovasi Granola Ampas Tahu Karya Siswi MAN 2 Banyumas Juara Technova 2026

Kepekaan Melihat Limbah Berujung PrestasiKepekaan Melihat Limbah Berujung Prestasi
PRESTASI: Murid kelas XII riset MAN 2 Banyumas, Safina dan Desta menunjukkan sertifikat juara satu Technova atas karya inovasi Granolanya, Jumat (10/7)

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Siapa sangka limbah ampas tahu yang selama ini identik sebagai pakan ternak ternyata dapat diolah menjadi makanan sehat bernilai ekonomi tinggi.

Inovasi tersebut berhasil diwujudkan oleh dua siswi kelas riset MAN 2 Banyumas, Safina Naja Fauziah dan Desta Nasyith Alea, yang sukses mengubah ampas tahu menjadi produk granola sehat hingga meraih Juara I Technova (Technology and Innovation) 2026.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas dan penelitian sederhana mampu menghasilkan inovasi pangan yang tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai produk usaha.

Ide pembuatan granola berbahan dasar ampas tahu muncul ketika Safina melihat banyak limbah tahu yang masih memiliki kandungan gizi tinggi, tetapi hanya dibuang atau dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Menurutnya, kondisi tersebut memunculkan pertanyaan apakah limbah tersebut masih dapat dimanfaatkan menjadi makanan sehat.

“Awalnya kami melihat ampas tahu masih mengandung protein dan serat yang cukup tinggi. Sayang sekali jika hanya menjadi limbah. Dari situlah kami mulai melakukan penelitian,” ujar Safina.

Bersama Desta, ia kemudian mengumpulkan berbagai referensi ilmiah mengenai kandungan nutrisi ampas tahu.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah kedelai tersebut masih kaya akan protein, serat pangan, serta berbagai nutrisi yang baik bagi tubuh.

Setelah mempelajari berbagai alternatif pengolahan, keduanya memutuskan membuat granola karena makanan ini sedang populer sebagai menu sehat dan memiliki peluang pasar yang cukup luas.

Dalam proses pembuatannya, ampas tahu dipadukan dengan beberapa bahan alami seperti:

  • madu sebagai pemanis alami,
  • kacang mete sebagai sumber lemak sehat,
  • vanili untuk menambah aroma,
  • serta bahan pelengkap lainnya.

Perpaduan tersebut menghasilkan granola dengan cita rasa gurih, manis, sekaligus kaya nutrisi.

Safina dan Desta mengaku harus melakukan berbagai percobaan sebelum mendapatkan komposisi yang tepat.

Beberapa hasil awal memiliki tekstur yang kurang renyah, sementara rasa yang dihasilkan juga belum sesuai harapan.

Berulang kali mereka memperbaiki takaran madu, komposisi kacang mete, hingga proses pengeringan agar granola memiliki kualitas terbaik.

Untuk memperoleh bahan baku, keduanya bekerja sama dengan produsen tahu di Kecamatan Sokaraja yang secara rutin menyediakan ampas tahu untuk kebutuhan penelitian.

Menurut Desta, tantangan terbesar justru berada pada proses akhir pembuatan granola.

Setelah seluruh bahan dicampurkan, produk harus dijemur di bawah sinar matahari agar kadar air berkurang sehingga menghasilkan tekstur renyah yang menjadi ciri khas granola.

“Kalau musim kemarau seperti sekarang tidak ada kendala. Tantangan biasanya muncul saat musim hujan karena proses pengeringan menjadi lebih lama,” jelas Desta.

Karena itulah cuaca menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas produk yang mereka hasilkan.

Inovasi granola berbahan dasar ampas tahu tersebut kemudian diikutsertakan dalam ajang Technova (Technology and Innovation) 2026 yang diselenggarakan salah satu perguruan tinggi di Purwokerto pada 21 Juni 2026.

Meskipun kompetisi dilaksanakan secara daring, karya Safina dan Desta berhasil memperoleh nilai tertinggi dan membawa keduanya meraih Juara I.

Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi MAN 2 Banyumas sekaligus menunjukkan bahwa inovasi sederhana berbasis riset dapat bersaing dalam kompetisi ilmiah.

Selama proses penelitian, kedua siswi mendapatkan pendampingan penuh dari guru pembimbing kelas riset MAN 2 Banyumas.

Mulai dari penyusunan proposal penelitian, pengujian produk, penyempurnaan formula, hingga penyusunan presentasi dilakukan secara bertahap sebelum mengikuti kompetisi.

Pendampingan tersebut menjadi salah satu faktor penting yang membantu keduanya menghasilkan karya inovatif berkualitas.

Tidak hanya sekadar menjadi proyek penelitian sekolah, granola berbahan ampas tahu ini juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk komersial.

Selain membantu mengurangi limbah industri tahu, inovasi tersebut mampu menghasilkan makanan sehat dengan nilai jual yang lebih tinggi.

Safina dan Desta berharap penelitian mereka dapat terus dikembangkan sehingga suatu hari nanti granola ampas tahu tidak hanya dikenal sebagai karya ilmiah, tetapi juga menjadi produk unggulan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Keberhasilan dua siswi MAN 2 Banyumas ini membuktikan bahwa inovasi besar tidak selalu lahir dari teknologi mahal.

Dengan kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, serta semangat melakukan riset, limbah sederhana seperti ampas tahu dapat disulap menjadi produk pangan sehat yang bernilai ekonomi sekaligus mengharumkan nama sekolah di tingkat kompetisi. (yda/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Realisasi Belanja APBD Baru 45,81 Persen

Realisasi APBD Banjarnegara 2026 Baru 45,81 Persen, Pemkab Genjot Percepatan Belanja Daerah

Berita Selanjutnya
200 Warga Pujotirto Dapat Layanan Kesehatan Spesialis

Bupati Kebumen Luncurkan Program Cerdas dan Sehat Bareng Biyunge di Karangsambung