Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Kemenag Purbalingga Gelar Peaceful Muharam 1448 H, Gen Z Didorong Bijak Bermedia Sosial

Gen Z Didorong Bangun Ekosistem dan Mandiri BerkaryaGen Z Didorong Bangun Ekosistem dan Mandiri Berkarya
DIALOG : Kemenag Purbalingga mengadakan kegiatan Muharam Bersama Gen Z di Aula Uswatun Khasanah, Kamis (9/7)

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dimanfaatkan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Purbalingga untuk mengajak generasi muda melakukan transformasi, tidak hanya dalam kehidupan nyata tetapi juga di ruang digital.

Melalui kegiatan Peaceful Muharam 1448 H, ratusan pelajar Generasi Z didorong menjadi pribadi yang mampu menghadirkan konten positif sekaligus membangun budaya bermedia sosial yang santun, inspiratif, dan edukatif.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Uswatun Khasanah, Purbalingga, Kamis (9/7/2026), menghadirkan sekitar 100 perwakilan pelajar dari berbagai organisasi sekolah dan kepemudaan.

Peserta berasal dari Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM), Rohani Islam (Rohis), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Pelajar Putri Muhammadiyah (IPU), hingga Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).

Forum tersebut menjadi wadah bagi para pelajar untuk memperkuat karakter, meningkatkan literasi digital, sekaligus memahami makna hijrah yang relevan dengan tantangan kehidupan modern.

Salah satu pesan utama yang disampaikan dalam kegiatan itu adalah pentingnya membangun “Medsosul Karimah”, yakni konsep media sosial yang dipenuhi konten bermanfaat, santun, mendidik, serta mampu memberikan inspirasi bagi masyarakat luas.

Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penikmat informasi, tetapi juga mampu menjadi kreator konten yang bertanggung jawab.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayah Karanggedang, K.H. Sahmad, menegaskan bahwa makna hijrah bagi Generasi Z saat ini bukan sekadar berpindah tempat atau berubah secara simbolis, melainkan keberanian untuk membangun identitas diri melalui karya dan prestasi.

Menurutnya, seorang pemuda seharusnya tidak terus bergantung pada nama besar keluarga ataupun latar belakang orang tua.

Justru keterbatasan yang dimiliki harus menjadi motivasi untuk terus berkembang dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

“Pemuda yang sejati adalah pemuda yang berani mengatakan ‘inilah saya’, bukan ‘ini kakek saya’ atau ‘ini orang tua saya’. Kekurangan yang kita miliki justru harus menjadi motivasi untuk terus maju menghadapi tantangan zaman,” tegas K.H. Sahmad.

Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan baru bagi generasi muda.

Oleh sebab itu, karakter, integritas, dan semangat belajar harus menjadi bekal utama agar mampu bersaing di era modern.

Sementara itu, dosen UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri sekaligus kreator konten digital, Novala Arum Salsabillah, memberikan berbagai tips kepada peserta mengenai pemanfaatan media sosial secara positif.

Ia menjelaskan bahwa platform digital kini dapat menjadi sarana edukasi, dakwah, pengembangan potensi diri, hingga membangun personal branding yang baik.

Namun, hal tersebut hanya dapat tercapai apabila pengguna media sosial mampu menjaga etika dan bertanggung jawab terhadap setiap unggahan yang dibuat.

Novala mengingatkan bahwa setiap aktivitas di internet akan meninggalkan jejak digital yang dapat memengaruhi masa depan seseorang.

Karena itu, generasi muda harus lebih selektif sebelum mengunggah konten maupun memberikan komentar di media sosial.

Menurutnya, jejak digital yang positif akan menjadi investasi penting ketika memasuki dunia pendidikan tinggi maupun dunia kerja.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani, mengatakan bahwa generasi muda merupakan penentu arah pembangunan bangsa di masa depan.

Oleh sebab itu, penguatan literasi digital harus berjalan beriringan dengan pembinaan karakter dan spiritualitas.

Ia berharap kegiatan Peaceful Muharam tidak berhenti sebagai acara seremonial semata, tetapi mampu melahirkan generasi yang memiliki kepedulian sosial, kemampuan berpikir kritis, serta mampu menggunakan teknologi secara bijaksana.

Menurut Zahid, media sosial seharusnya dimanfaatkan untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan, mempererat persaudaraan, dan memberikan manfaat kepada masyarakat, bukan menjadi ruang penyebaran ujaran kebencian maupun informasi yang belum tentu benar.

Melalui kegiatan tersebut, Kemenag Purbalingga berharap para pelajar mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Semangat hijrah yang dibawa pada Tahun Baru Islam 1448 Hijriah diharapkan tidak hanya diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga tercermin dalam aktivitas digital melalui lahirnya generasi yang cerdas, santun, kreatif, dan bertanggung jawab saat menggunakan media sosial.

Dengan demikian, ekosistem Medsosul Karimah dapat benar-benar terwujud dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. (alw/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Kylian Mbappe Samai Rekor Messi

Kylian Mbappe Samai Rekor Lionel Messi, Prancis Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026

Berita Selanjutnya
317 Ribu Email Dikirim ke Wajib Pajak

DJP Kirim 317.923 Email ke Wajib Pajak, Cek Apakah SPT Tahunan Anda Perlu Dibetulkan