Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Industri Perikanan Cilacap Siap Dikembangkan, Cold Storage dan Pabrik Tuna Jadi Prioritas

Pelabuhan Perikanan Cilacap Sebatas Bongkar MuatPelabuhan Perikanan Cilacap Sebatas Bongkar Muat
JABAT TANGAN : Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya berjabat tangan dengan Bupati Indramayu Lucky Hakim

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Pemerintah Kabupaten Cilacap terus berupaya meningkatkan nilai tambah sektor perikanan melalui pengembangan industri pengolahan hasil laut.

Selama ini aktivitas di Pelabuhan Perikanan Cilacap masih didominasi kegiatan bongkar muat hasil tangkapan nelayan, sementara sebagian besar ikan yang didaratkan langsung dikirim ke luar daerah untuk diolah sehingga manfaat ekonomi yang lebih besar justru dinikmati wilayah lain.

Upaya memperkuat sektor perikanan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam kunjungan Pemerintah Kabupaten Indramayu ke Kabupaten Cilacap, Jumat (10/7).

Pertemuan kedua pemerintah daerah tidak hanya membahas pengembangan sektor perikanan, tetapi juga kawasan pesisir, penguatan investasi, hilirisasi produk unggulan, hingga strategi meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, mengatakan sektor perikanan memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah.

Namun, menurutnya, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal karena minimnya industri pengolahan hasil perikanan di Kabupaten Cilacap.

Ia menjelaskan bahwa selama ini pelabuhan perikanan lebih banyak berfungsi sebagai tempat pendaratan hasil tangkapan sebelum ikan dikirim ke berbagai daerah lain.

Akibatnya, proses pengolahan yang mampu meningkatkan nilai jual produk justru berlangsung di luar Cilacap.

“Selama ini aktivitas di pelabuhan masih sebatas bongkar muat. Untuk pengolahannya belum berkembang di Cilacap sehingga nilai tambahnya masih dinikmati daerah lain,” ujar Ammy.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Pemerintah Kabupaten Cilacap untuk mendorong tumbuhnya industri pengolahan ikan di daerah sendiri.

Dengan adanya industri tersebut, hasil tangkapan nelayan tidak hanya dijual dalam bentuk bahan baku, tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi.

Sebagai langkah nyata, Pemkab Cilacap mendorong pembangunan fasilitas pendukung seperti cold storage atau gudang penyimpanan berpendingin.

Keberadaan fasilitas tersebut dinilai penting untuk menjaga kualitas hasil tangkapan sekaligus memperpanjang masa simpan ikan sebelum diproses lebih lanjut.

Selain itu, pemerintah daerah juga telah menjalin komunikasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta sejumlah calon investor yang berminat mengembangkan industri pengolahan ikan di Kabupaten Cilacap.

Salah satu rencana investasi yang tengah dijajaki adalah pembangunan industri pengalengan tuna yang diharapkan mampu menyerap hasil tangkapan nelayan sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Ammy optimistis keberadaan industri pengolahan ikan akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.

Selain meningkatkan nilai tambah komoditas perikanan, sektor tersebut juga diyakini mampu memperkuat kesejahteraan nelayan dan pelaku usaha di kawasan pesisir.

“Jika pelabuhan perikanan dan industri pengolahan berkembang, sektor perikanan dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan nelayan,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Indramayu Lucky Hakim menyampaikan bahwa daerahnya menghadapi tantangan yang hampir sama dengan Kabupaten Cilacap.

Menurutnya, sebagian besar hasil tangkapan nelayan masih dijual dalam bentuk mentah sehingga nilai ekonominya belum maksimal.

Ia menilai pengembangan industri pengolahan merupakan langkah penting untuk meningkatkan daya saing sektor perikanan sekaligus memperkuat perekonomian daerah.

Dengan adanya proses hilirisasi, manfaat ekonomi dari hasil tangkapan dapat dinikmati masyarakat setempat, bukan berpindah ke daerah lain.

“Kita memiliki tantangan yang sama, bagaimana hasil perikanan tidak hanya dibongkar dan dijual, tetapi bisa diolah sehingga memberikan nilai tambah bagi daerah dan masyarakat,” kata Lucky.

Selain membahas sektor perikanan, pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Cilacap dan Pemerintah Kabupaten Indramayu juga menjadi ajang berbagi pengalaman mengenai pengembangan kawasan industri, hilirisasi hasil pertanian, serta penataan ruang yang mendukung masuknya investasi.

Kedua pemerintah daerah berharap kolaborasi tersebut dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi daerah secara lebih optimal. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
MAN 1 Sabet Medali di Kejuaraan Jateng

Prestasi Gemilang! Dua Atlet MAN 1 Kebumen Harumkan Nama Kebumen di O2SN Jateng 2026

Berita Selanjutnya
Bantah Telantarkan Istri

Dituding Telantarkan Istri Siri, Vicky Prasetyo Tunjukkan Bukti Nafkah untuk Fangfang