Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Realisasi APBD Banjarnegara 2026 Baru 45,81 Persen, Pemkab Genjot Percepatan Belanja Daerah

Realisasi Belanja APBD Baru 45,81 PersenRealisasi Belanja APBD Baru 45,81 Persen
SAMBUTAN WAKIL BUPATI: Rapat Koordinasi POK APBD Tahun Anggaran 2026 Kabupaten Banjarnegara kembali di laksananakan di Aula Sasana Bhakti Praja

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara terus mendorong percepatan penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 setelah realisasi belanja daerah hingga akhir Juni masih belum mencapai target yang telah ditetapkan.

Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta mengakselerasi pelaksanaan program dan proyek strategis agar manfaat pembangunan dapat segera dirasakan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Percepatan realisasi anggaran tersebut menjadi fokus utama dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) APBD Tahun Anggaran 2026 yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali, pada Jumat (10/7/2026).

Dalam arahannya, Wakhid menegaskan seluruh perangkat daerah harus memiliki komitmen yang sama untuk melaksanakan seluruh program sesuai Rencana Kerja Anggaran (RKA) maupun Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).

“Mari seluruh perangkat daerah dengan komitmen yang sama melaksanakan kegiatan yang telah tertuang pada RKA maupun DPA secara optimal,” ujar Wakhid.

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Banjarnegara per 30 Juni 2026, realisasi keuangan APBD baru mencapai 45,81 persen.

Angka tersebut masih berada di bawah target semester pertama yang ditetapkan sebesar 50,03 persen, sehingga terdapat deviasi negatif sebesar 4,22 persen.

Meski demikian, dari sisi pelaksanaan fisik pembangunan menunjukkan hasil yang lebih baik.

Realisasi fisik tercatat mencapai 56,51 persen, melampaui target 51,36 persen, atau mengalami deviasi positif sebesar 5,15 persen.

Perbedaan antara capaian fisik dan realisasi keuangan ini menunjukkan sejumlah pekerjaan telah berjalan di lapangan, namun proses administrasi pembayaran dan pencairan anggaran masih memerlukan percepatan.

Melihat capaian tersebut, Wakil Bupati Banjarnegara meminta seluruh OPD segera mempercepat pelaksanaan berbagai proyek prioritas, terutama proyek strategis yang menjadi penopang pembangunan daerah.

Menurutnya, percepatan penyerapan anggaran memiliki dampak besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat karena mampu mempercepat pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, hingga perputaran ekonomi.

“Mari kita bekerja lebih cepat, terutama pada proyek strategis dan kegiatan-kegiatan besar. Di tengah tantangan fiskal saat ini, anggaran harus digunakan secara efektif dan efisien,” tegas Wakhid.

Ia menambahkan bahwa belanja pemerintah merupakan salah satu penggerak utama aktivitas ekonomi daerah.

Semakin cepat anggaran terserap, semakin besar pula dampaknya terhadap investasi, penciptaan lapangan kerja, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat Banjarnegara.

Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Banjarnegara, Muhammad Iqbal, menjelaskan bahwa rapat koordinasi POK APBD menjadi forum penting untuk mengevaluasi perkembangan pelaksanaan program di setiap perangkat daerah.

Selain melakukan evaluasi, rapat juga menjadi sarana memperkuat koordinasi lintas OPD agar berbagai kendala teknis maupun administratif dapat segera diselesaikan.

“Melalui rapat ini kami mengevaluasi perkembangan kegiatan di setiap OPD sekaligus memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah agar berbagai hambatan pelaksanaan program dapat segera diselesaikan,” kata Iqbal.

Menurutnya, koordinasi yang baik antarperangkat daerah menjadi salah satu kunci agar target pembangunan tahun 2026 dapat tercapai sesuai jadwal.

Meski realisasi belanja APBD hingga pertengahan tahun masih berada di bawah target, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara tetap optimistis penyerapan anggaran dapat meningkat pada semester kedua.

Dengan percepatan pelaksanaan proyek strategis, penyelesaian hambatan administrasi, serta peningkatan koordinasi antar-OPD, pemerintah berharap realisasi anggaran dapat mengejar target yang telah ditetapkan.

Pemkab juga menekankan pentingnya penggunaan anggaran secara efektif, efisien, dan tepat sasaran agar setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Percepatan realisasi APBD 2026 diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan publik, tetapi juga memperkuat pembangunan infrastruktur, mendorong investasi daerah, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banjarnegara sepanjang tahun 2026. (jud/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Kreativitas Promosi Geopark Antarkan Juara

Mahasiswa UPB Raih Juara 3 Vlog Competition Summer School Kebumen Geopark 2026

Berita Selanjutnya
200 Warga Pujotirto Dapat Layanan Kesehatan Spesialis

Bupati Kebumen Luncurkan Program Cerdas dan Sehat Bareng Biyunge di Karangsambung