Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Prestasi O2SN Selamatkan SDN 7 Krandegan Banjarnegara dari Regroup

SDN 7 Krandegan Batal RegrupSDN 7 Krandegan Batal Regrup
TAMPAK DEPAN: Suasana di SDN 7 Krandegan yang nyaris diregroup karena terus kekurangan murid

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – SD Negeri (SDN) 7 Krandegan, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, berhasil keluar dari ancaman regroup atau penggabungan sekolah setelah selama lima tahun terakhir mengalami krisis jumlah peserta didik.

Sekolah yang sempat berada di ambang kehilangan status sebagai sekolah mandiri itu kini mulai menunjukkan kebangkitan berkat berbagai pembenahan yang dilakukan pihak sekolah, dukungan pemerintah desa, serta prestasi membanggakan yang diraih salah satu siswanya di tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Sebelumnya, rencana regroup SDN 7 Krandegan dengan SDN 1 Krandegan hampir dipastikan terlaksana.

Bahkan proses administrasi dan pembahasannya disebut telah mencapai sekitar 99 persen karena jumlah murid yang terus berada di bawah batas minimal yang ditentukan pemerintah.

Lurah Krandegan, Sudirman, mengatakan pemerintah desa bersama pihak sekolah telah mengikuti sedikitnya empat kali rapat terkait rencana regroup tersebut.

Menurutnya, berbagai pihak terus berupaya mempertahankan keberadaan SDN 7 Krandegan karena sekolah tersebut memiliki nilai sejarah yang panjang bagi masyarakat.

“Kami bersama guru dan komite tetap berusaha agar sekolah ini dipertahankan. Karena sekolah ini punya sejarah yang panjang dan telah melahirkan banyak lulusan yang berhasil,” ujarnya.

Harapan baru mulai muncul setelah kepemimpinan Kepala SDN 7 Krandegan beralih kepada Suci Rahayu.

Berbagai pembenahan dilakukan secara bertahap untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengaktifkan kembali berbagai kegiatan ekstrakurikuler sehingga siswa memiliki lebih banyak ruang untuk mengembangkan bakat dan kemampuan mereka.

Tak hanya pembenahan internal sekolah, Pemerintah Desa Krandegan juga ikut turun tangan membantu meningkatkan minat masyarakat.

Aparat desa bersama tokoh masyarakat melakukan pendekatan langsung dari rumah ke rumah untuk mengajak para orang tua kembali menyekolahkan anak-anak mereka di SDN 7 Krandegan.

Upaya tersebut mulai membuahkan hasil pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026.

Jika pada dua tahun sebelumnya sekolah hanya menerima sekitar tiga peserta didik baru setiap tahun, kali ini jumlah siswa baru meningkat menjadi 12 orang.

Peningkatan jumlah peserta didik tersebut menjadi faktor utama yang membuat rencana regroup akhirnya dibatalkan.

Dengan bertambahnya jumlah murid, SDN 7 Krandegan dinilai masih layak mempertahankan statusnya sebagai sekolah mandiri.

“Alhamdulillah tahun ini kami mendapat 12 murid. Karena jumlah murid bertambah, sekolah ini akhirnya batal diregroup,” kata Sudirman.

Selain peningkatan jumlah peserta didik, semangat kebangkitan sekolah juga diperkuat oleh prestasi salah satu siswanya.

Alim Surahman, siswa kelas V SDN 7 Krandegan, berhasil meraih Juara I Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah sekaligus membuktikan bahwa sekolah dengan jumlah murid terbatas tetap mampu menghasilkan peserta didik yang berprestasi di tingkat provinsi.

Menurut Sudirman, keberhasilan Alim menjadi motivasi besar bagi seluruh warga sekolah sekaligus menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh jumlah siswa.

“Kehadiran Alim menjadi amunisi baru bagi kami. Harapannya nanti bisa kembali berprestasi di tingkat nasional sehingga masyarakat semakin percaya kepada sekolah ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SDN 7 Krandegan, Suci Rahayu, menyampaikan rasa syukur atas meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah.

Ia berharap tren positif tersebut dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang.

Menurutnya, pihak sekolah akan terus melakukan pembenahan, baik dari sisi kualitas pembelajaran maupun pengembangan potensi siswa melalui berbagai kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler.

Ia juga berharap prestasi yang telah diraih dapat menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk terus berkembang serta menjadi daya tarik bagi masyarakat agar tidak ragu memilih SDN 7 Krandegan sebagai tempat pendidikan anak-anak mereka.

Ke depan, sekolah berkomitmen mempertahankan kualitas pendidikan sekaligus mencetak lebih banyak prestasi di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.

Dengan dukungan pemerintah desa, komite sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat, SDN 7 Krandegan optimistis mampu terus berkembang dan menjadi salah satu sekolah dasar berprestasi di Kabupaten Banjarnegara.

Keberhasilan keluar dari ancaman regroup ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat mampu menghidupkan kembali sekolah yang sempat mengalami penurunan jumlah peserta didik.

Kisah SDN 7 Krandegan pun menjadi contoh bahwa pembenahan yang tepat serta prestasi siswa dapat menjadi faktor penting dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan. (far/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Yaqut Kembali Ditahan Usai Jalani Operasi

Yaqut Cholil Qoumas Kembali Ditahan ke Rutan KPK Setelah Jalani Operasi

Berita Selanjutnya
100 Pedagang Ditertibkan ke Blok E

100 Pedagang Pasar Segamas Purbalingga Direlokasi ke Blok E, Area Taman Kembali Tertata