BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas terus mempercepat persiapan pembangunan Sekolah Integrasi di Kecamatan Kalibagor.
Saat ini, proses hibah lahan telah memasuki tahapan penting setelah pengukuran selesai dilakukan.
Pemerintah kini memfokuskan penyelesaian sertifikasi tanah sebagai syarat administrasi sebelum proyek pembangunan dapat dimulai.
Pembangunan Sekolah Integrasi menjadi salah satu program strategis di sektor pendidikan yang diharapkan mampu meningkatkan pemerataan akses pendidikan di Kabupaten Banyumas.
Sekolah tersebut direncanakan berdiri di kawasan Bumi Perkemahan (Buper) Kendalisada, Kalibagor, dengan total luas lahan yang mencapai sekitar 20 hektare.
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana (Sarpras) SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Fluid Meka Heriyanto, menjelaskan bahwa tahapan pengukuran lahan telah selesai dilaksanakan.
Saat ini pemerintah tengah menyelesaikan proses penerbitan sertifikat tanah sebelum memasuki tahap pembangunan fisik.
“Pengukuran sudah selesai. Tahap berikutnya adalah proses pensertifikatan,” ujar Fluid.
Ia menjelaskan, lahan yang disiapkan berasal dari dua instansi pemerintah, yakni Pemerintah Kabupaten Banyumas dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Dari total sekitar 20 hektare lahan, kurang lebih 17 hektare merupakan aset milik Pemkab Banyumas, sedangkan sekitar 3 hektare lainnya merupakan aset milik Pemprov Jawa Tengah.
Menurutnya, lahan milik Pemkab Banyumas terdiri dari beberapa bidang sertifikat.
Bahkan salah satu bidang memiliki luas mencapai sekitar lima hektare sehingga membutuhkan proses administrasi yang cukup detail sebelum seluruh lahan dapat dihibahkan untuk pembangunan sekolah.
Selain proses legalisasi lahan, pemerintah juga masih membahas rencana pembangunan akses menuju kawasan Sekolah Integrasi.
Jalur yang saat ini digunakan merupakan akses umum yang dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas.
“Untuk akses masuk ke Sekolah Integrasi belum diputuskan. Jalan yang sekarang masih dipergunakan bersama karena menjadi akses menuju masjid, pondok pesantren, serta hanggar sampah,” jelasnya.
Keberadaan akses tersebut menjadi salah satu aspek yang akan dipertimbangkan agar pembangunan sekolah nantinya tidak mengganggu aktivitas masyarakat sekitar sekaligus tetap memberikan kemudahan mobilitas bagi warga maupun peserta didik.
Di sisi lain, pembangunan Sekolah Integrasi juga berdampak pada keberadaan Bumi Perkemahan Kendalisada yang selama ini menjadi lokasi berbagai kegiatan kepramukaan dan aktivitas luar ruang.
Pemerintah mengungkapkan bahwa kawasan perkemahan tersebut berpotensi dipindahkan ke lokasi lain.
Menurut Fluid, relokasi Buper Kendalisada masih dalam tahap pembahasan.
Langkah tersebut dilakukan agar pembangunan Sekolah Integrasi dapat berjalan optimal tanpa mengurangi fungsi fasilitas publik lainnya.
“Pascadibangunnya Sekolah Integrasi di kawasan Buper Kendalisada, kemungkinan lokasi bumi perkemahan akan direlokasi,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Banyumas menilai pembangunan Sekolah Integrasi menjadi bagian dari strategi pemerataan layanan pendidikan di berbagai wilayah.
Sebelumnya, pemerintah telah membangun Sekolah Rakyat di wilayah utara Banyumas.
Kehadiran Sekolah Integrasi di Kalibagor diharapkan mampu memperkuat layanan pendidikan bagi masyarakat di wilayah timur kabupaten.
Dengan pemerataan pembangunan fasilitas pendidikan tersebut, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses pendidikan berkualitas tanpa harus menempuh jarak yang terlalu jauh.
“Ini merupakan bagian dari pemerataan pendidikan. Sekolah Rakyat sudah berada di wilayah utara Banyumas, sedangkan Sekolah Integrasi akan memperkuat pelayanan pendidikan di wilayah timur,” pungkas Fluid.
Proses sertifikasi tanah yang tengah dikebut menjadi tahapan krusial sebelum pembangunan fisik dimulai.
Setelah seluruh persyaratan administrasi selesai, pemerintah menargetkan pembangunan Sekolah Integrasi dapat segera direalisasikan sehingga mampu mendukung peningkatan kualitas pendidikan sekaligus memperluas akses belajar bagi masyarakat Kabupaten Banyumas.
Dengan luas lahan mencapai sekitar 20 hektare, sekolah ini diharapkan menjadi salah satu pusat pendidikan terpadu yang mampu memberikan layanan pendidikan yang lebih modern, lengkap, dan berkelanjutan di Banyumas. (yda/stch/dda)
















