BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Sebuah insiden tragis menimpa masyarakat Desa Tersobo di Kecamatan Prembun, Kabupaten Kebumen, ketika dua orang kehilangan nyawa akibat menghirup gas berbahaya yang terperangkap di dalam sumur.
Humas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen, Heri Purwoto, mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 29 April.
Korban jiwa dalam kejadian ini adalah Sudiman (55) dan Ari Susanto (40), keduanya merupakan warga yang tinggal di RT 3 RW 1 Desa Tersobo Kecamatan Prembun.
Menurut penjelasan Heri, insiden maut ini berlangsung sekitar pukul 10.30 WIB. Kejadian bermula ketika Sudiman berusaha mengambil timba yang terjatuh ke dalam sumur.
Setelah berada di dalam sumur selama kurang lebih dua menit, Sudiman mulai merasa lemas dan sesak nafas, sehingga ia berteriak meminta pertolongan.
Mendengar teriakan tersebut, Ari Susanto berinisiatif untuk membantu temannya.
Tanpa melakukan persiapan yang memadai dan tanpa mengetahui bahwa sumur tersebut mengeluarkan gas beracun, Ari langsung turun ke dalam sumur.
“Setelah dua menit berselang, korban kedua juga mengalami sesak nafas,” ujar Heri dalam keterangan tertulisnya pada Kamis, 30 April.
Kejadian itu segera dilaporkan kepada perangkat desa setempat yang kemudian meneruskan informasi tersebut kepada pihak kepolisian serta BPBD Kebumen untuk menangani situasi darurat ini.
Tim BPBD Kebumen pun segera merespon dengan melakukan upaya pertolongan yang cepat dan efektif.
Dalam operasi penyelamatan ini, dua tim rescue dikerahkan terdiri dari petugas Damkar Kebumen dan Basarnas.
Mereka turun ke dalam sumur yang memiliki tinggi sekitar 8 meter dengan kedalaman sekitar 1,5 meter untuk mencari kedua korban.
Tiesna Muhammad, anggota Basarnas USS Kebumen, menyatakan bahwa proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena diameter sumur hanya 60 cm.
Meskipun begitu, tim penyelamat bekerja keras untuk memastikan keselamatan mereka selama operasi penyelamatan berlangsung.
Ari Susanto berhasil dievakuasi pada pukul 13.40 WIB, sedangkan Sudiman disusul pada pukul 13.48 WIB.
Sayangnya, upaya penyelamatan tersebut terlambat karena kedua korban tidak dapat diselamatkan.
“Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Dr Soedirman untuk dilakukan visum,” tambah Heri Purwoto menjelaskan langkah selanjutnya setelah evakuasi selesai.
Proses visum ini penting dilakukan untuk memberikan kepastian mengenai penyebab kematian kedua korban serta sebagai bagian dari prosedur hukum yang berlaku.
Menyikapi tragedi ini, Heri Purwoto menghimbau kepada seluruh warga agar lebih berhati-hati dan waspada terhadap potensi bahaya yang mungkin terjadi di sekitar mereka.
Ia mengingatkan pentingnya melakukan pemeriksaan keamanan sebelum memasuki area yang berpotensi berbahaya seperti sumur tua atau lokasi-lokasi lain yang tidak terawat.
“Pastikan dulu agar aman sebelum turun ke dalam sumur atau area berbahaya lainnya. Kami juga menghimbau agar warga menggunakan pengaman seperti tali sehingga bila terjadi sesuatu bisa ditolong dengan cepat,” ujarnya menekankan pentingnya tindakan pencegahan untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang.
Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat setempat tentang risiko yang terkait dengan aktivitas di sekitar sumber air seperti sumur.
Gas beracun dapat terbentuk akibat proses alami atau penguraian bahan organik di dalam tanah, dan sering kali tidak terdeteksi oleh penciuman manusia sebelum terlambat.
Tragedi semacam ini bukan hanya menyedot perhatian dari pihak BPBD dan aparat penegak hukum tetapi juga menyentuh hati masyarakat luas.
Kehilangan dua nyawa sekaligus merupakan momen duka mendalam bagi keluarga dan kerabat korban serta seluruh warga Desa Tersobo. (mam/stch/dda)
















