BANYUMASEKSPRES.ID, Inter Milan memulai perjalanan mereka di Grup E Piala Dunia Antarklub 2025 dengan hasil imbang 1-1 melawan Monterrey.
Pertandingan yang digelar di Rose Bowl Stadium, California, ini berlangsung ketat sejak peluit awal ditiup. Kedua tim menampilkan permainan agresif demi mengamankan tiga poin penuh di laga pembuka tersebut.
Inter Milan sempat terkejut dengan permainan disiplin dan tekanan tinggi dari Monterrey, wakil Meksiko yang tangguh. Lini tengah Inter, dipimpin oleh Hakan Calhanoglu, mengalami kesulitan mendistribusikan bola ke lini depan karena rapatnya pertahanan Monterrey.
Keunggulan sementara justru berhasil diraih oleh Monterrey lewat gol mantan pemain Real Madrid, Sergio Ramos.
Pada menit ke-25, Sergio Ramos mencetak gol bagi Monterrey melalui tandukan tajam setelah menerima umpan sepak pojok dari Oliver Torres.
Gol tersebut menjadi gol perdana Ramos di ajang Piala Dunia Antarklub bersama Monterrey dan membuktikan bahwa ia masih memiliki kemampuan untuk tampil gemilang di level tertinggi.
Tidak ingin malu di laga pembuka, Inter langsung meningkatkan intensitas serangan mereka. Usaha keras tersebut membuahkan hasil tujuh menit sebelum babak pertama berakhir. Lautaro Martinez berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui sontekan jarak dekat setelah memanfaatkan kemelut hasil umpan silang Carlos Augusto.
Gol yang dicetak Lautaro juga menambah koleksi golnya menjadi 28 di musim 2024/2025 ini.
Setelah jeda, pelatih Cristian Chivu mencoba memasukkan beberapa pemain segar seperti Marcus Thuram dan Henrikh Mkhitaryan untuk menambah daya gedor Inter Milan. Intensitas serangan Nerazzurri meningkat secara signifikan setelah perubahan tersebut.
Nicolo Barella nyaris membawa Inter unggul ketika tendangannya mengenai mistar gawang lawan. Meski demikian, keberuntungan belum berpihak pada Inter Milan untuk menambah jumlah gol mereka dalam pertandingan kali ini.
Sementara itu, Monterrey tidak tinggal diam menghadapi tekanan dari Inter Milan. Mereka beberapa kali merepotkan barisan belakang Nerazzurri melalui serangan balik cepat yang cukup berbahaya. Kiper Yann Sommer harus melakukan dua penyelamatan krusial, termasuk menggagalkan tembakan mendatar German Berterame di menit ke-78.
Meski Inter mendominasi penguasaan bola dengan persentase mencapai 63 persen, mereka gagal mengonversi sejumlah peluang emas menjadi gol tambahan yang sangat dibutuhkan untuk meraih kemenangan penuh.
Di sisi lain, Monterrey bertahan dengan solid dan menunjukkan konsistensi dalam menjaga pertahanan mereka hingga akhir pertandingan.
Cristian Chivu mengakui bahwa timnya masih belum tampil maksimal dalam pertandingan ini.
“Kami kurang tenang dalam beberapa momen penting,” kata Chivu sehabis pertandingan usai.
“Tapi ini baru laga pertama. Kami akan evaluasi dan bangkit di laga berikutnya.”
Pelatih Monterrey merasa puas dengan hasil imbang yang diraih timnya melawan salah satu tim unggulan turnamen ini.
“Kami bermain disiplin, kami layak dapat poin,” ujarnya bangga atas penampilan anak asuhnya.
Dengan hasil imbang ini, kedua tim pun sama-sama meraih satu poin dan harus bekerja ekstra keras dalam dua pertandingan sisa Grup E untuk memastikan langkah ke babak selanjutnya tetap terbuka lebar bagi masing-masing tim.
Inter dijadwalkan akan menghadapi salah satu wakil Asia pada laga berikutnya yang diyakini akan berlangsung sengit dan penuh tantangan tersendiri bagi skuad Nerazzurri. Sementara itu, Monterrey dijadwalkan bertemu dengan wakil Afrika dalam upaya memperbesar peluang lolos ke fase gugur turnamen bergengsi ini.
Kondisi persaingan di Grup E kini semakin ketat dengan tidak adanya tim yang benar-benar dominan sejauh ini. Setiap pertandingan berikutnya bisa menjadi penentu nasib masing-masing peserta dalam mengejar tiket menuju babak gugur Piala Dunia Antarklub tahun ini. (*/stch)
















