BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Untuk pertama kalinya, ajang internasional Geofest tidak lagi digelar di Geopark Rinjani. Tahun 2025 ini, giliran Geopark Kebumen yang dipercaya sebagai tuan rumah Geofest Internasional ke-6 yang dijadwalkan berlangsung pada 9 hingga 12 Juli 2025.
Event prestisius ini menjadi momentum penting bagi Kabupaten Kebumen untuk memperkenalkan kekayaan geologi dan budaya lokal ke mata dunia.
General Manager Geopark Kebumen, Sigit Tri Prabowo, menjelaskan bahwa gelaran Geofest kali ini mengusung tema “Mengungkap Warisan Geologi sebagai Potensi Aktivitas Geowisata dan Pelestarian Lingkungan.”
Tema tersebut mencerminkan arah pengembangan pariwisata Kebumen yang tidak hanya mengejar nilai ekonomi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan.
“Untuk persiapan saat ini sudah selesai penjaringan abstrak peserta konferensi, untuk workshop sudah 80 persen peserta terkonfirmasi. Acara ini diikuti oleh semua badan pengelola geopark Indonesia, baik yang berstatus nasional maupun inspiring UGGp,” ujar Sigit pada Jumat, 23 Mei 2025.
Lebih lanjut, Sigit mengungkapkan bahwa sebanyak 120 peserta telah mengirimkan abstrak untuk simposium ilmiah. Mereka terdiri dari para akademisi dan peneliti yang berasal dari dalam maupun luar negeri, seperti Iran, Malaysia, Vietnam, Timor Leste, dan Korea Selatan.
Ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa terhadap eksistensi Geopark Kebumen di kancah internasional.
“Untuk persiapan sudah on the track. Ada peserta simposium non-paper sekitar 300, itu di luar peserta workshop dan field trip. Acara ini merupakan hajat Jaringan Geopark Indonesia (JGI) yang didelegasikan kepada Geopark Kebumen sebagai tuan rumah,” tambahnya.
Sigit juga menyebut bahwa Geofest kali ini mencatat lonjakan partisipasi tiga kali lipat dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.
Letak geografis Kebumen yang strategis dan mudah diakses menjadi salah satu alasan utama mengapa jumlah peserta meningkat signifikan tahun ini.
Kegiatan dalam Geofest Internasional 2025 tidak hanya akan berfokus pada aspek akademik dan ilmiah. Berbagai acara pendukung turut digelar untuk melibatkan masyarakat lokal dan mendukung perekonomian daerah.
Di antaranya adalah Simposium Ilmiah Internasional, di mana peneliti akan menyampaikan hasil riset tentang geowisata dan pelestarian geologi.
Ini menjadi kesempatan emas untuk berbagi pengetahuan dan memperkuat jaringan kolaborasi lintas negara.
Tak kalah penting, pameran UMKM dan produk lokal juga menjadi bagian integral dari acara.
Produk-produk unggulan khas Kebumen seperti kerajinan tangan, batik lokal, hingga kuliner tradisional akan dipamerkan dalam kegiatan ini. Hal ini memberikan ruang promosi bagi pelaku usaha mikro agar lebih dikenal luas oleh peserta internasional.
Selain itu, promosi terhadap Geopark Kebumen sebagai destinasi geowisata berkelanjutan juga menjadi fokus utama sepanjang pelaksanaan acara.
Lokasi-lokasi unggulan di Kebumen seperti Pantai Ayah, Karangsambung, dan Gua Jatijajar akan diperkenalkan dalam field trip yang dirancang untuk memperlihatkan langsung keindahan alam dan potensi edukasi geologisnya.
Guna memperkuat citra budaya lokal, acara juga akan dimeriahkan dengan pertunjukan seni dan budaya tradisional, yang menampilkan kesenian khas daerah.
Momen ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga upaya memperkenalkan warisan budaya Kebumen kepada peserta dari berbagai negara.
Dengan berbagai rangkaian kegiatan ini, Geopark Kebumen bukan hanya sekadar menjadi lokasi pelaksanaan Geofest, tetapi juga menjelma sebagai pusat perhatian dalam pengembangan geowisata Indonesia.
Kepercayaan sebagai tuan rumah internasional menjadi bukti bahwa Kebumen memiliki kapasitas dan kesiapan untuk bersaing secara global dalam bidang pelestarian geologi dan pengembangan wisata berkelanjutan. (fur/stch)
















