Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Jelang Idul Adha, Omset Penjualan Kambing Kurban di Kebumen Sepi, Turun Hingga 25 Persen

Jelang idul adha, omset kambing kurban menurunJelang idul adha, omset kambing kurban menurun
Pedagang Pasar Hewan Argopeni Mengeluhkan Sepinya Pembeli dan Dampak Penurunan Ekonomi

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2025, sejumlah pedagang kambing kurban di Pasar Hewan Argopeni, Kebumen, mengeluhkan penurunan omset yang cukup signifikan.

Omset penjualan kambing turun hingga 25 persen jika dibandingkan dengan periode Idul Adha tahun sebelumnya.

Faturohman, salah satu pedagang kambing di Pasar Hewan Argopeni, menyampaikan bahwa kondisi pasar saat ini masih sepi pembeli meskipun harga kambing masih relatif stabil.

“Harga kambing saat ini berkisar antara Rp 1,5 juta sampai Rp 3 juta, tergantung jenis dan berat kambing,” ujarnya, Kamis (22/5/2025).

Namun, meskipun harga stabil, animo masyarakat untuk membeli kambing kurban menurun. Banyak pedagang yang terpaksa membawa kembali kambing dagangannya karena belum terjual.

“Penjualan memang sedang lesu. Banyak kambing yang belum laku hingga kini,” tambah Faturohman.

Menurutnya, penurunan daya beli masyarakat ini berkaitan erat dengan kondisi ekonomi yang belum pulih sepenuhnya pada tahun ini.

Faktor ekonomi yang sedang lesu membuat pembeli lebih berhati-hati dalam mengeluarkan anggaran, termasuk untuk pembelian kambing kurban.

“Sepinya pembeli ini memang tidak terlepas dari kondisi ekonomi saat ini. Banyak yang menunda atau bahkan membatalkan rencana membeli kambing,” jelasnya.

Faturohman berharap pemerintah dapat mengambil peran lebih besar dalam memulihkan kondisi perekonomian agar roda bisnis jual beli kembali bergairah.

“Mudah-mudahan ekonomi segera membaik, sehingga kegiatan jual beli kambing dan kebutuhan masyarakat lainnya kembali lancar,” katanya.

Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk terus optimis dan tetap mempersiapkan kebutuhan ibadah kurban dengan sebaik mungkin meski ada tantangan saat ini.

Sepinya pembelian kambing kurban ini tidak hanya berdampak pada pedagang, tetapi juga berpotensi memengaruhi pelaksanaan ibadah kurban di Kebumen jika tren ini berlanjut.

Kondisi ini mengingatkan pentingnya dukungan pemerintah dan berbagai pihak untuk menggerakkan kembali perekonomian lokal.

Sementara itu, pengelola Pasar Hewan Argopeni juga terus berupaya memberikan fasilitas terbaik bagi para pedagang dan pembeli agar transaksi dapat berjalan lancar dan aman.

Mereka berharap kondisi pasar dapat membaik menjelang puncak Hari Raya Idul Adha.

Penurunan omset sebesar 25 persen ini menjadi sinyal bagi semua pihak agar lebih responsif dalam menghadapi dinamika ekonomi yang berpengaruh pada sektor usaha kecil menengah seperti pedagang kambing kurban.

Dengan adanya langkah sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, diharapkan semangat berkurban di Kebumen tetap terjaga dan memberikan manfaat sosial serta ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat. (mam/stch)

Berita Sebelumnya
Prabowo serahkan sapi bawor untuk kurban

Prabowo Serahkan Sapi Kurban Seberat Satu Ton untuk Warga Banyumas, diberi Nama "Bawor"

Berita Selanjutnya
Pemasangan bronjong baru 50 persen

Proyek Tanggul Bronjong Sungai Tungtunggunung Purbalingga Baru 50 Persen, BPBD Akui Kekurangan Tenaga Kerja