BANYUMASEKSPRES.ID, Dunia sepak bola kembali berduka setelah legenda AC Milan dan Timnas Italia, Franco Baresi, meninggal dunia pada usia 66 tahun pada Kamis (30/7/2026).
Kabar duka tersebut menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga besar Rossoneri, pecinta sepak bola Italia, hingga penggemar sepak bola di seluruh dunia.
Franco Baresi dikenal sebagai salah satu bek terbaik sepanjang sejarah sepak bola.
Sosok yang identik dengan nomor punggung 6 itu menghabiskan seluruh karier profesionalnya bersama AC Milan dan menjadi simbol kesetiaan, kepemimpinan, serta ketangguhan di lini pertahanan.
Melalui pernyataan resmi di media sosial, AC Milan menyampaikan penghormatan terakhir kepada mantan kapten mereka.
Klub menegaskan bahwa warisan Franco Baresi akan terus hidup dalam sejarah dan identitas Rossoneri.
“Sejarah seluruh AC Milan berlinang air mata menyusul kepergian Franco Baresi. Teladan dan integritasnya akan selamanya terukir dalam DNA klub, sama seperti nomor punggung 6 ikoniknya,” tulis AC Milan.
Klub juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan dan menegaskan bahwa seluruh keluarga besar Rossoneri turut merasakan kehilangan besar atas wafatnya salah satu legenda terbesar mereka.
Franco Baresi lahir di Travagliato, Brescia, Italia, pada 8 Mei 1960.
Menariknya, saat masih kecil ia tidak memiliki cita-cita menjadi pesepak bola profesional.
Bahkan, ia baru mulai mengenal pertandingan sepak bola melalui tayangan televisi ketika berusia sekitar 10 tahun.
Perjalanan kariernya dimulai ketika bergabung dengan akademi AC Milan pada tahun 1972.
Setelah sempat mencoba beberapa posisi, Baresi akhirnya menemukan tempat terbaiknya sebagai seorang bek sekaligus libero.
Kemampuan membaca permainan, melakukan tekel bersih, dan mengatur organisasi pertahanan membuatnya berkembang menjadi pemain luar biasa.
Debut Franco Baresi di Serie A terjadi pada 23 April 1978 saat usianya masih 17 tahun.
Tidak membutuhkan waktu lama bagi dirinya untuk menjadi pemain utama AC Milan.
Pada musim berikutnya, ia tampil sebanyak 30 pertandingan dan sukses membantu Milan meraih gelar Serie A musim 1978/1979 setelah penantian panjang selama satu dekade.
Namun perjalanan kariernya tidak selalu berjalan mulus. AC Milan sempat terdegradasi ke Serie B akibat skandal Totonero yang mengguncang sepak bola Italia.
Di saat banyak pemain memilih meninggalkan klub, Franco Baresi justru mengambil keputusan berbeda.
Ia tetap bertahan membela AC Milan, bahkan ketika klub kembali terdegradasi beberapa tahun kemudian.
Kesetiaannya kepada Rossoneri menjadi salah satu kisah paling dikenang dalam sejarah sepak bola modern.
Berbagai tawaran dari klub-klub besar Italia maupun Eropa ditolaknya demi tetap mengenakan seragam merah-hitam kebanggaan Milan.
Selama hampir dua dekade membela AC Milan, Franco Baresi mencatatkan 531 penampilan bersama tim utama.
Ia menjadi pemimpin di lapangan sekaligus inspirasi bagi generasi pemain berikutnya.
Deretan prestasi yang dipersembahkannya juga sangat mengesankan.
Bersama AC Milan, Baresi berhasil meraih enam gelar Serie A, dua gelar Serie B, empat Supercoppa Italiana, tiga trofi Liga Champions, dua Piala Super Eropa, serta dua Intercontinental Cup.
Sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdiannya, AC Milan memutuskan memensiunkan nomor punggung 6 yang selama bertahun-tahun dikenakan Franco Baresi.
Hingga kini, nomor tersebut tidak pernah lagi digunakan pemain lain sebagai simbol penghormatan terhadap salah satu ikon terbesar klub.
Tak hanya bersinar di level klub, Franco Baresi juga menjadi sosok penting bagi Timnas Italia.
Ia mencatatkan 81 penampilan bersama Gli Azzurri dan menjadi bagian skuad juara Piala Dunia 1982.
Selain itu, Baresi juga membawa Italia mencapai final Piala Dunia 1994 sebelum akhirnya harus puas menjadi runner-up.
Sepanjang kariernya, Franco Baresi selalu dikenang bukan hanya karena kemampuan bertahannya yang luar biasa, tetapi juga karena karakter, disiplin, jiwa kepemimpinan, dan loyalitasnya yang sangat langka di era sepak bola modern.
Kepergian Franco Baresi menjadi kehilangan besar bagi dunia sepak bola. Namanya akan selalu dikenang sebagai salah satu bek terbaik sepanjang masa, legenda AC Milan, sekaligus simbol kesetiaan terhadap satu klub.
Warisan prestasi dan dedikasinya akan terus hidup dalam sejarah Rossoneri dan menjadi inspirasi bagi generasi pesepak bola di masa mendatang. (*/stch/dda)














