Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Kemensos Berhentikan 55 Ribu Penerima Bansos Tak Berhak, Termasuk ASN dan Pegawai BUMN

Pemberhentian bansos 2025Pemberhentian bansos 2025
Kementerian Sosial (Kemensos) mengambil tindakan tegas dengan menghentikan penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada 55 ribu penerima yang tidak memenuhi kriteria

BANYUMASEKSPRES.ID, Kementerian Sosial (Kemensos) mengambil langkah tegas dengan menghentikan bantuan sosial (bansos) bagi 55 ribu penerima yang tidak memenuhi syarat. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan bantuan sosial tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh mereka yang tidak berhak.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan bahwa dari lebih 100 ribu penerima bansos yang diduga tidak layak, sekitar 55 ribu telah dihentikan penerimaannya. Sedangkan 44 ribu penerima lainnya masih dalam proses penonaktifan.

“55 ribu sudah tidak terima bansos lagi. Tinggal sekarang 44 ribu yang sedang kita proses untuk tidak lagi menerima bansos,” ujarnya dalam konferensi pers baru-baru ini.

Penerima bansos yang dihentikan tersebut berasal dari berbagai profesi yang sebenarnya tidak sesuai dengan kriteria penerima bantuan sosial. Kelompok ini mencakup Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota TNI-Polri, dokter, dosen, manajer, eksekutif, serta pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat bahwa ada sekitar 27.932 pegawai BUMN yang terindikasi menerima bansos secara tidak tepat. Untuk menghindari penyaluran bantuan kepada pihak yang tidak berhak, Kemensos memperkuat koordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah lembaga terkait lainnya.

Sinergi ini merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang menekankan pentingnya integrasi sistem dan pembaruan data secara berkala. Pemutakhiran data dilakukan setiap tiga bulan sekali untuk menyesuaikan perubahan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, seperti kelahiran, kematian, atau perpindahan domisili.

Hasil pembaruan data tersebut selanjutnya diserahkan kepada BPS untuk dilakukan verifikasi dan validasi sebelum dijadikan acuan dalam penyaluran bansos. Hal ini memastikan data penerima bansos selalu akurat dan mutakhir.

Bantuan sosial yang sebelumnya tidak tepat sasaran kini dialihkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama kelompok dalam desil 1 hingga desil 4 yang mencakup kategori miskin ekstrem, miskin, dan rentan.

Gus Ipul menegaskan, “Kami terus melakukan perbaikan. Bantuan yang tidak tepat akan kami alihkan kepada mereka yang berhak, terutama kelompok desil 1 hingga 4.”

Selain itu, Kemensos mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi melalui aplikasi Cek Bansos. Melalui aplikasi ini, warga dapat melaporkan penerima bansos yang tidak layak atau mengusulkan calon penerima baru dengan data yang valid.

Setiap laporan wajib dilengkapi dengan identitas lengkap untuk memudahkan proses verifikasi. Langkah tegas Kemensos ini diapresiasi banyak pihak karena menegaskan pentingnya keadilan dan efisiensi dalam program bantuan sosial.

Pemerintah ingin memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan dari anggaran negara memberikan manfaat maksimal bagi rakyat yang paling membutuhkan. Dengan pemutakhiran dan penyesuaian data secara rutin, diharapkan kesenjangan sosial dapat terus diperkecil.

Penerima bansos yang benar-benar layak akan mendapatkan prioritas utama, sementara penerima yang tidak berhak dihapus dari daftar. Ini merupakan upaya nyata membangun sistem perlindungan sosial yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan.

Kemensos juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawasi dan melaporkan apabila menemukan adanya penyalahgunaan bansos. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pengawas sangat penting untuk mewujudkan sistem bantuan sosial yang bersih dan transparan. (Okt)

Berita Sebelumnya
Liveproject'25

Panggung Live Project 2025 Siap Meriahkan Semarang Oktober Nanti

Berita Selanjutnya
Samsung galaxy tab s10 fe

Simak Harga dan Spesifikasi Lengkap Samsung Galaxy Tab S10 FE