BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Musim kemarau mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Kebumen.
Sebagian sumber air mengering sehingga warga mengalami kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut mendorong Polres Kebumen bersama Pabrik Plastik Naga Semut (NS) Kebumen menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak.
Sebanyak 13.500 liter air bersih didistribusikan ke sejumlah wilayah di Kecamatan Karangsambung, Senin (14/9).
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, bantuan tersebut diberikan untuk membantu masyarakat yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air selama musim kemarau.
“Bantuan air bersih ini diberikan untuk membantu warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air selama musim kemarau,” kata AKBP Putu, Rabu (16/9).
Penyaluran air menyasar warga di Dukuh Ketapang dan Dukuh Kunir, Desa Kaligending, serta Dukuh Widoro Payung Timur, Desa Widoro, Kecamatan Karangsambung.
Bantuan air bersih dikirim menggunakan tiga tangki. Masing-masing tangki membawa air dengan jumlah berbeda sesuai kebutuhan warga di lokasi yang menjadi sasaran distribusi.
Tangki pertama membawa sebanyak 5.000 liter air ke Dukuh Ketapang. Kemudian tangki kedua mendistribusikan 3.500 liter air ke Dukuh Kunir.
Sementara itu, sebanyak 5.000 liter air lainnya dikirim ke Dukuh Widoro Payung Timur.
Secara keseluruhan, bantuan tersebut diterima sekitar 110 keluarga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Di Desa Kaligending, bantuan air bersih menyasar sekitar 70 kepala keluarga. Sedangkan di Desa Widoro, sekitar 40 kepala keluarga menerima bantuan tersebut.
Antusiasme warga terlihat saat proses pendistribusian berlangsung. Sekitar 100 warga datang untuk mendapatkan air bersih yang dibawa menggunakan armada tangki.
Petugas Polsek Karangsambung bersama anggota TNI dan pemerintah desa turut berada di lokasi.
Mereka membantu mengatur proses pembagian agar pendistribusian air berjalan tertib dan bantuan dapat diterima warga yang membutuhkan.
Kapolsek Karangsambung Iptu Fuad Inayah mengatakan, persoalan ketersediaan air bersih diperkirakan belum akan segera berakhir apabila musim kemarau masih berlangsung.
Sumber air permukaan yang menjadi salah satu andalan masyarakat berpotensi terus menyusut ketika curah hujan rendah.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap bantuan air bersih dapat meningkat di sejumlah wilayah.
Karena itu, bantuan yang diberikan Polres Kebumen bersama Naga Semut tidak hanya berupa pengiriman air menggunakan tangki.
Polsek Karangsambung dan Naga Semut juga menyiapkan bantuan untuk pembuatan sumur bor di wilayah yang membutuhkan.
Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan solusi jangka lebih panjang bagi masyarakat.
Dengan adanya sumur bor, warga diharapkan memiliki sumber air yang dapat dimanfaatkan ketika sumber air permukaan mengalami penyusutan akibat kemarau.
Upaya tersebut menjadi bagian dari penanganan kebutuhan air bersih masyarakat selama musim kemarau.
Distribusi menggunakan tangki dapat membantu memenuhi kebutuhan dalam jangka pendek, sementara penyediaan sumur bor diarahkan sebagai dukungan terhadap ketersediaan sumber air yang lebih berkelanjutan.
Ketersediaan air menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian ketika musim kemarau berlangsung cukup panjang.
Mengeringnya sumber air dapat berdampak langsung terhadap kebutuhan rumah tangga, mulai dari minum, memasak hingga kebutuhan sanitasi.
Bantuan 13.500 liter air yang disalurkan ke Kecamatan Karangsambung menjadi salah satu bentuk respons terhadap kondisi tersebut.
Selain kepolisian dan pihak swasta, keterlibatan TNI serta pemerintah desa dalam proses distribusi juga membantu memastikan penyaluran berlangsung dengan tertib.
Ke depan, kebutuhan air bersih di wilayah terdampak akan bergantung pada perkembangan kondisi cuaca dan ketersediaan sumber air.
Jika kemarau masih berlangsung dan sumber air semakin menyusut, kebutuhan terhadap distribusi air maupun sumber air alternatif dapat meningkat.
Pembuatan sumur bor yang disiapkan Polsek Karangsambung bersama Naga Semut diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi ketergantungan warga terhadap sumber air yang mudah mengering.
Bagi warga yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih, bantuan tersebut menjadi upaya untuk memenuhi kebutuhan dasar selama kondisi kemarau berlangsung. (mam/stch/dda)














