BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Prestasi membanggakan kembali diraih peserta didik SD Cahaya Gandrungmangu.
Siswi bernama Rengganis Putri K berhasil meraih Juara 1 Lomba Macapat tingkat Kabupaten Cilacap Tahun 2026.
Prestasi tersebut diraih dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) jenjang Sekolah Dasar.
Keberhasilan Rengganis menjadi kebanggaan bagi sekolah sekaligus Korwil Gandrungmangu.
Lomba macapat menjadi salah satu wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan di bidang seni dan bahasa daerah.
Melalui kompetisi tersebut, siswa juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal serta melestarikan budaya Jawa sejak usia sekolah dasar.
Capaian Rengganis menunjukkan bahwa bakat peserta didik di bidang seni budaya dapat berkembang apabila mendapatkan dukungan dan kesempatan untuk berkompetisi.
Keberhasilan Rengganis Putri K menjadi pencapaian tersendiri bagi SD Cahaya Gandrungmangu.
Ia mampu menjadi peserta terbaik dalam lomba macapat tingkat Kabupaten Cilacap yang digelar melalui FTBI jenjang SD.
Prestasi tersebut tidak hanya membawa nama sekolah, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi Korwil Gandrungmangu.
Capaian itu sekaligus memperlihatkan potensi siswa di wilayah tersebut dalam bidang seni dan budaya.
Korwil Gandrungmangu Risdianto menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih Rengganis.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas prestasi Juara 1 Macapat tingkat Kabupaten Cilacap yang diraih Rengganis Putri K dari SD Cahaya Gandrungmangu. Ini menjadi kebanggaan bagi sekolah dan Korwil Gandrungmangu,” ujar Risdianto.
Menurutnya, prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi sekolah maupun peserta didik untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki.
Keberhasilan Rengganis juga menjadi bukti bahwa kegiatan seni dan budaya tetap memiliki ruang penting dalam pendidikan.
Selain mengejar prestasi melalui bidang akademik, siswa dapat mengembangkan kemampuan melalui berbagai kegiatan seni tradisional.
Festival Tunas Bahasa Ibu menjadi salah satu ruang bagi peserta didik untuk mengenal dan mengembangkan kemampuan bahasa serta budaya daerah.
Salah satu bentuk kegiatan yang dapat memperkenalkan budaya Jawa kepada generasi muda adalah lomba macapat.
Macapat merupakan bagian dari tradisi sastra dan seni tembang Jawa. Kemampuan membawakan macapat membutuhkan pemahaman terhadap tembang, pelafalan, irama, serta karakter penyampaian.
Bagi peserta didik sekolah dasar, keikutsertaan dalam lomba semacam ini juga menjadi pengalaman untuk mengenal budaya lokal secara langsung.
Prestasi Rengganis Putri K menjadi semakin bermakna karena keberhasilannya tidak hanya menghasilkan penghargaan bagi sekolah.
Capaian tersebut turut memperlihatkan adanya upaya mengenalkan seni budaya Jawa kepada generasi muda melalui lingkungan pendidikan.
Dukungan sekolah dan lingkungan pendidikan menjadi bagian penting dalam memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan bakat.
Kompetisi juga dapat menjadi pengalaman bagi peserta didik untuk membangun kepercayaan diri sekaligus belajar menghadapi persaingan secara positif.
Risdianto berharap prestasi yang diraih Rengganis dapat memberikan motivasi kepada peserta didik lainnya di wilayah Korwil Gandrungmangu.
Menurutnya, keberhasilan tersebut dapat menjadi inspirasi agar siswa lain berani mengembangkan kemampuan sesuai dengan bakat dan minat masing-masing.
“Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus mengembangkan bakat siswa serta melestarikan seni budaya Jawa,” katanya.
Prestasi Rengganis juga diharapkan tidak berhenti pada pencapaian di tingkat Kabupaten Cilacap.
Pengalaman mengikuti FTBI dapat menjadi bekal untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang seni macapat dan budaya Jawa.
Bagi SD Cahaya Gandrungmangu, prestasi tersebut menjadi tambahan catatan positif dalam pengembangan potensi peserta didik.
Sekolah dapat terus memberikan ruang bagi siswa untuk mengikuti berbagai kegiatan yang mendukung kemampuan akademik maupun nonakademik.
Sementara bagi Korwil Gandrungmangu, keberhasilan tersebut menjadi dorongan untuk terus mendukung peserta didik agar mampu berprestasi di berbagai bidang.
Capaian Rengganis Putri K sekaligus menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui lingkungan sekolah.
Ketika seni tradisional dikenalkan kepada generasi muda melalui kegiatan yang menarik dan kompetitif, budaya daerah memiliki kesempatan untuk terus dikenal dan diwariskan. (wln/stch/dda)














