Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
BPIH 2027 Belum Disahkan, Calon Jemaah Haji Purbalingga Masih Tunggu Jadwal Pelunasan
Pertamax Berpotensi Naik, Ini Faktor yang Bikin Harga Dekati Rp20 Ribu

Pertamax Berpotensi Naik, Ini Faktor yang Bikin Harga Dekati Rp20 Ribu

Harga Pertamax Dievaluasi Berpotensi TurunHarga Pertamax Dievaluasi Berpotensi Turun
ISI BENSIN: Seorang pengendara motor mengisi BBM nonsubsidi jenis Pertamax di sebuah SPBU

Harga Pertamax Berpotensi Naik hingga Rp20 Ribu, Ini Faktor yang Bikin Harga BBM Mendekati Rp20.000
Harga Pertamax berpotensi mengalami kenaikan hingga berada di kisaran Rp18.000-Rp20.000 per liter.

BANYUMASEKSPRES.ID, Potensi perubahan harga BBM Pertamina tersebut berkaitan dengan kondisi harga minyak dunia yang masih mengalami volatilitas tinggi dalam beberapa waktu terakhir.

Pertamina menyebut pergerakan harga minyak global menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi penyesuaian harga BBM non-subsidi, termasuk Pertamax yang saat ini masih dipasarkan dengan harga Rp15.950 per liter.

Volatilitas harga minyak global bahkan telah mencapai level US$100 per barel pada pekan sebelumnya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena perubahan harga minyak dunia dapat memberikan tekanan terhadap harga jual bahan bakar minyak di dalam negeri.

Harga Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu

Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto menjelaskan bahwa volatilitas harga minyak global menjadi salah satu faktor yang mendorong Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi.

Menurutnya, apabila harga minyak dunia tidak kembali ke level yang lebih rendah seperti sebelum terjadinya krisis geopolitik, kondisi tersebut dapat memberikan dampak terhadap harga Pertamax.

“Jadi kalau berharap turun ke US$70 per barel atau US$60 per barel seperti sebelum terjadinya krisis geopolitik, kita doakan semoga itu bisa terjadi. Kalau tidak, kondisinya akan berdampak seperti sekarang. Pertamax itu akan berkisaran antara Rp18.000-Rp20.000,” jelas Eko, pada Jumat (11/9).

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pergerakan harga minyak global menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kemungkinan perubahan harga Pertamax.

Jika kondisi pasar minyak dunia tetap berada pada tingkat tinggi dan volatilitas terus terjadi, harga BBM non-subsidi berpotensi mendapatkan tekanan untuk mengalami penyesuaian.

Dengan kondisi tersebut, harga Pertamax yang saat ini masih berada di level Rp15.950 per liter berpotensi bergerak lebih tinggi.

Kisaran Rp18.000-Rp20.000 per liter menjadi angka yang disebutkan apabila kondisi harga minyak dunia tidak kembali ke level US$60-US$70 per barel seperti sebelum krisis geopolitik.

Eko kemudian menambahkan bahwa disrupsi suplai minyak di Timur Tengah turut memicu harga minyak dunia terus mengalami fluktuasi.

Perubahan kondisi pasokan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat harga minyak global belum stabil dan kemudian berdampak pada kebutuhan Pertamina untuk melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi pada September.

“Karena Selat Hormuz merupakan urat nadi pasokan minyak mentah dunia. Akibatnya, harga minyak dunia belum stabil,” tambah Eko.

Pergerakan harga minyak dunia menjadi perhatian dalam perkembangan harga BBM karena kondisi tersebut dapat memengaruhi biaya dan kebijakan penetapan harga produk BBM non-subsidi.

Dengan demikian, harga Pertamax tidak hanya berkaitan dengan harga jual di tingkat konsumen, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi pasar minyak global yang mengalami perubahan.

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru

Saat ini, harga BBM masih mengikuti penetapan harga pada awal September.

Dalam daftar harga BBM Pertamina terbaru, terdapat sejumlah produk yang mengalami kenaikan, sementara beberapa jenis BBM lainnya masih mempertahankan harga sebelumnya.

Pertalite masih dijual dengan harga Rp10.000 per liter. Biosolar juga masih berada di harga Rp6.800 per liter. Sementara itu, Pertamax atau BBM dengan RON 92 masih dipasarkan dengan harga Rp15.950 per liter.

Pertamax Green 95 dengan RON 95 berada di harga Rp19.150 per liter dan mengalami kenaikan. Pertamax Turbo dengan RON 98 juga mengalami kenaikan menjadi Rp19.600 per liter.

Untuk produk diesel, Dexlite dengan CN 51 dipasarkan dengan harga Rp23.700 per liter. Kemudian, Pertamina Dex dengan CN 53 dijual dengan harga Rp25.200 per liter.

Perbedaan harga tersebut memperlihatkan bahwa penyesuaian harga tidak berlaku sama terhadap seluruh jenis BBM Pertamina.

Beberapa produk BBM non-subsidi mengalami kenaikan, sedangkan Pertalite, Biosolar, dan Pertamax masih berada pada harga yang sama seperti sebelumnya.

Harga Pertamax Turbo dan Dexlite Mengalami Kenaikan

Sebelumnya, Pertamina sudah melakukan penyesuaian harga pada sejumlah produk BBM non-subsidi. Produk yang mengalami perubahan harga tersebut mencakup Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite.

Pertamax Turbo kini dipatok dengan harga Rp19.600 per liter. Harga tersebut mengalami kenaikan dibandingkan harga pada Agustus yang berada di level Rp18.300 per liter.

Kenaikan juga terjadi pada Dexlite yang saat ini dipasarkan dengan harga Rp23.700 per liter. Angka tersebut meningkat cukup tinggi dibandingkan harga sebelumnya yang berada di Rp19.700 per liter.

Sementara itu, Pertamina Dex dijual dengan harga Rp25.200 per liter. Harga tersebut juga meningkat dibandingkan harga pada Agustus yang tercatat sebesar Rp19.700 per liter.

Di sisi lain, Pertamax Green 95 masih tetap berada di harga Rp16.600 per liter.

Perubahan harga pada sejumlah BBM non-subsidi tersebut menjadi bagian dari penyesuaian harga BBM Pertamina yang dilakukan pada September.

Harga Pertamax Masih Rp15.950 per Liter

Meskipun terdapat potensi kenaikan ke kisaran Rp18.000-Rp20.000 per liter, untuk saat ini Pertamina masih memasarkan Pertamax dengan harga Rp15.950 per liter.

Harga tersebut masih menjadi acuan penjualan Pertamax pada saat ini.

Pertamina juga masih menjual Pertalite dengan harga Rp10.000 per liter dan Biosolar sebesar Rp6.800 per liter.

Dengan demikian, ketiga jenis BBM tersebut masih mempertahankan harga sebelumnya.

Perkembangan selanjutnya akan sangat berkaitan dengan kondisi harga minyak global dan volatilitas pasar minyak dunia.

Potensi kenaikan harga Pertamax hingga mendekati Rp20.000 per liter menjadi perhatian karena perubahan tersebut akan membuat harga BBM non-subsidi berada pada level yang jauh lebih tinggi dibandingkan harga saat ini.

Namun, angka Rp18.000-Rp20.000 per liter yang disampaikan Eko merupakan kisaran yang berpotensi terjadi apabila kondisi harga minyak dunia tidak kembali ke level US$60-US$70 per barel seperti sebelum krisis geopolitik.

Untuk saat ini, harga Pertamax masih berada di Rp15.950 per liter, sementara sejumlah BBM non-subsidi lainnya sudah mengalami penyesuaian harga pada September.(taa)

Berita Sebelumnya
Pelunasan Haji 2027 Tertunda

BPIH 2027 Belum Disahkan, Calon Jemaah Haji Purbalingga Masih Tunggu Jadwal Pelunasan