BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Baru-baru ini, pelayanan yang diberikan oleh Unit Pelayanan Teknis (UPT) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cilacap menjadi sorotan masyarakat.
Banyak pihak menilai bahwa pelayanan mereka belum optimal. Kepala Tata Usaha UPT Jeruklegi, Aji Wahyu, saat ditemui oleh tim Radarmas, mengungkapkan bahwa pihaknya berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik. Namun, masih ada berbagai kendala yang harus dihadapi.
“Kalau cetak E-KTP memang kita ikuti dinas induk, jadi kita hanya mendapatkan plot saja. Jika sudah habis, maka kita arahkan ke Dinas Induk,” jelas Aji Wahyu pada Senin (16/6).
Pernyataan ini mengungkapkan bahwa meski ada usaha untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, keterbatasan dalam hal sumber daya seringkali menjadi penghalang. Hal ini terutama terlihat dalam pengurusan E-KTP yang kerap kali mengalami kendala karena keterbatasan jatah dari dinas induk.
Di luar kendala tersebut, UPT Disdukcapil bertekad untuk memberikan pelayanan yang maksimal, terutama dalam pengurusan dokumen lainnya. Aji Wahyu menambahkan bahwa empati menjadi prioritas dalam memberikan layanan, asalkan tidak melanggar aturan yang berlaku.
“Selama aturan serta berkas-berkas lengkap, kita tetap berupaya untuk melayani dan tentunya masih dalam jam kerja,” tegasnya.
Namun, tantangan lebih lanjut muncul saat pelayanan harus dilakukan secara online. Banyak masyarakat yang merasa kebingungan dan kurang mendapatkan arahan yang tepat.
“Kita di pelayanan kadang kurang memberikan arahan kepada masyarakat. Itu juga jadi masalah, maka kita juga akan berusaha memperbaiki sistem pelayanan dengan mengedepankan humanisme dan empati,” lanjut Aji Wahyu.
Ini menunjukkan bahwa ada kebutuhan mendesak untuk meningkatkan sistem pelayanan, terutama dalam memberikan panduan yang jelas dan mendukung bagi masyarakat yang mengakses layanan secara digital.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Aji Wahyu menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas pelayanan yang belum maksimal. Ia menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan, baik dari segi sarana prasarana maupun sumber daya manusia.
“Kita akan perbaiki baik dari sarpras serta SDM. Semoga kedepan kita tetap dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” tutupnya.
Dengan penekanan pada peningkatan layanan publik, UPT Disdukcapil berharap dapat mengubah persepsi masyarakat terhadap kualitas pelayanan mereka dan memastikan bahwa setiap warga mendapat layanan yang layak.
Keberhasilan mereka dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan sangat bergantung pada kemampuan untuk beradaptasi dan mengimplementasikan perubahan yang diperlukan.
Dalam dunia yang semakin digital, tantangan seperti yang dihadapi oleh UPT Disdukcapil ini bukanlah hal yang asing. Banyak instansi pemerintah di seluruh dunia yang harus berjuang untuk menyesuaikan diri dengan ekspektasi publik yang terus berkembang, terutama dalam hal layanan online.
Oleh karena itu, penting bagi setiap instansi untuk tidak hanya memperhatikan infrastruktur fisik, tetapi juga memastikan bahwa staf mereka dilengkapi dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk memberikan pelayanan yang efisien dan efektif.
Permohonan maaf dan komitmen untuk perbaikan yang disampaikan oleh Aji Wahyu merupakan langkah awal yang baik. Namun, keberhasilan dari upaya ini akan sangat bergantung pada tindakan konkret yang diambil untuk mengatasi masalah yang ada.
Seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks, UPT Disdukcapil harus terus berinovasi dan berupaya meningkatkan kualitas layanan mereka.
Dengan demikian, mereka dapat memastikan bahwa setiap warga negara mendapatkan pelayanan yang adil dan memadai, yang pada akhirnya akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan pemerintah. (jul/stch)
















