Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Korban Longsor Cibeunying Mulai Tempati Huntara, 17 KK Dapat Hunian Sementara

17 KK Mulai Tempati Huntara17 KK Mulai Tempati Huntara
HUNTARA : Huntara yang diperuntukan bagi korban longsor Cibeunying, dan mulai ditempati pada Selasa (27/1)

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Hunian sementara (huntara) bagi korban longsor Cibeunying, Kecamatan Majenang, yang berlokasi di Desa Jenang, Kecamatan Majenang, mulai ditempati pada Selasa (27/1).

Sebanyak 17 kepala keluarga (KK) terdampak longsor kini menempati hunian tersebut.

Penempatan huntara ini merupakan bagian dari penanganan tanggap darurat bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana longsor yang terjadi pada 13 November 2025.

Pemerintah daerah menyiapkan hunian sementara agar warga terdampak dapat tinggal di tempat yang lebih aman sembari menunggu pembangunan hunian tetap.

Penyerahan kunci hunian dilakukan secara simbolis kepada perwakilan 17 KK korban longsor.

Momen ini menandai dimulainya pemanfaatan huntara oleh warga yang sebelumnya harus mengungsi akibat kondisi rumah yang tidak lagi layak huni.

Setiap unit hunian sementara dibangun dengan ukuran 6 x 7 meter. Di dalamnya tersedia satu ruang keluarga, dua kamar tidur, satu toilet, serta dapur untuk memenuhi kebutuhan dasar penghuni.

Bangunan huntara menggunakan material galvalum atau zincalume dengan rangka baja ringan sebagai struktur utama.

Material tersebut dipilih karena dinilai cukup kuat, praktis, dan sesuai untuk kebutuhan hunian sementara pascabencana.

Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, mengatakan bahwa penanganan bencana longsor Cibeunying dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak melalui pendekatan pentahelix.

Menurutnya, sinergi antarinstansi menjadi kunci percepatan penanganan pascabencana.

“Pemerintah Kabupaten Cilacap bergerak cepat menyiapkan lahan seluas 3,5 hektare untuk pembangunan hunian sementara dan hunian tetap, termasuk melengkapi aspek administrasi dan kajian teknis dari PVMBG,” kata Syamsul.

Ia menjelaskan bahwa penyediaan lahan tersebut merupakan langkah strategis agar proses relokasi warga terdampak dapat berjalan sesuai perencanaan dan memperhatikan aspek keamanan lingkungan.

Syamsul juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana longsor Cibeunying.

Menurutnya, dukungan lintas sektor sangat membantu percepatan proses tanggap darurat hingga penempatan huntara.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BNPB, BPBD Provinsi Jawa Tengah, Forkopimda, serta seluruh pihak yang telah mendukung sejak masa tanggap darurat hingga proses penempatan hunian sementara,” ujarnya.

Dengan mulai ditempatinya huntara ini, pemerintah berharap para korban longsor dapat tinggal dengan lebih aman dan nyaman.

Warga juga diharapkan dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih tenang.

Pemerintah Kabupaten Cilacap menegaskan bahwa pembangunan hunian tetap bagi korban longsor Cibeunying akan terus diproses.

Huntara menjadi solusi sementara hingga hunian permanen selesai dibangun dan siap ditempati. (jul/dda)

Berita Sebelumnya
Anggaran Polres Kebumen Turun 4,28 Persen

Meski Anggaran Turun, Program Dukungan Manajemen Polres Kebumen Naik 8,89 Persen

Berita Selanjutnya
Persibangga Bidik Poin di Kandang Persitema

Persibangga vs Persitema: Misi Lolos 8 Besar Liga 4 Jateng di Temanggung