Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Megawati Mantap Perkuat Klub Turki Manisa BBSK
KUA Kedungbanteng Kekurangan Lahan Parkir, Pegawai Iuran Bangun Area Khusus
Kasus Cikungunya Meningkat di Tiga Kecamatan di Temanggung

KUA Kedungbanteng Kekurangan Lahan Parkir, Pegawai Iuran Bangun Area Khusus

Kua kedungbanteng kekurangan lahan parkirKua kedungbanteng kekurangan lahan parkir
Peresmian tempat parkir karyawan KUA Kedungbanteng, Rabu (13/8) oleh Kepala Kantor Kemenag Banyumas.

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Renovasi Kantor Urusan Agama (KUA) Kedungbanteng yang telah berhasil diselesaikan dengan bantuan dana dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) memang membawa angin segar.

Namun, renovasi ini juga mengungkap kebutuhan baru akan fasilitas parkir yang memadai khususnya bagi para pegawai. Meski bangunan kini sudah menjulang menjadi dua lantai, lahan parkir yang tersedia ternyata tidak cukup untuk menampung kendaraan seluruh pegawai.

Kepala KUA Kedungbanteng, Yudhy Bachtiar Tri Putro, menyampaikan bahwa pekan ini pihaknya meresmikan area parkir khusus untuk pegawai.

“Meskipun halaman depan cukup luas, area tersebut kami prioritaskan untuk masyarakat yang datang mengurus keperluan di KUA,” ungkap Yudhy kepada awak media.

Penambahan jumlah Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) semakin mendesak kebutuhan akan lahan parkir bagi pegawai. Oleh karena itu, Yudhy dan timnya berinisiatif membangun area parkir baru yang didanai sepenuhnya melalui iuran sukarela dari para pegawai sendiri.

“Kebutuhan parkir pegawai meningkat seiring masuknya sejumlah PPPK,” tambahnya.

Peresmian ruang parkir baru ini dilakukan pada Rabu, 13 Agustus dan turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Banyumas.

Walaupun pembangunan ini adalah inisiatif internal tanpa dukungan anggaran dari Kemenag, hal ini menunjukkan komitmen dan kebersamaan para pegawai dalam menghadapi tantangan operasional sehari-hari.

Total jumlah pegawai di KUA Kedungbanteng saat ini mencapai sekitar 20 orang. Mereka semua berkontribusi dalam iuran tersebut sehingga pembangunan dapat terealisasi dengan lancar meski harus secara swadaya.

“Kami berharap langkah ini dapat meningkatkan kenyamanan kerja serta pelayanan kepada masyarakat,” jelas Yudhy.

Salah satu pegawai KUA Kedungbanteng, Lubab Habiburokhman, menambahkan bahwa biaya pembangunan area parkir mencapai Rp 8,1 juta.

“Ke depan, kami berencana menambah pagar keliling permanen di sisi yang berbatasan dengan Kantor Desa Kedungbanteng,” ungkap Lubab.

Saat ini, pagar BRC sementara masih digunakan sebagai pembatas antara area parkir dan wilayah desa di sekitarnya. Namun di masa mendatang, mereka berharap dapat membangun pagar permanen untuk meningkatkan keamanan sekaligus keindahan lingkungan kantor.

Inisiatif seperti yang dilakukan oleh para pegawai KUA Kedungbanteng ini merupakan contoh nyata bagaimana keterlibatan aktif dan solusi kreatif dapat menjadi jawaban atas permasalahan fasilitas yang seringkali muncul setelah proyek renovasi besar selesai.

Dengan semangat gotong royong dan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, upaya kecil seperti pembangunan area parkir khusus ini memiliki dampak positif jangka panjang baik bagi internal kantor maupun bagi pengunjung yang datang setiap harinya.

Langkah konkret seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi instansi lain dalam mengatasi berbagai masalah infrastruktur dengan cara-cara kreatif dan mandiri meskipun tanpa dukungan anggaran resmi dari pemerintah pusat atau dinas terkait.

Melalui kolaborasi antarpegawai dan partisipasi aktif dalam menyelesaikan permasalahan internal kantor seperti kebutuhan lahan parkir, kedepannya diharapkan pelayanan publik dapat berjalan lebih optimal serta memberikan kenyamanan baik bagi pekerja maupun masyarakat pengguna layanan. (yda/stch)

Berita Sebelumnya
Megawati mantap perkuat manisa bbsk

Megawati Mantap Perkuat Klub Turki Manisa BBSK

Berita Selanjutnya
Cikungunya meningkat di tiga kecamatan

Kasus Cikungunya Meningkat di Tiga Kecamatan di Temanggung