BANYUMASEKSPRES.ID, SALZBURG – Paris Saint-Germain (PSG) membuka musim 2026/2027 dengan trofi setelah mengalahkan Aston Villa 2-1 dalam pertandingan UEFA Super Cup 2026 di Red Bull Arena, Salzburg, Austria, Kamis (13/8) dini hari WIB.
Kemenangan tersebut membuat PSG sukses mempertahankan gelar sekaligus mencatat sejarah baru.
Kesuksesan PSG meraih UEFA Super Cup 2026 juga memberikan catatan istimewa bagi pelatih Luis Enrique.
Trofi tersebut membuat Enrique menyamai torehan Sir Alex Ferguson dan Giovanni Trapattoni sebagai salah satu pelatih dengan koleksi trofi kompetisi Eropa terbanyak.
PSG tampil di UEFA Super Cup dengan status juara Liga Champions, sedangkan Aston Villa datang sebagai kampiun Liga Europa.
Pertandingan pun berlangsung sengit sejak menit awal meski PSG tidak menurunkan Ousmane Dembélé sebagai starter.
PSG membuka keunggulan pada menit ke-20 melalui Khvicha Kvaratskhelia. Pemain asal Georgia itu bergerak dari sisi kiri sebelum melepaskan tembakan keras ke sudut dekat gawang Aston Villa.
Gol tersebut sekaligus mencatatkan sejarah bagi Kvaratskhelia. Ia menjadi pemain Georgia pertama yang berhasil mencetak gol dalam pertandingan UEFA Super Cup.
Aston Villa kemudian merespons pada menit ke-38. Penyerang muda Brian Madjo mencetak gol penyama kedudukan melalui tendangan voli setelah menerima umpan silang John McGinn.
Gol tersebut terasa semakin spesial karena menjadi gol debut kompetitif Madjo bersama Aston Villa.
Pemain berusia 17 tahun itu sebelumnya harus menunggu kesempatan tampil karena persoalan registrasi.
Aston Villa bahkan sempat mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS) setelah FIFA memblokir pendaftaran Madjo berkaitan dengan aturan transfer internasional pemain di bawah usia 18 tahun. Banding tersebut akhirnya dikabulkan pada pekan sebelumnya.
Skor 1-1 membuat pertandingan semakin terbuka. PSG kemudian kembali unggul pada menit ke-61 melalui Désiré Doué.
Doué menerima umpan dari Ousmane Dembélé sebelum berlari di belakang lini pertahanan Aston Villa.
Pemain muda PSG tersebut kemudian melepaskan tembakan kaki kiri yang mengarah ke sudut jauh.
Gol Doué sempat dianulir karena dianggap berada dalam posisi offside. Namun, pemeriksaan Video Assistant Referee (VAR) mengubah keputusan tersebut.
Hasil pemeriksaan VAR menunjukkan posisi Matty Cash membuat Doué berada dalam posisi onside. Wasit Omar Artan kemudian mengesahkan gol tersebut dan PSG kembali memimpin 2-1.
Keunggulan PSG bertahan hingga pertandingan berakhir. Trofi UEFA Super Cup 2026 pun kembali menjadi milik klub Prancis tersebut.
“Kami selalu lapar, kami ingin lebih. Setelah final Liga Champions, saya mengatakan kami ingin lebih,” kata Doué seusai pertandingan seperti dikutip Reuters.
Doué menjadi salah satu pemain yang mencuri perhatian dalam kemenangan PSG.
Ia baru kembali berlatih pada Senin setelah menjalani agenda Piala Dunia, tetapi langsung dipercaya Luis Enrique tampil dalam pertandingan penting.
Menurut Doué, kembali bertanding setelah menjalani liburan bukan hal mudah.
Namun, persiapan yang dilakukan PSG membuat tim mampu menghadapi pertandingan dengan baik.
“Kami selalu memiliki pola pikir untuk menang dan menjadi sekompetitif mungkin. Kami sangat bahagia,” ujar Doué.
Pemain berusia 21 tahun itu juga menegaskan ambisi PSG pada musim 2026/2027.
Setelah meraih trofi pertama, Les Parisiens masih berpeluang mendapatkan sejumlah gelar lainnya.
“Tujuan utama kami adalah memenangkan semuanya tahun ini,” tegas Doué.
Luis Enrique juga memberikan apresiasi terhadap mentalitas para pemainnya. Pelatih asal Spanyol tersebut menyadari kondisi fisik PSG belum berada pada level terbaik karena musim baru saja dimulai.
Namun, Enrique menilai karakter kompetitif para pemain mampu mengatasi kondisi tersebut.
PSG tetap mampu tampil agresif dan mempertahankan keunggulan hingga pertandingan selesai.
“Kami tahu sebelum pertandingan bahwa ini akan menjadi laga yang sulit. Namun, kami mampu bermain seperti ini karena para pemain menunjukkan kemampuan mereka,” kata Enrique.
“Kami mungkin belum berada dalam kondisi fisik terbaik, tetapi sekali lagi ini adalah demonstrasi nyata dari DNA kami,” lanjutnya.
Selain menjadi trofi pembuka musim, kemenangan tersebut juga memperkuat posisi Luis Enrique dalam sejarah pelatih sukses di kompetisi Eropa.
Berdasarkan data MisterChip, UEFA Super Cup 2026 membuat koleksi trofi bergengsi Enrique di kompetisi Eropa mencapai enam gelar.
Dua di antaranya diraih saat menangani Barcelona, yakni Liga Champions dan Piala Super Eropa pada 2015.
Sementara itu, empat trofi lainnya diraih bersama PSG. Koleksi tersebut termasuk dua gelar Liga Champions serta dua gelar Piala Super Eropa secara beruntun pada 2025 dan 2026.
Dengan enam trofi kompetisi Eropa, Enrique menyamai torehan Sir Alex Ferguson dan Giovanni Trapattoni.
Catatan tersebut semakin memperkuat namanya sebagai salah satu pelatih tersukses di sepak bola Eropa.
Enrique juga memiliki peluang untuk menambah koleksi trofinya. Ia masih berada di belakang Pep Guardiola yang mengoleksi tujuh trofi kompetisi Eropa dan Carlo Ancelotti yang menjadi pelatih dengan koleksi terbanyak, yakni 10 trofi.
Di sisi PSG, kemenangan atas Aston Villa membuat klub tersebut menjadi tim pertama setelah Real Madrid yang mampu mempertahankan gelar UEFA Super Cup dalam dua tahun berturut-turut.
Real Madrid sebelumnya melakukan pencapaian serupa pada 2016 dan 2017. PSG kini menyamai catatan tersebut setelah kembali menjadi juara pada 2026.
Trofi UEFA Super Cup juga menjadi gelar pertama PSG dari enam trofi yang berpeluang mereka rebut pada musim ini. Kesempatan berikutnya sudah menanti pada akhir pekan.
PSG dijadwalkan menghadapi Lens dalam pertandingan Trophée des Champions pada Minggu (16/8/2026).
Pertandingan tersebut menjadi peluang bagi tim asuhan Luis Enrique untuk kembali menambah koleksi trofi.
Sementara itu, kekalahan dari PSG memperpanjang catatan buruk Unai Emery di UEFA Super Cup.
Pelatih Aston Villa tersebut kini telah empat kali gagal meraih trofi dalam ajang tersebut saat menangani Sevilla maupun Villarreal.
Meski gagal menjadi juara, Aston Villa tetap mendapatkan sisi positif dari penampilan pemain mudanya.
Brian Madjo menjadi salah satu sorotan utama setelah mencetak gol dalam debut kompetitifnya.
Madjo yang lahir di London Utara bergabung dengan Aston Villa dari Metz pada Januari.
Debutnya sempat tertunda akibat persoalan regulasi, tetapi kesempatan tampil di panggung Eropa langsung dimanfaatkan dengan mencetak gol.
Bagi PSG, kemenangan 2-1 atas Aston Villa menjadi pembuka sempurna untuk musim baru.
Sementara bagi Luis Enrique, trofi UEFA Super Cup 2026 semakin mempertegas statusnya sebagai salah satu pelatih elite dalam sejarah sepak bola Eropa. (*/stch/dda)
















