Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
MTsN 3 Kebumen Jadi Rujukan Program Full Day School, MTsN 6 Lakukan Study Tiru
HUT ke-65 Pramuka di Purbalingga, 14 Bendera Dikibarkan di Setiap Pangkalan

HUT ke-65 Pramuka di Purbalingga, 14 Bendera Dikibarkan di Setiap Pangkalan

14 Bendera Pramuka Dikibarkan, HUT ke 65 Tak Sekadar Seremoni14 Bendera Pramuka Dikibarkan, HUT ke 65 Tak Sekadar Seremoni
PERINGATAN PRAMUKA: Upacara Peringatan HUT ke-65 Pramuka di SDN 1 Padamara, Jumat (14/8/2026)

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Peringatan HUT ke-65 Gerakan Pramuka di wilayah Kwarran 03.15 Purbalingga tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial.

Setiap pangkalan diminta mengibarkan 14 bendera Pramuka dan menggelar upacara di masing-masing Gugus Depan (Gudep) sebagai bagian dari peringatan hari lahir Gerakan Pramuka di Indonesia.

Instruksi tersebut telah disampaikan Kwarran 03.15 kepada seluruh pangkalan melalui surat edaran. Pengibaran 14 bendera dipilih bukan tanpa alasan.

Jumlah tersebut menjadi simbol tanggal lahir Gerakan Pramuka di Indonesia yang diperingati setiap 14 Agustus.

Ketua Kwarran 03.15 Siti Khotijah mengatakan, seluruh pangkalan di wilayahnya diminta ikut memeriahkan HUT ke-65 Gerakan Pramuka dengan cara yang telah ditentukan.

Selain memasang bendera, masing-masing Gugus Depan juga diminta menggelar upacara peringatan.

“Kami memberikan edaran agar semua pangkalan memasang masing-masing 14 bendera Pramuka sebagai simbol tanggal lahir Pramuka. Selain itu, kami juga meminta untuk mengadakan upacara di masing-masing Gugus Depan,” terang Siti Khotijah.

Menurutnya, pengibaran bendera dan pelaksanaan upacara merupakan bagian dari rangkaian kegiatan untuk memperingati HUT Pramuka ke-65.

Namun, ia berharap momentum tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata.

Gerakan Pramuka selama ini tidak hanya mengajarkan berbagai keterampilan kepada anggotanya.

Nilai kedisiplinan, kemandirian, gotong royong, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama juga menjadi bagian penting dalam pendidikan kepramukaan.

Karena itu, Siti mendorong agar peringatan HUT Pramuka dapat diisi dengan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.

Nilai-nilai yang dipelajari anggota Pramuka diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu contoh kegiatan tersebut dilakukan di SDN 1 Padamara. Siti Khotijah yang juga menjalankan peran sebagai Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus) di sekolah tersebut melanjutkan rangkaian peringatan dengan kegiatan bakti sosial.

Setelah upacara HUT ke-65 Gerakan Pramuka, SDN 1 Padamara menggelar kegiatan sosial berupa pemberian santunan kepada 10 siswa yatim piatu.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk penerapan nilai kepedulian sosial yang selama ini ditanamkan melalui pendidikan Pramuka.

Kegiatan bakti sosial tersebut sekaligus menunjukkan bahwa peringatan hari jadi Gerakan Pramuka dapat menjadi momentum untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

Para anggota diharapkan tidak hanya memahami nilai-nilai kepramukaan secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya melalui tindakan.

Bagi Siti, kegiatan sosial seperti pemberian santunan memiliki nilai penting dalam pembentukan karakter generasi muda.

Anak-anak dapat belajar berbagi, peduli terhadap lingkungan sosial, sekaligus memahami bahwa keberadaan mereka dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

Pendidikan karakter menjadi salah satu tujuan penting dalam kegiatan kepramukaan.

Melalui berbagai aktivitas, anggota Pramuka dilatih untuk memiliki sikap disiplin, tangguh, mandiri, bertanggung jawab, serta mampu bekerja sama dengan orang lain.

Karena itu, momentum HUT ke-65 Pramuka di Purbalingga diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh anggota untuk terus mengamalkan nilai-nilai tersebut.

Kegiatan peringatan tidak cukup hanya dilakukan satu kali dalam setahun, tetapi perlu diwujudkan dalam aktivitas sehari-hari.

Siti berharap peringatan HUT Pramuka tahun ini dapat memberikan dampak positif bagi para anggota.

Menurutnya, semangat kepramukaan harus mampu membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat dan siap menghadapi berbagai tantangan.

“Harapannya, melalui upacara HUT Pramuka ke-65 ini, Gerakan Pramuka mampu membentuk generasi muda yang berkarakter, tangguh, dan bisa mengamalkan nilai-nilai luhur Dasa Dharma,” pungkasnya.

Peringatan HUT ke-65 Gerakan Pramuka di Kwarran 03.15 pun diharapkan tidak sekadar menjadi agenda tahunan.

Pengibaran 14 bendera dan upacara menjadi simbol peringatan, sementara kegiatan bakti sosial menjadi contoh bagaimana nilai kepramukaan dapat diwujudkan dalam kehidupan nyata.

Dengan menggabungkan kegiatan seremonial dan aksi sosial, peringatan HUT Pramuka dapat menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan karakter.

Para anggota Pramuka diharapkan semakin memahami pentingnya kepedulian, gotong royong, kedisiplinan, serta pengamalan Dasa Dharma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari.

Pada akhirnya, semangat HUT ke-65 Gerakan Pramuka bukan hanya tentang merayakan bertambahnya usia organisasi.

Momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkuat peran Gerakan Pramuka dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, tangguh, peduli, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. (alw/stch/dda)

Berita Sebelumnya
MTsN 3 Jadi Rujukan Full Day School

MTsN 3 Kebumen Jadi Rujukan Program Full Day School, MTsN 6 Lakukan Study Tiru